Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
OTT KPK
Gubernur Kepulauan Riau Bersama Rombongan Kena OTT KPK
2019-07-11 20:38:36

Tampak Gubernur Kepulauan Riau, Nurdin Basirun saat digelandang ke kantor KPK Jakarta.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) mengamankan enam orang dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) di Kepulauan Riau. Enam orang tersebut diantaranya termasuk Gubernur Kepulauan Riau Nurdin Basirun. Mereka digelandang ke gedung KPK Jakarta, Kamis (11/7).

Dari pantauan pewarta, Nurdin yang saat ini juga sebagai Ketua DPW Nasdem Kepri tersebut tiba di gedung komisi antirasuah sekitar pukul 14.25 WIB. Nurdin mengenakan setelan serba hitam saat memasuki Gedung Merah Putih KPK. Nurdin memilih bungkam alias tak berkomentar sedikitpun kepada awak media.

Selain Nurdin kelima orang yang ikut terjaring OTT juga sudah tiba lebih dulu di Gedung KPK. Mereka terdiri dari unsur kepala dinas, kepala bidang, PNS, dan pihak swasta terbang ke Jakarta.

Dalam operasi senyap di Kepri, kemarin (10/7), KPK mengamankan uang dalam pecahan rupiah dan mata uang asing. KPK juga mengamankan uang senilai 6.000 dollar Singapura, nurdin ditangkap terkait dengan izin lokasi untuk rencana reklamasi.

Seperti diberitakan sebelumnya, KPK melakukan OTT di Kepulauan Riau, pada Rabu (10/7) malam. Febri mengatakan OTT itu terkait dengan izin lokasi rencana reklamasi di Kepulauan Riau.

“Diduga ini bukan penerimaan pertama,” kata Febri Diansyah, Juru Bicara KPK.

Febri memastikan status para pihak yang terjaring OTT akan ditentukan hari ini. Sesuai dengan hukum acara, KPK memiliki waktu 1 x 24 jam untuk menentukan status hukum pihak yang diamankan.(bh/amp)

Share : |

 
Berita Terkait OTT KPK
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Gubernur Kepulauan Riau Bersama Rombongan Kena OTT KPK
KPK Menangkap Hakim, Panitera, Pengacara dan Swasta dalam OTT di Balikpapan
Tersangka Bowo Mengaku Disuruh Nusron Wahid Siapkan 400 Ribu Amplop Cap Jempol Serangan Fajar
Master Mind Amplop 'Cap Jempol' Berisi Duit di OTT KPK Itu Diduga Seorang Menteri
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pos Indonesia Tak Boleh Ditutup
Gerindra: Demi Indonesia, Prabowo Rela Dikecam karena Bertemu Jokowi
Forum Kerjasama Agribisnis Indonesia-Singapura Tingkatkan Ekspor Hortikuktura
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Drama MRT dan 'Undertable Transaction'
Pemerintah Didesak Lakukan Upaya Nyata Atasi Masalah Sampah Plastik
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0
PKS: Prabowo Bertemu Jokowi Bukan Berarti Bergabung
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]