Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
KPK
Gerakan Mahasiswa - Pemuda untuk Keadilan Desak Pimpinan KPK agar Copot Novel Baswedan
2019-05-06 17:46:23

Aksi Demo di depan Gedung KPK, Jakarta.(Foto: BH /mos)
JAKARTA, Berita HUKUM - Sekelompok orang yang menamakan Gerakan Mahasiswa - Pemuda Untuk Keadilan menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Kuningan, Jakarta Selatan, Senin (6/5).

Dalam aksinya itu mereka mendesak agar pimpinan KPK dapat mengevaluasi kinerja pegawainya yaitu Novel Baswedan yang sehari-hari bertugas sebagai penyidik di KPK.

"Novel salah satu oknum yang mempunyai kepentingan politik disitu. Karena sudah ada indikasi dari kubu 02 jika mereka menang, Novel akan dijadikan Jaksa Agung," ujar Korlap aksi, Mahmud Taher.

Oleh karena itu, pihaknya mendesak agar penyidik senior itu diberhentikan dari lembaga anti rasuah tersebut. "Kami akan terus meminta ke pimpinan KPK Agus Raharjo agar segera memecat Novel Baswedan," kata dia.

Selain itu, lanjut dia, pihak internal KPK juga tidak boleh melibatkan unsur politik dalam menjalankan tugas dan fungsinya sehari-hari.

"Mendesak pimpinan KPK untuk membersihkan institusi KPK dari unsur permainan politik dengan cara memecat seluruh penyidik yang terlibat permainan politik," pungkasnya.

Sementara, Novel yang telah kembali beraktivitas menjadi penyidik senior di KPK. Kasatgas perkara e-KTP itu sebelumnya tak aktif bekerja, karena harus menjalani perawatan medis hingga ke RS di Singapura karena kedua matanya akibat teror air keras oleh orang tidak dikenal.

Diketahui, Novel mengalami teror air keras oleh orang tak dikenal pada 11 April 2017. Namun, sampai kini, Kepolisian belum juga berhasil mengungkap kasus itu.(bh/mos)


 
Berita Terkait KPK
 
KPK Harus Cepat Dalami Fakta Sidang Soal Pertemuan Wahyu Setiawan Dan Sekjen PDIP
 
KPK Tegaskan Tolak Pembebasan Koruptor Karena COVID-19
 
ICW: KPK di Bawah Kepemimpinan Firli Bahuri Minim Prestasi, Surplus Kontroversi
 
Judicial Review, Ahli: Dewan Pengawas Hancurkan Independensi KPK
 
Ada Matahari Kembar di KPK?, Firli Bahuri: Tak Ada itu Wadah KPK Independen
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Sosialisasi Jamu Herbal Kenkona di Depok, Ketum HMS Centre Yakin Tak Sampai 5 Persen Terpapar Covid19 di Indonesia
Kabaharkam Serahkan Ribuan APD Covid-19 Bantuan Kapolri untuk RS Bhayangkara Polda Jawa Timur
Kasus Kondensat BP Migas - TPPI, Terdakwa: Pemberian Kondensat Kepada PT TPPI Berdasarkan Kebijakan Pemerintah
Dekan FH UII: Guru Besar Hukum Tata Negara Kami Diteror!
Lindungi Warga DKI, Anies Pasang Badan
Beberapa Hari Dibuka, Ratusan Sekolah di Korsel Harus Ditutup Lagi karena Lonjakan Kasus Covid-19
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Ternyata Sebelum Ruslan Buton, Khoe Seng Seng Juga Sudah Lebih Dulu Minta Jokowi Mundur
Inilah Pernyataan Pers PP Muhammadiyah Tentang Pemberlakuan New Normal
Polri Siap Masifkan Protokol New Normal
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Polri Tutup Pintu Masuk Arus Balik Menuju Jakarta
Polri Tangkap 2 WNA dan Sita 821 Kg Sabu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]