Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
#2019GantiPresiden
Gerakan #2019GantiPresiden Makin Didukung
2018-08-09 13:04:37

Ilustrasi. Direktur Roda Tiga Konsultan mengatakan penggunaan tagar #2019GantiPresiden berjaya di facebook dan whatsaap.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Gerakan #2019GantiPresiden dalam beberapa bulan terakhir tengah ramai diperbincangkan dalam kancah politik nasional. Gerakan ini muncul buntut ketidakpuasan beberapa kelompok terhadap kinerja pemerintahan Joko Widodo (Jokowi).

Hasil survei terbaru dari Roda Tiga Konsultan, memasuki Agustus 2018 sebanyak 42,7 persen responden setuju dengan gerakan #2019GantiPresiden. Sedangkan, yang menolak yakni 43,4 persen, sedangkan 13,9 persen lainnya tidak menjawab.

Angka tersebut terbilang naik jika dibandingkan dengan survei bulan April lalu. Pada waktu itu responden yang setuju dengan gerakan #2019GantiPresiden hanya sebanyak 38,3 persen. Sedangkan yang tidak setuju 36,3 persen, dan responden yang tidak menjawab 25 persen.

Melihat data tersebut, Direktur Riset Roda Tiga Konsultan Rikola Fedri mengatakan, posisi calon presiden (capres) petahana Joko Widodo (Jokowi) belum aman. Sebab, pendukungnya dan yang mengharapkan adanya pemimpin baru jumlahnya masih terbilang seimbang.

"Gerakan #GantiPresiden2019 masih 50:50, jadi Jokowi belum aman," ujar Rikola di Kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (7/8).

Rikola menuturkan, masyarakat Indonesia sendiri mayoritas mengetahui adanya gerakan #2019GantiPresiden. Hanya 37,7 persen responden yang mengaku tidak tahu gerakan tersebut.

"Publik yang tahu gerakan #2019GantiPresiden yaitu 61,1 persen, sedangkan yang tidak tahu 37,7 persen, sisanya tidak menjawab 1,2 persen," imbuhnya.

Sementara itu jika gerakan #2019GantiPresiden ini terwujud, maka ada lima nama paling potensial yang dipilih responden. Di urutan teratas ada Prabowo Subianto (26,4 persen), kemudian Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) (9,8 persen), dan Anies Baswedan (6,8 persen).

"Di posisi ketiga ada Gatot Nurmantyo (3,0 persen), Jusuf Kalla (2,9 persen), dan yang memilih di luar lima figur ini sebesar 2 persen. Sedangkan responden yang tidak menjawab 49,3 persen," pungkasnya.

Sebagai informasi, survei dilakukan pada rentang waktu 23 Juli-1 Agustus 2018. Responden yang dilibatkan sebanyak 1.610 orang dengan margin of error 2,5 persen. Survei dilakukan di 34 provinsi seluruh Indonesia, dengan metode stratified systemic random sampling.(JawaPos/dik/demokrat/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait #2019GantiPresiden
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Tingkatkan Ekonomi Masyarakat Desa Tanjung Agung Bangun Gudang Desa
Muhammad Syafrudin: Pemberdayaan SDM Penting di Daerah Kepulauan
Diduga Kasus Tambang di Bukit Soeharto, Kejati Kaltim Geledah Kantor PT Kaltim Batu Manunggal
Defisit BPJS Kesehatan Harus Diselesaikan Secara Komprehensif
Kanada Bebaskan Putri Pendiri Huawei, Proses Ekstradisi Tetap Berjalan
FOKAN Minta Para Capres-Cawapres 2019 Serius Canangkan Program P4GN
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Diduga Kasus Tambang di Bukit Soeharto, Kejati Kaltim Geledah Kantor PT Kaltim Batu Manunggal
Kapolda Metro Jaya Memerintahkan untuk Ungkap Pelaku Anarkis di Polsek Ciracas
Hakim Kabulkan Permohonan Tahanan Kota Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda
Polisi Tangkap 4 Tersangka Pembobol Kartu Kredit di Bandung dan Medan
Ditjen AHU Kemenkumham Raih Penghargaan Zona Integritas WBK/WBBM 2018 dari KemenPAN RB
Kasus Jurnalis Yusro Hasibuan, Lemkapi: Wartawan Harus Bisa Memilah Tugas Jurnalistik dengan Penyebaran Berita Bohong
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]