Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Partai Gerindra
Gerindra: Usut Tuntas Penembakan Kader Gerindra Oleh Oknum Brimob
2018-01-22 17:36:06

BOGOR, Berita HUKUM - Insiden penembakan oleh oknum anggota Brimob Polri yang menyebabkan tewasnya kader Gerindra Fernando Wowor mendapat kecaman dari berbagai petinggi partai besutan Prabowo Subianto itu.

Wakil ketua umum partai Gerindra Fadli Zon meminta pihak Kepolisian untuk mengusut tuntas kasus penembakan yang dilakukan oleh anggota Brimob di area parkir Lipss Club & Karaoke, Sukasari, Kota Bogor, pada Sabtu (20/1) dini hari tersebut.

"Turut berduka cita atas wafatnya kader @gerindra Fernando Alan Wowor oleh oknum bersenjata di luar dinas. Hukum n Keadilan harus ditegakkan!" cuit Fadli Melalui akun Twitternya Minggu (21/1)

Tak hanya itu Fadli juga mengucapkan belasungkawa dan duka cita mendalam atas tewasnya salah satu kader muda partai itu.

"Turut berduka cita atas wafatnya kader @gerindra Fernando Alan Wowor oleh oknum bersenjata di luar dinas," kata fadli.

Cuitan Fadli itu langsung mendapat respon dari rekan sesama anggota DPR RI Fahri Hamzah yang juga menyatakan duka citanya.

"Aku juga turut berduka," tulis Wakil Ketua DPR RI ini.

Sebagaimana diberitakan sebelumnya peristiwa penembakan itu juga mendapatkan kecaman dari Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria.

Dia mengatakan kejadian tersebut menunjukan sikap arogan dari oknum Brimob tersebut. Menurut Riza sebagai aparat keamanan negara, polisi seharusnya melindungi semua warga negara Indonesia.

"Kami menyayangkan penembakan oleh anggota Brimob yang menurut kami sangat tidak baik dan arogan, namanya polisi itukan aprat keamanan, harusnya melindungi, mengayomi, menjaga keamanan masyarakat, bukan malah petantang petenteng, apalagi nembak," kata Riza.

Sementara, Partai Gerindra melalui media sosial twitter resminya @Gerindra pada, Senin (22/1) menulis:

1. Menyikapi kasus penembakan yang dilakukan oknum anggota Brimob kepada salah satu keluarga kami bernama Fernando Wowor, ada beberapa hal yang ingin kami sampaikan sampaikan.

2. Keluarga besar Partai Gerindra sangat berduka, kehilangan dan terpukul mendengar kabar kepergian Nando. Dia adalah seorang adik dan kader yang baik, cerdas, religius dan memiliki loyalitas serta solidaritas tinggi, baik dalam berteman maupun dalam berpartai. pic.twitter.com/EEMqA5OeJ8

3. Pihak keluarga sudah ikhlas dan mengamanatkan kepada partai agar terus mengawal kasus ini hingga tuntas dan pelaku dapat diganjar sesuai dengan aturan hukum yang berlaku. @DivHumasPolri pic.twitter.com/N1DbXZ3XVu

4. Kepada seluruh keluarga besar Partai Gerindra untuk melepas kepergian Nando dengan doa, tabah dan tegar. Apa yang terjadi sudah suratan takdir dari Tuhan Yang Maha Kuasa. pic.twitter.com/kRIxs9mcxL

5. Mari kita berdoa sesuai agama dan keyakinan masing-masing, semoga Alm. Nando diterima di sisi Tuhan Yang Maha Kuasa.

6. Meski pelaku penembakan adalah oknum anggota Polri, Kami percaya dan mendukung penuh aparat kepolisian dapat mengusut kasus ini secara profesional, netral, adil, jujur dan transparan. @DivHumasPolri

7. Partai Gerindra akan turut serta membantu mengadvokasi dan mengungkap persoalan ini hingga jelas dan tuntas.

8. Tindakan menghilangkan nyawa orang adalah pelanggaran hukum berat yang tidak bisa dibenarkan. Terlebih, pelaku menggunakan perlengkapan alat dinas saat di luar jam tugas. pic.twitter.com/50IWlFP4mN

9. Menjadi polisi butuh seleksi. Polisi yang menjadi Brimob butuh seleksi. Brimob yang dipersenjatai juga butuh seleksi.

10. Jadi kalau ada oknum anggota Brimob yang menembak orang sampai meninggal dunia hanya karena cekcok soal parkir, dan belakangan diketahui sering pamer senjata api di sosial media, berarti ada yang salah dengan psikologinya. Polri harus berani melakukan evaluasi terkait hal ini pic.twitter.com/BfwYcNBvXN

11. Kami menghimbau kepada seluruh keluarga besar Partai Gerindra di manapun berada, agar dapat menahan diri, jangan mudah terprovokasi dan tetap solid menjaga barisan.

12. Tetap satu komando. Jangan sampai peristiwa duka ini dimanfaatkan oleh pihak tertentu yang ingin merusak nama besar partai dan berupaya mengadu domba partai dengan institusi tertentu.

13. Fernando adalah satu dari sekian pejuang Partai Gerindra yang telah gugur. Mari kita jaga semangat perjuangan Nando yang rela menghabiskan masa mudanya untuk mewujudkan cita-cita mulia partai dan berbakti kepada Bangsa, demi tegaknya Indonesia Raya. pic.twitter.com/aWwIIhkesF

14. Alm. akan tetap berjuang bersama kita, meski hadir dalam semangat. pic.twitter.com/LGAP1sWRuY.(dbs/tw/akurat/bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Partai Gerindra
Gerindra Kecewa Paspampres Cegah Anies ke Podium Piala Presiden
Capreskan Prabowo, Gerindra Klaim Sudah Bicara dengan PAN dan PKS
Gerindra: Usut Tuntas Penembakan Kader Gerindra Oleh Oknum Brimob
Mengenal Kang Ajat Cagub Jabar yang Resmi Diusung Gerindra
Hashim Bertemu Menkes Bahas Revolusi Putih
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
TNI Gadungan Ditangkap karena Tipu Gadis Jutaan Rupiah
Mukernas di Mataram, Forum Jurnalis Muslim Soroti UU MD3 dan RKUHP
Forum Jurnalis Muslim Bakal Latih Relawan MRI se-Indonesia
Pemprov DKI Jakarta Dilaporkan ke Polda Metro atas Penutupan Jalan Jatibaru Tanah Abang
Pencarian dan Evakuasi Korban Longsor Brebes Terus Dilakukan Tim SAR Gabungan
BNPB Anugerahi Penghargaan BPBD Terbaik
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Mukernas di Mataram, Forum Jurnalis Muslim Soroti UU MD3 dan RKUHP
Yusril Ihza Mahendra: PBB Siap Hadapi Sidang Bawaslu, Jumat 23 Feb 2018
Fahri Hamzah: Masyarakat Tak Perlu Takut Kritik DPR
DPR Minta Freeport Penuhi Kewajiban Divestasi dan Patuhi Kesepakatan
Pemerintah Hentikan Sementara Seluruh Pekerjaan Konstruksi Layang
Tommy Soeharto Kritik Pemerintahan Jokowi Soal Utang Membengkak
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]