Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Habib Rizieq
Habib Rizieq: Para Mujahid Cyber, Ayo Lanjutkan Jihadmu di Medsos
2018-09-17 14:37:57

Ada 17 poin pakta integritas ditandatangani oleh Prabowo. Semuanya demi kepentingan bangsa, rakyat dan semua agama. Kepentingan yang besar, menegakkan keadilan bagi masyarakat Indonesia.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) Ulama telah resmi memberikan dukungannya kepada pasangan Prabowo-Sandi. Karena itu untuk mewujudkan kemenangan di Pilpres 2019, Imam Besar FPI Habib Rizieq Shihab menginstruksikan sejumlah simpatisannya untuk bergerak di ranah sosial media.

"Kami meminta para laskar cyber untuk terus berjihad di wilayah sosmed. Para mujahid cyber, ayo lanjutkan jihad di sosmed tanpa kenal lelah dan tanpa rasa takut. Insyaallah kemenangan akan datang," kata Habib Rizieq saat memberikan pesan suara pada acara Ijtimak Ulama Jilid II, di Hotel Grand Cempaka, Jakarta, Minggu (16/9).

Selain mengajak berjihad di sosial media, Habib Rizieq juga mengajak seluruh simpatisannya untuk bersama-sama membuat aksesoris

dukungan kepada Prabowo-Sandiaga. Tentunya, dirinya menyebut seluruh kegiatan itu harus menggunakan biaya sendiri.

"Ayo bersama sama kita buat baliho, kaos, topi, spanduk, bendera, selebaran, stiker dan aneka sarana pemenangan secara mandiri dengan uang kita sendiri dengan tulus ikhlas serta tanpa pamrih kecuali untuk mencari ridha Allah SWT untuk kebaikan negara dan bangsa," ungkapnya.

Bahkan, Habib Rizieq juga mengajak seluruh umat untuk berjuang dan menggalang kekuatan umat bersama-sama. Karena menurutnya, umat merupakan sumber logistik penentu kemenangan Prabowo-Sandiaga.

"Ayo kita jadikan kekuatan dan kebesaran umat sebagai sumber logistik yang dahsyat untuk kemenangan umat rakyat dan bangsa Indonesia. Karena itu, marilah para ulama dan Da'i kita jadikan pesantren dan majelis serta mimbar kita semua untuk memenangkan umat dan rakyat bangsa Indonesia," ucapnya.

Terakhir, Habib Rizieq juga meminta seluruh umat untuk waspada dengan kemungkinan rekayasa sistem dan tabulasi mulai dari daerah hingga ke pusat di KPU. Oleh sebab itu, nanti di April 2019, sudah saatnya umat bergerak menjadi saksi militan unutk mengawasi seluruh TPS di Indonesia.

Termasuk, lanjutnya, agar semua sistem komputer.

KPU yang digunakan untuk penghitungan segera dilakukan audit forensik. Agar tidak terjadi rekayasa sistem perhitungan di komputer KPU dari pusat hingga daerah.

"Ini kita sampaikan untuk menutup semua kecurangan teknologi komputer dalam penghitungan suara pemilu. Mari kita semua ciptakan pemilu jujur dan adil," pungkasnya.(aim/JPC/jawapos/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Habib Rizieq
Dahnil Anzar: Narasi Rekonsiliasi Lebih Tepat untuk Habib Rizieq
Habib Rizieq: Sengaja Membakar Bendera Tauhid, Pelakunya Dihukum Murtad dan Harus Baca Syahadat Lagi
Doa Untuk Bangsa, Ustadz Abdul Somad Berlinang Air Mata Doakan Habib Rizieq dari Monas
Habib Rizieq Perlu Mendapat Perlindungan
Imam Besar Umat Islam Habib Rizieq Serukan Ulama dan Habaib Menangkan Prabowo-Sandi
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun
Pemerintah Diminta Lebih Peka Penanganan Pengungsi dari Luar Negeri Pasca Perpres 125/2016
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Ketua MPR: Prioritaskan Kerja Merawat Kebhinekaan
Komite I DPD RI Desak Pemerintah untuk Percepat Pembentukan DOB
Terkait UU KPK, BEM Uhamka Usul Adakan Diskusi di Lingkungan Kampus
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Pernyataan Din Syamsuddin terkait Kasus Penyerangan atas Menko Polhukam Wiranto
Ninoy Kena Pukulan Amuk Massa, Ketum PA 212 Minta Ustadz Bernard dan Aktivis Al Falah Dibebaskan
Soal Jatah Kursi Menteri, Pemuda Muhammadiyah Dorong dari Profesional
Jokowi Tetap Dilantik
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]