Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Kasus BLBI
Gelar Silaturahmi dan Bukber, HMS Terus Berupaya Tuntaskan Skandal Kasus BLBI Gate
2017-06-18 19:32:42

Tampak suasana acara silaturahmi keluarga besar Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS).(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Acara digelar oleh Gerakan Hidupkan Masyarakat Sejahtera (HMS) dengan tema "Silaturahmi dan Buka Puasa Bersama (Bukber) serta Santunan Anak Yatim" di Komplek Hankam, Jalan Basoka Raya, Kelurahan Joglo, Kecamatan Kembangan, Jakarta Barat, Sabtu (17/6).

Sasmito Hadinagoro, selaku Ketua Umum Gerakan HMS mengingatkan kembali 'Spirit' perang Badar di bulan Ramadhan, seraya upaya menuntaskan bobroknya skandal keuangan terbesar negara yaitu kasus BLBI gate.

Dirinya, menyerukan pada masyarakat, khususnya umat Islam supaya turut serta mengawal kasus korupsi, penyalahgunaan keuangan negara supaya bangsa ini begerak kearah yang lebih baik.

"Bersama Gerakan HMS, marilah kita istiqomah, mantapkan hati dan pikiran agar tetap tegakkan, amar ma'ruf nahi munkar tuntaskan BLBI gate haruslah lebih lancar dengan spirit perang Badar di bulan ramadhan, sebagai wujud meneladani jejak Rasulullah SAW. di bulan suci ini, mari kita mantapkan semangat perang melawan korupsi yang kian merajalela di negeri ini," ujar Sasmito, di kantor Sekretariat Gerakan HMS di sela sela acara berlangsung.

Dalam acara silaturahmi Keluarga Besar HMS yang dilangsungkan di bilangan Joglo, Jakarta Barat tersebut, nampak turut hadir pula sejumlah tokoh nasional, seperti Hj Lily Wahid, ketua Dewan Pembina Gerakan HMS, Mayjend TNI (Purn) Syamsu Djalal dan Laksama (Purn) Slamet Soebijanto.

Kegiatan silaturahmi ini adalah juga merupakan agenda rutin gerakan HMS, rangkaian acara tersebut guna memperkuat silaturahmi serta saling mendoakan satu sama lainnya.

"Di bulan suci ramadhan ini, marilah kita bersama-sama menjalankan ibadah puasa dengan melakukan kegiatan-kegiatan yang positif. Saya meyakini bahwa silaturahmi ini sangat penting karena akan memperpanjang umur. Makin banyak bertemu makin banyak doa diberikan," ucapnya.

Dalam tausiyahnya, Sasmito mengingatkan publik agar bersama mengawal roda pemerintahan supaya politik anggaran benar-benar berpihak kepada rakyat. "Sejauh ini, politik anggaran meminggirkan kepentingan rakyat kecil. Sementara, para konglomerat terus mendapat fasilitas dari negara," paparnya kembali.

Gerakan HMS telah lama mengamati perilaku pemegang otoritas keuangan negara semenjak terjadinya mega skandal perbankan tahun 1998 sampai dengan era reformasi sekarang ini.

"Disinyalir dana APBN berasal dari pajak rakyat hasil jerih payah kontribusi puluhan juta petani tidak dihargai selayaknya," tegas Sasmito.

Sejalan dengan hal itu, terbukti kemuka Sasmito kalau alokasi anggaran untuk mereka dalam perbaikan irigasi tersier maupun sekunder sangat kecil.

"Karena itu, jangan bermimpi mewujudkan swasembada pangan seperti cita-cita Presiden Jokowi. Alokasi anggaran yang nilainya Rp 21 triliun tidak pernah diberikan ke petani," tuding Sasmito.

Bahkan lanjutnya mengemukakan, ada pengemplang fasilitas BLBI yang nilainya mencapai ratusan triliun hingga kini masih diberi subsidi bunga obligasi rekap.

Padahal bank-bank rekap seperti BCA, Danamon, Niaga, Permata, dll yang telah menjadi milik swasta asing telah mendapatkan keuntungan.

"Berdasarkan catatan BI, sampai akhir periode Presiden SBY, lebih dari Rp 900 Triliun dana dari APBN dipakai untuk 'bancakan' para bankir-bankir melalui mark up subsidi bunga obligasi rekap ex BLBI ini. Ini terjadi lantaran ada kolusi antara Menkeu dan Gubernur BI serta dilegalisir oleh Komisi XI DPR. Kami mengajak rakyat yang peduli dengan bangsa ini bersama Gerakan HMS tetap berjuang membebaskan negeri dari jerat utang abadi ex BLBI ribuan triliun," ungkapnya.

Sementara itu, Sekjen Gerakan HMS, Hardjuno Wiwoho menjelaskan bahwa silaturahmi ini bertujuan mempererat ukhuwah. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajang konsolidasi memantapkan komitmen bersama meningkatkan kesejahteraan rakyat.

Sebab, salah satu kunci kesejahteraan rakyat jelasnya terletak pada politik pengelolaan keuangan negara yang benar.

"Kalau uang setoran pajak rakyat terus-menerus dikorupsi oleh oknum pejabat negeri bagaimana rakyat bisa sejahtera. Semoga, acara buka puasa bersama sekaligus silaturahmi keluarga besar Gerakan HMS serta santunan anak yatim ini diridhoi oleh Allah SWT dan memberikan manfaat bagi semua," tandasnya.(bh/mnd)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Kasus BLBI
Gelar Silaturahmi dan Bukber, HMS Terus Berupaya Tuntaskan Skandal Kasus BLBI Gate
Pembebasan Bersyarat Terpidana Kasus BLBI, KPK Minta PP 99/2012 Ditegakkan
Gerindra: Jangan Berharap Kejagung Bisa Tuntaskan BLBI!
Skandal BLBI, DPR Dukung KPK Ungkap Rekor Kerugian Terbesar Selama RI Berdiri
Rachmawati: Tersangka Utama Skandal BLBI adalah Megawati
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Valentino Rossi Juara MotoGP Assen
Hacker Berulah, Microsoft Kebobolan Data Rahasia Besar
Haedar Nashir: Mengajak Orang untuk Menyelamatkan Bangsa Itu Musuhnya Berat
Nelly Juliana: Kepada Yang Terhormat : Bapak Presiden Jokowi
Inilah 13 Tuntutan dan Ultimatum Arab Saudi pada Qatar
Lebih 100 Orang Hilang Akibat Longsor Menghancurkan 40 Rumah di Sichuan, China
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Tempat Ahok Bukan di Mako Brimob, Namanya Juga Lapas Mana ada yang Kondusif dan Nyaman
Polisi Menangkap 7 Tersangka Kasus Perampok Modus Gembos Ban di SPBU Daan Mogot
Kronologi OTT Kasus Suap Gubernur Bengkulu dan Istri, KPK Sita Rp 1 M
Para Pemimpin Agama dan Adat Dunia Terjun 'Melindungi Lingkungan'
FMIG Kecam Tindakan Oknum Brimob Lakukan Kekerasan terhadap Wartawan Antara
Yusril Menyambut Baik Tawaran Rizieq Membentuk Forum Rekonsiliasi dengan Pemerintah
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]