Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pemilu    
 
Pemilu
Gus Fahrur: Siapapun Presiden Terpilih Harus Kita Hormati dan Dukung
2019-04-18 17:41:26

Ketua IGGI KH. Dr Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) dalam keterangan persnya, Kamis (18/4).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Pemilu 2019 telah selesai digelar. Saat ini Komisi Pemilihan Umum masih melakukan penghitungan hasil suara Pilpres, DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi dan DPRD Kabupaten/Kota.

Dari hasil hitung cepat sejumlah lembaga survei, Paslon 01 unggul dari Paslon 02. Untuk itu, Ikatan Gus Gus Indonesia (IGGI) minta seluruh peserta Pemilu dan pihak-pihak yang terlibat di dalamnya, bisa menghormati apapun hasil pemilihan yang telah selesai digelar serentak pada Rabu 17 April 2019. Keputusan demokrasi telah dibuat dan masyarakat telah memilih.

“Siapa yang akan terpilih menjadi presiden dan wakil presiden untuk periode lima tahun ke depan harus sama-sama kita hormati dan dukung. Semua pihak harus dengan ikhlas dan lapang dada, dipenuhi rasa tanggung jawab untuk keselamatan, persatuan dan kesatuan NKRI,” kata Ketua IGGI KH. Dr Ahmad Fahrur Rozi (Gus Fahrur) dalam keterangan persnya, Kamis (18/4).

Gus Fahrur juga mengimbau semua pihak yang terkait langsung dengan penyelenggaraan dan pengawasan Pemilu baik itu KPU maupun Bawaslu agar terus mengawal seluruh proses akhir dari rangkaian Pemilu 2019 ini dengan jujur, adil, dan penuh tanggung jawab sehingga menghasilkan pemilu yang berkualitas.

“Kepada seluruh tokoh masyarakat, tokoh agama hingga tokoh partai politik dimohon untuk memperkuat edukasi politik kepada warga bangsa dengan tidak menebar provokasi, ujaran kebencian dan cara cara inkonstitusional yang dapat membahayakan stabilitas nasional seperti aksi protes massal dengan people power,” ucapnya.

Gus Fahrur yang juga pengasuh pesantren An Nur 1 Bululawang, Malang ini mengatakan, seluruh aparat keamanan juga harus terus meningkatkan kewaspadaan dalam menjaga keamanan sekaligus bertindak tegas terhadap setiap potensi konflik sosial pasca pemungutan suara Pemilu 17 april 2019.

“Setiap bibit konflik yang mengarah kepada disintegrasi bangsa harus dicegah sedini mungkin. Mari jaga silaturahmi, sudah saatnya kita semua bersatu kembali karena sejatinya semua kita adalah bersaudara,” ujar Gus Fahrur.(bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Pemilu
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
DPR RI: Kinerja Mentan Amran Terbaik
Soal Pelaku Kejahatan Lintas Negara, Pemerintah Kabulkan Permohonan Ekstradisi Hongkong
Api Dalam Sekam, Jokowi Butuh Staf Khusus Bidang Aceh
Jokowi Tolak Penyadapan KPK Seizin Pihak Eksternal, Padahal Memang Tak Ada di Draf Revisi UU KPK
Din Syamsuddin: Amanat Reformasi Dikhianati Jika RUU Ubah KPK Jadi Subordinat Pemerintah
Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Jokowi Tolak Penyadapan KPK Seizin Pihak Eksternal, Padahal Memang Tak Ada di Draf Revisi UU KPK
Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR
Wakil Ketua DPR: UU Otsus Papua Perlu Direvisi
DPR RI Pilih Firli Bahuri sebagai Ketua KPK Baru Periode 2019-2023
BJ Habibie Wafat, Pemerintah Ajak Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]