Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Habib Rizieq
Habib Rizieq Shihab Minta Kasus Tewasnya 6 Laskar FPI Dikabarkan ke Seluruh Dunia
2020-12-23 20:14:41

Iluistrasi. Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab (HRS) meminta kasus tewasnya 6 laskar FPI yang ditembak polisi di KM 50 Tol Jakarta-Cikampek (Japek), Karawang pada Senin (7/12) lalu, dibongkar secara terang benderang dan diungkap tuntas pihak atau siapa saja aktor intelektual di balik rencana penembakan itu.

Tak hanya itu, HRS yang kini dijadikan tersangka oleh Polisi yang di tahan di sel tahanan Polda Metro Jaya terkait dugaan kasus Prokes yang disangkakan dituding melanggar UU Karantina juga meminta kasus tewasnya 6 laskar dikabarkan hingga ke seluruh dunia.

Sebab, kejadian tewasnya 6 laskar tersebut ialah kejahatan kemanusiaan.

Permintaan HRS atas kasus tewasnya 6 laskar FPI itu disampaikan Sekretaris Umum (Sekum) FPI Munarman.

"Beliau (HRS) pesan, terus bongkar sampai ke perencana pembantaian, laporkan dan beritakan ke seluruh dunia tentang kejahatan kemanusiaan ini," kata Munarman dalam pesan singkatnya, Selasa (22/12).

Kasus tewasnya enam laskar FPI ini tengah diusut oleh Komnas HAM.

Komnas HAM mengecek langsung kondisi fisik mobil yang ditumpangi polisi dan para laskar dalam insiden di KM50 Tol Jakarta-Cikampek, Karawang.

Komnas HAM juga menyampaikan telah memeriksa sejumlah barang bukti senjata api hingga voicenote yang diduga milik 6 laskar FPI yang tewas ditembak oleh polisi di Jalan Tol Jakarta-Cikampek, Karawang, Jawa Barat.

Pemeriksaan berlangsung selama lebih dari 6 jam di Kantor Komnas HAM, Jakarta Pusat, Rabu (23/12). Perwakilan Polri dipimpin oleh Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi.

"Apa yang kami lakukan disana adalah mengecek semua barang bukti, HP, senpi, dan sajam. Kami lihat detil, bahkan dengan berbagai cara tanpa menghilangkan bentuk dan sebagainya," kata Komisioner Komnas HAM Chairul Anam di Kantor Komnas HAM, Jakarta, Rabu (23/12/2020).

Ia menyatakan pemeriksaan barang bukti itu dilakukan secara mendalam. Bahkan, kata dia, Komnas HAM juga diperbolehkan memeriksa satu per satu senjata tersebut.

"Senjata yang digunakan oleh petugas dan senjata yang digunakan oleh FPI itu detil kami lihat, kami cek, kami ditunjukkan dengan muter macem-macem dan sebagainya yang itu bisa menjelaskan kepada kami. Dan itu semoga menjadikan peristiwa ini juga terang," jelasnya.

Lebih lanjut, Anam mengungkapkan pihak Polri juga sempat menunjukkan voice note milik 6 laskar FPI sebelum tewas. Hal itu menjadi salah satu pokok pemeriksaan hari ini.

"Kami juga mengecek voice note yang ada di publik, ada voice note yang beredar, kami cek lebih detil, lebih banyak, lebih komprehensif. Dan itu dibuka semua oleh temen kepolisian di titik 0 sampai titik akhir yang terekam dalam voice note yang itu oleh Komnas HAM diolah dengan berbagai data yang sebelumnya kami peroleh," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia mengharapkan pemeriksaan ini dapat mempercepat investigasi yang tengah dilakukan oleh Komnas HAM.

"Semoga dengan kerjasama yang cepat ini peristiwa ini cepat dapat diungkap dan dilaporkan kepada presiden dan diungkap kepada publik beberapa hal yang penting untuk menjernihkan dan menerangkan peristiwa yang terjadi," pungkasnya.(jp/bh/amp)


 
Berita Terkait Habib Rizieq
 
Achmad Midhan: Apabila Diteruskan Pengadilan Habib Rizieq akan Menciderai Rasa Keadilan Masyarakat
 
Habib Rizieq dan Dirut RS UMMI Jadi Tersangka Kasus Tes Swab
 
Kerja Komnas HAM Sungguh Mengecewakan
 
KontraS: Penembakan Laskar FPI adalah Pelanggaran HAM
 
Pesantren HRS Digugat, Marzuki Alie Kirim Pesan Tegas ke Mahfud MD: Aset Umat Jangan Dihabisi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kudeta Myanmar: Aung San Suu Kyi Muncul di Pengadilan, Unjuk Rasa Terus Berlanjut
HNW Suarakan Penolakan Perpres Investasi Miras
Soal Perpres Miras, Sekum PP Muhammadiyah: Pemerintah Harus Lebih Bijak
Polsek Samarinda Ulu Menangkap 2 Residivis dan Barang Bukti 1 Kg Sabu
2 Pelaku Penipuan Berkedok Undian Berhadiah Melalui SMS Dibekuk
Pembukaan Investasi Miras Ancam Kehidupan Rumah Tangga Keluarga Indonesia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Pembukaan Investasi Miras Ancam Kehidupan Rumah Tangga Keluarga Indonesia
HNW: Masyarakat Menolak Penghapusan Santunan Korban Covid-19
Waketum MUI: Kerumunan Jokowi dan Rizieq Cukup Dihukum Denda
Jokowi Bagi Suvenir Picu Kerumunan di NTT, Munarman: Bisa Kena Pasal Penghasutan
Masyarakat Yang Tolak Vaksin Harus Jadi Perhatian Pemerintah
Data BPBD: Jumlah RW Tergenang Banjir DKI Lebih Rendah Dibanding Tahun 2015
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]