Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Habib Rizieq
Habib Rizieq: Sengaja Membakar Bendera Tauhid, Pelakunya Dihukum Murtad dan Harus Baca Syahadat Lagi
2018-10-24 10:19:09

Tampak suasana saat acara Milad ke-1 Front Santri Indonesia (FSI) sekaligus Deklarasi Santri Militan Pengawal Komando Habib Rizieq, Selasa (22/10).(Foto: twitter)
BOGOR, Berita HUKUM - Imam Besar umat Islam Habib Rizieq Shihab memberikan Sambutan melalui rekaman suara yang membius ratusan ribu jama'ah yang hadir pada acara Milad ke-1 Front Santri Indonesia (FSI) sekaligus Deklarasi Santri Militan Pengawal Komando Habib Rizieq, Selasa (22/10).

Dalam pernyataannya yang didengar langsung oleh ratusan ribu jama'ah yang hadir di Lapangan Masjid Amaliyah, Ciawi, Bogor Jawa Barat, Habib Rizieq memberikan apresiasi dan penghargaan yang tinggi pada FSI dan Ketua Umum nya Habib Hanif Alatas, serta untuk semuanya yang terlibat dalam acara ini khususnya terima kasih yang teristimewa untuk seluruh Santri yang hadir di Milad FSI.

"Semoga semua mendapat barokah limpahan rahmat dari Allah SWT", kata Habib Rizieq.

Lalu beliau menyatakan:

"Pertama, kita serukan para Santri agar semakin giat menimba ilmu agama, amal sholeh dan makin semangat membela agama, bangsa dan negara."

"Saya serukan pada seluruh Santri dan Ulama, juga Capres kita Prabowo dan Sandiaga Uno untuk menjunjung tinggi Kalimat Tauhid. Ayo kita tanamkan dalam-dalam di hati kita, kecintaan kepada Kalimat Tauhid."

Habib Rizieq kemudian menjelaskan betapa pentingnya Kalimat Tauhid.

"Kalimat Tauhid bukan kalimat main-main tetapi ucapan yang mulia dan agung, Rukun Islam yang pertama dan menjadi syarat untuk masuk ke dalam Islam. Itu inti keimanan seorang Muslim dan sebaik-baiknya dzikir."

"Kalimat Tauhid menjadi bagian terpenting dalam dzikir dan Ratib kita. Karena itu adalah sebaik-baiknya dzikir", lanjut beliau.

"Kalimat Tauhid dijunjung umat Islam sepanjang masa. Saking mulianya Kalimat Tauhid, maka tertulis di dalam Panji Rasulullah, Bendera itu selalu mendampingi Nabi dan Sahabat dalam setiap medan juang Islam."

"Kita sangat murka tatkala ada gerombolan bajingan di Garut membakar Bendera Tauhid, itu sungguh biadab, apapun alasannya, hukumnya adalah haram, bahkan jika dilakukan dengan sengaja pelakunya dihukum Murtad, sehingga harus membaca syahadat kembali jika ingin masuk Islam!", tegas Habib Rizieq.

"Pimpinan gerombolan bajingan berkelit bahwa yang dibakar bendera HTI, padahal di bendera itu tak ada tulisan HTI. Pendusta, kau!", demikian tamparan tekak beliau.

Lalu beliau memberikan saran, "Jangan beralasan, akui saja kesalahan, lalu minta maaf, bertobat dan kembali masuk islam."

Kemudian beliau mendoakan agar yang membakar Bendera Tauhid dilaknat oleh Allah SWT.

"Hancurkan siapapun ya Allah.. yang membakar Kalimat Tauhid dan siapapun yang terlibat di dalamnya."

"Andai pun.. Andai pun... Anda pun.. Ituu bendera HTI yang bertuliskan Kalimat Tauhid, tetap tidak boleh membakar Bendera Tauhid, tetap tidak boleh."

"Jika benci HTI silahkan hapus tulisan HTI nya, tetapi jangan bakar bendera tauhid. Jangan mau diadu domba oleh PKI dan antek-anteknya. HTI itu saudara muslimmu, jangan kau musuhi."

"Jika tak setuju dengan pemikiran HTI tentang Khilafah, hadapi dengan dialog, bukan dengan persekusi biadab."

"Stop perilaku-perilaku binatang yang menghina islam. Polisi harus tangkap aktor intelektual yang memerintahkan membakar Bendera Tauhid, proses hukum mereka semua."

"Siap tinggikan, siap agungkan, siap jaga, siap bela, siap mati untuk kalimat Tauhid? Takbir!", kata Habib Rizieq yang disambut dengan gemuruh suara Siaaap dan Allahu Akbar dari ratusan ribu massa yang hadir serta awak media termasuk Jurnalis Faktakini.com

Kemudian Imam Besar umat Islam itu melafadzkan Kalimat Tauhid yang diikuti dengan khusyu' oleh ratusan ribu jamaah yang hadir.

Lalu Habib Rizieq melanjutkan ceramahnya, "Organisasi itu hanya kendaraan perjuangan, apabila supir mabuk atau gila, ganti supirnya, segera turun dari kendaran tersebut, jangan mau diajak celaka masuk jurang."

"Siap turun dari kendaraan yang supirnya mabuk atau gila? Jangan ragu-ragu, kalau ada organisasi yang supirnya mabuk atau gila, segera keluar", pesan beliau.

Front Santri Indonesia (FSI) kemudian didoakan oleh Habib Rizieq.(faktakini/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Habib Rizieq
Dahnil Anzar: Narasi Rekonsiliasi Lebih Tepat untuk Habib Rizieq
Habib Rizieq: Sengaja Membakar Bendera Tauhid, Pelakunya Dihukum Murtad dan Harus Baca Syahadat Lagi
Doa Untuk Bangsa, Ustadz Abdul Somad Berlinang Air Mata Doakan Habib Rizieq dari Monas
Habib Rizieq Perlu Mendapat Perlindungan
Imam Besar Umat Islam Habib Rizieq Serukan Ulama dan Habaib Menangkan Prabowo-Sandi
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Tafsir 6A dan Tekanan Politik
Dr Jan Maringka: Penegakan Hukum Tidak Sama dengan Industri
Arab Saudi: Puing-puing Senjata 'Membuktikan Iran Berada di Balik' Serangan Kilang Minyak
Kejari Gunung Mas Tangkap Kontraktor Terduga Korupsi Dana Desa
Hakim Kayat Didakwa Jaksa KPK Menerima Suap Rp 99 Juta
Presiden Jokowi Ditantang Keluarkan Perppu Mengoreksi Revisi UU KPK seperti SBY
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta
Willem Wandik: Usai Pulkam, Mahasiswa Harus Kembali Kuliah
Indonesia Darurat Asap, Presiden Segeralah Bertindak!
Jokowi Tolak Penyadapan KPK Seizin Pihak Eksternal, Padahal Memang Tak Ada di Draf Revisi UU KPK
Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]