Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Habib Rizieq
Habib Rizieq Mendukung Prabowo Maju Calon Presiden 2019
2018-03-25 06:51:33

Ilustrasi. Tampak Habib Rizieq Shihab dan Prabowo Subianto.(Foto: twitter)
JAKARTA, Berita HUKUM - Wasekjen Partai Gerindra, Andre Rosiade, mengunjungi Ketua Umum Front Pembela Islam (FPI), Habib Rizieq Shihab (HRS) di Makkah, Arab Saudi, pada Rabu (21/3) malam pukul 21.30 waktu setempat. Dalam pertemuan tersebut, Andre menyampaikan bahwa Gerindra segera mengusung Prabowo Subianto sebagai Calon Presiden (Capres) Republik Indonesia 2019.

''Saya menyampaikan dalam pertemuan itu bahwa Gerindra akan mengumumkan Pak Prabowo sebagai capres di bulan April 2018,'' kata Andre ketika dikonfirmasi Antara dari Jakarta pada, Kamis (22/3).

Habib Rizieq pun, kata Andre, mendorong Gerindra membangun koalisi bersama PKS, PAN dan PBB pada Pemilu 2019. Rizieq sangat mendukung pembentukan koalisi 4 parpol. Apabila koalisi tersebut tercipta, Rizieq akan menyerukan umat Islam untuk memberi dukungan penuh.

"Partai Gerindra sudah jelas arahnya akan mendukung Pak Prabowo sebagai calon Presiden 2019. Soal koalisi, kami juga sudah semakin serius dengan PKS. Tidak menutup peluang juga untuk PAN dan PBB bergabung. Insya Allah, kekuatan itu cukup untuk mengalahkan rezim saat ini," ungkap Andre.

Andre Rosiade juga mengatakan, Ketua Umum Prabowo Subianto ikut merespons positif keinginan Habib Rizieq itu.

"Kami mengapresiasi permintaan dari Habib (Rizieq Syihab). Ketua umum sudah tahu. Beliau (Prabowo) tentu mengapresiasi setiap masukan yang ada. Apalagi kalau masukan dari ulama," kata Andre.

Ia melanjutkan soal imbauan Habib Rizieq, "Tentu kami mengapresiasi imbauan dari HRS," ujar Andre.

Partai Gerindra akan mendeklarasikan ketua umumnya Prabowo Subianto sebagai calon presiden (capres) pada Pemilu 2019, di Jakarta pada April 2018. Pembicaraan soal Prabowo Subianto sebagai capres di internal Partai Gerindra sudah selesai.

Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria, Jumat (23/3) mengatakan partainya masih mencari waktunya yang tepat. Pihaknya juga masih mencari tempat yang representatif untuk penyelenggaraan deklarasi.

Partai Gerindra, kata Ahmad, sampai saat ini terus membangun komunikasi politik dengan partai-partai politik lainnya untuk membangun penyatuan visi sebagai mitra koalisi. "Kami meyakini ada lebih dari dua partai politik yang akan berkoalisi dengan Partai Gerindra," katanya.

Ahmad mengatakan Partai Gerindra telah membangun komunikasi politik yang intensif dengan Partai Keadilan Sejahtera (PKS) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Partai Gerindra, kata dia, juga membangun komunikasi politik dengan Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), Partai Demokrat, dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

"Komunikasi dengan partai-partai politik calon mitra koalisi, juga membahas soal figur pendamping Prabowo Subianto,'' katanya. ''Ini harus dibicarakan secara hati-hati, agar semua partai politik yang menjadi mitra koalisi dapat berkenan.''(Antara/rol/bh/sya)


 
Berita Terkait Habib Rizieq
 
Bukan Masalah Overstay seperti Jamaah Umroh, Habib Rizieq Tidak Pulang karena Persoalan Politik
 
Dahnil Anzar: Narasi Rekonsiliasi Lebih Tepat untuk Habib Rizieq
 
Habib Rizieq: Sengaja Membakar Bendera Tauhid, Pelakunya Dihukum Murtad dan Harus Baca Syahadat Lagi
 
Doa Untuk Bangsa, Ustadz Abdul Somad Berlinang Air Mata Doakan Habib Rizieq dari Monas
 
Habib Rizieq Perlu Mendapat Perlindungan
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Harapan SBY Kepada Jokowi: Kekuasaan Itu Bukan untuk Menakut-nakuti Rakyat!
Volume Sampah Saat Lebaran di DKI Jakarta Capai 2.195 Ton
Wawancara Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah Tak Kantongi Izin Kemenkumham
Jelang Penerapan 'New Normal', Pemerintah Perketat PSBB di 4 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota
Amien Rais Sebut New Normal Itu Pengelabuan dan Menyesatkan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Mulai Diadili dalam Kasus Dugaan Korupsi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Polri Tutup Pintu Masuk Arus Balik Menuju Jakarta
Polri Tangkap 2 WNA dan Sita 821 Kg Sabu
Hadiri Rapat Panja Omnibus Law Cipta Kerja, Fraksi PKS Nyatakan Oposisi
Muhammadiyah Menolak Berdamai dengan Covid-19
Netty Prasetiyani: 'Indonesia Terserah' Muncul karena Pemerintah Plin-Plan Soal PSBB
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]