Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Pembacokan
Gara-gara Cekcok, Anak Tega Bacok Sang Ayah dengan Clurit
2019-01-31 15:02:31

Tampak Kapolsek Cengkareng Kompol Khoiri saat jumpa pers i Polsek Metro Jakarta Barat, Kamis (31/1).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - PI (24) tidak terima dinasehati sama orangtuanya ketika cekcok, melakukan pembacok terhadap ayahnya dengan celurit. Sang ayah, Abdurachman bin H Sadin (60) roboh di rumahnya, Jalan Kapuk Sawah, Kapuk, Cengkareng, Jakarta Barat, Selasa (29/1).

Kapolsek Cengkareng Kompol Khoiri mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan, bahwa pelaku saat melakukan pembacokan terhadap ayahnya dipengaruhi narkotika.

"Pelaku PI telah mengkonsumsi narkoba sejak 2 tahun terakhir," ucap Khoiri di Polsek Metro Jakarta Barat, Kamis (31/1).

Sebelumnya, saat PI bersama temannya Udin dan Yudi sedang kumpul di Pos RT. Mereka terlibat cekcok dengan tetangganya yang sedang menservis TV.

"Korban meminta pelaku pulang, tapi pelaku marah, katanya kenapa bapaknya ini malah belain orang lain bukan belain anak sendiri," ujar Khoiri kepada wartawan, pada Rabu (30/1).

Abdurachman menilai percekcokan anaknya dengan tetangga itu sama-sama salah. Mendengar jawaban itu, PI naik pitam dan mengambil celurit. Tanpa berpikir panjang, ia mengayunkan celurit hingga mengenai leher korban.

"Korban sempat dilarikan ke rumah sakit, namun nyawanya tak tertolong," kata Khoiri.

Kanit Reskrim Polsek Cengkareng AKP Antonius menjelaskan, PI ditangkap di rumahnya. "Kita amankan tersangka PI yang merupakan anak kandung korban," ujarnya.

PI dijerat Pasal 351 ayat (3) KUHP tentang penganiayaan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. Acaman hukumannya adalah penjara 7 tahun penjara.(bh/as)


Share : |

 
Berita Terkait Pembacokan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kepala Balai Karantina Pertanian Semarang Akan Tuntut Balik Polda Jateng dan PT Katama Surya Bumi
Sambangi Komnas HAM, LKBHMI Minta Dalang Kerusuhan 21-22 Mei di Ungkap
Amien Rais: Seorang Muslim Tidak Boleh Berpikir Kalah di Dunia, Menang di Akhirat
Mahasiswa Hukum UBK Lakukan Penelitian di PPWI terkait UKW
Pukul Hakim di Persidangan, Tomy Winata Himbau DA Agar Patuh dan Taat Hukum
Pos Indonesia Tak Boleh Ditutup
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0
PKS: Prabowo Bertemu Jokowi Bukan Berarti Bergabung
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]