Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Muhammadiyah
Hadiri Peresmian Masjid UM Lamongan, Presiden Jokowi Sampaikan Tantangan Muhammadiyah di Era Industri 4.0
2018-11-21 07:03:18

LAMONGAN, Berita HUKUM - Muhammadiyah mulai pra kemerdekaan sampai pasca kemerdekaan, telah banyak berbuat untuk negeri. Mewakafkan para tokohnya dengan ide dan gagasan untuk kemerdekaan sampai pembangunan manusia dan negara melalui aksi nyata. Tapi di era revolusi industri jilid 4.0 mampukah Muhammadiyah tetap bisa ajeg' dan selalu dinamis dalam menjawab tantangan sebagai organisai Islam Berkemajuan.

Muhammadiyah telah 106 tahun memperjuangkan amar ma'ruf nahi mungkar, serta selama itu Muhammadiyah telah banyak membantu pemerintah. Dari awal berdirinya Muhammadiyah telah banyak melahirkan tokoh-tokoh yang berperan penting dalam perkembangan bangsa dan negara Indonesia. Ungkapan tersebut disampaikan oleh Presiden ke-7 Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi) pada Senin (19/11) saat meresmikan Masjid Ki Bagus Hadikusumo Universitas Muhammadiyah Lamongan.

"Telah diketahui, banyak tokoh Muhammadiyah yang telah mengabdi dan memberi andil untuk Indonesia," ucap Jokowi.

Menatap masa depan, Jokowi menjelaskan berbagai tantangan yang akan dihadapi oleh Muhammadiyah di era revolusi industri 4.0. Ia berujar bahwa tantangan yang dihadapi pada revolusi abad ini akan terjadi sangat cepat, karena basis gerakan tahap industri ini ada pada dunia virtual. Ditandai dengan semakin sempitnya dunia, serta banyak aktifitas konvensional manusia menjadi instan atau sebuah fakta realitas menyublim menjadi virtual reality.

"Muhammadiyah dengan jumlah amal usaha di bidang pendidikan telah banyak dan melimpah. Saya tahu, Muhammadiyah menghadirkan itu semua bukan hanya soalan kuwantitas tapi juga kuwalitas," tambahnya.

Sehingga, sebagai penyandang Islam Berkemajuan serta didukung banyaknya jumlah amal usaha yang dimilikinya. Muhammadiyah diyakini mampu menjawab tantangan di era 4.0. Jokowi memberi tantangan kepada Muhammadiyah untuk bisa menjawab persoalan abad informasi ini dengan membuka jurusan-jurusan baru yang memang memiliki fokus pada perkembangan post industrial.

"Perubahan ini harus kita respon dan waspadai, karena diprediksi 3000 kali lebih cepat dari kecepatan perubahan industri jilid pertama," ucap Jokowi.

Distrubsi industri tahap ini tidak bisa dihindari, tapi harus dihadapi. Percepatan gerakan zaman harus diantisipasi oleh perguruan tinggi, karena dampak yang ditimbulkan akan besar dan mengakar. Perubahan tersebut akan berdampak pada bergesernya landscape budaya, tradisi, sosial, politik dan ekonomi setiap bangsa. Maka, diperlukan kehati-hatian dan ketepatan dalam menjawab tantangan ini.

"Hal ini perlu direspon, khususnya Universitas yang dimiliki Muhammadiyah melalui riset yang bisa dilakukan. Sehingga bisa mulai melakukan penjurusan diperkuliahan yang memiliki kefokusan pada tantangan abad percepatan," tandas Jokowi.(an/muhammadiyah/bh/sya)


Share : |

 
Berita Terkait Muhammadiyah
Berusia 110 Tahun, Muhammadiyah Catat Sejarah Panjang Membangun Indonesia
Muhammadiyah Jajaki Kerjasama Baru dengan Arab Saudi
10 Sifat Kepribadian Muhammadiyah Harus Menjadi Moderasi di Dunia Medsos
Pilpres 2019, Diamnya Muhammadiyah: Teringat AR Fachruddin
Muhammadiyah Kecam Aksi Unjuk Rasa 21-22 Mei yang Berujung Rusuh
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Polri Gelar Police Movie Festival 2019: 'Together We are Strong'
Jampidsus Godok Standarnisasi Penanganan Perkara Pidana Pajak
PKS: Pemindahan Ibu Kota RI untuk Pemerataan Kurang Tepat
Walikota Surabaya Tri Rismaharini: Warga Papua, Maafkan Kami
Wakil Ketua DPR Minta Kerusuhan Manokwari Ditangani Cepat dan Tepat
Heri Gunawan: RAPBN Harus Berjalan Tepat Sasaran
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polri Gelar Police Movie Festival 2019: 'Together We are Strong'
Wakil Ketua DPR Minta Kerusuhan Manokwari Ditangani Cepat dan Tepat
Polda Metro Jaya Musnahkan Sabu 71,8 Kg dan 15.326 Butir Ekstasi, Kasus Juni-Agustus 2019
AJI Jakarta Kecam Kekerasan dan Intimidasi Polisi terhadap Jurnalis Meliput Demo di DPR
Pemindahan Ibu Kota Butuh Kajian Mendalam
PAN Siap Ikuti Langkah PKS sebagai Oposisi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]