Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Politik
Generasi Muda Jangan Alergi Politik
2017-09-14 17:08:45

Ilustrasi. Wakil Ketua DPR RI Fadli Zon.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua DPR Fadli Zon meminta kepada generasi muda untuk tidak alergi terhadap politik. Pasalnya kehidupan di negeri ini tidak bisa lepas dari perpolitikan, untuk itu dia mengapresiasi Sekretariat Jendral yang terus menjalankan amanah Inter-Parliamentary Union (IPU) untuk memberikan pendidikan politik dengan menggelar Parlemen Remaja.

"Pendidikan politik penting diberikan kepada generasi muda. Sebab politik adalah cara mengubah keadaan di negeri ini. Maka dari itu saya harap generasi muda jangan alergi politik demi berjalanya demokrasi yang baik dan maju," paparnya sesaat sebelum membuka acara simulasi sidang parlemen remaja 2017 di ruang Abdul Muis, Gedung Nusantara II DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (14/9).

Lebihlanjut Fadli mengatakan Pendidikan politik menjadi dasar lahirnya generasi penerus dalam kancah perpolitikan, maka dari itu kegiatan ini perlu dilaksanakan terus. Pasalanya forum seperti Parlemen Remaja ini merupakan forum penting untuk menghubungkan DPR RI kapada anak-anak muda kreatif dan intelek dari berbagai pelosok Indonesia sehingga bisa salin bertukar pikiran satu sama lain demi kemajuan negeri ini.

"Berada di tengah-tengah Anda, pemuda-pemudi dari Sabang sampai Marauke, saya merasa yakin dan optimis bahwa demokrasi di Indonesia akan semakin berkembang," ungkapnya.

Parlemen Remaja tahun 2017 ini merupakan penyelenggaraan Parlemen Remaja yang ke-12. Ada 136 peserta yang merupakan hasil seleksi dari 6.800 pendaftar dari seluruh Indonesia. Besar peminat Parlemen Remaja ini, lanjut Fadli menunjukkan jika ada banyak anak muda di Indonesia yang ingin mengetahui bagaimana praktik dan proses demokrasi yang selama ini berjalan di DPR.

Dalam kesempatan itu, Politisi Partai Gerindra juga menyampaikan peran lembaga legislatif yang berfungsi untuk menyusun undang-undang sekaligus mengawasi jalannya pelaksanaan undang-undang tersebut.

"Fungsi pengawasan bisa dikatakan berjalan dengan baik apabila DPR dapat mengkritisi kebijakan pemerintah yang tidak sesuai dengan kepentingan rakyat. Sementara itu, fungsi legislasi dapat dikatakan berjalan dengan baik apabila produk hukum yang dikeluarkan oleh DPR dapat memenuhi aspirasi dan kepentingan seluruh rakyat," tuturnya

DPR tidak hanya memiliki peran untuk memproduksi undang-undang, namun juga memastikan ditegakkannya undang-undang tersebut. Di sini, fungsi pengawasan dan kontrol DPR hanya akan bisa efektif jika ia selalu mengambil posisi kritis terhadap pemerintah. Ini sesuai dengan aspirasi masyarakat menginginkan agar DPR bisa memperjuangkan aspirasi rakyat dan menyuarakan kesulitan-kesulitan hidup rakyat kepada pemerintah.(ria,mp/bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Politik
Jangan Jadikan Pembangunan Infrastruktur sebagai Komoditi Politik
Prof Din Sebut Politik Transaksional Sebagai 'Lingkaran Setan'
Tahun 2018 Akan Jadi Tahun Gaduh Politik
Generasi Muda Jangan Alergi Politik
Pembangunan Berkelanjutan Tergantung Kebijakan dan Arah Politik
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
HNW Sesalkan Teror ke Ulama Padahal Ulama Punya Peran Besar pada Indonesia
PKS 'Ngemis' Posisi Wapres ke Jokowi dan Akan Tinggalkan Gerindra?
Zulhasan Ngopi Bareng 'Buaya Cinta' Bung Hotman Paris di #KopiJohny
Yusril: PBB Minta Bawaslu Mediasi dengan KPU Selesaikan Masalah di Monokwari Selatan
Ancaman Nyata Ke Depan Bersifat Asimetris, Proxy dan Hibrida
Sukses Pemilu Tentukan Pembangunan Indonesia
Untitled Document

  Berita Utama >
   
PKS 'Ngemis' Posisi Wapres ke Jokowi dan Akan Tinggalkan Gerindra?
Dhawiya Anak 'Ratu Dangdut' Elvi Sukaesih Ditangkap Tim Ditnarkoba
Jokowi Lupa Perintahkan Menteri Atasi Banjir Jakarta
Menkeu Sri Mulyani: Pemusnahan Terbesar dalam Sejarah Bea dan Cukai
Artis Roro Fitria Ditangkap Tim Subdit I Ditresnarkoba Polda Metro Jaya
Ketum Solidaritas Alumni 212 NKRI Siap Mendukung Kemenangan Paslon No 1 Eramas
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]