Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

EkBis    
 
Garbi
GARBI: Divestasi Freeport, Indonesia Diakali McMoran dan Rio Tinto?
2019-01-17 17:25:55

Tampak Hidayat Matnoer saat menjadi pembicara Diskusi Publik, tema, "Divestasi Freeport, Indonesia Untung atau Buntung," yang digelar di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta pada, Rabu (16/1).(Foto: BH /mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Setelah melewati hampir setengah dasawarsa, tepatnya 51 tahun Indonesia melalui Inalum (holding) memiliki saham 51% saham Freeport (PTFI) dari sebelumnya hanya 9,36%. Namun apakah Indonesia benar-benar untung atas divestasi Freeport? Atau Indonesia lemah dan kalah oleh FCX (Freeport McMoRan) dan RIO (Rio Tinto)?

Hidayat Matnoer, pengamat Moneter dan Kebijakan Publik sampaikan,"Keuntungan yang pasti bagi FCX dan RIO adalah Freeport Mc Morran Inc (FCX) memperoleh keuntungan uang tunai dan kepastian bisnis sampai tahun 2041. Selain itu, sampai 2022, Freeport masih mendapatkan 82% Profit PTFI sebagai kompensasi membeli 40% PI RIO menjadi saham 40% dengan perbandingan 1:1," ungkapnya, saat menjadi pembicara di sesi Diskusi Publik diselenggarakan Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) bekerjasama dengan Network for South East Asean Studies (NSEAS) dengan tema, "Divestasi Freeport, Indonesia Untung atau Buntung," yang digelar di Hotel Gren Alia Cikini, Jakarta pada, Rabu (16/1).

"Rio Tinto (RIO) menerima uang berlipat dari nilai aset yang dilepasnya yaitu 258% dari nilai gross asetnya (US 1,49 miliar USD). Sementara, Divestasi Freeport (Mengambil alih PTFI) artinya juga mengambil alih utang Freeport yang saat ini sudah melebih modalnya sendiri. Presentasi debt to total rasio adalah -189,09%," papar Matnoer, yang juga merupakan penggagas Garbi DKI Jakarta.

Sebelum divestasi, PTFI diminta tanggungjawab atas kerusakan lingkungan senilai Rp185 Triliun oleh kementerian LHK dalam Kepmen LHK 175/2018 terbit pada April 2018. Beban tersebut kini menjadi tangggunjawab INALUM juga. Dimana, RIO dan FCX menekan perjanjian kerjasama Joint Venture (JV), investasi 100 juta USD pada 11 Oktober 1996. Komitmen Rio adalah sanggup mendanai ekspansi freeport di masa depan dalam porsi 40%, sebagai balasannya RIO berhak menerima pendapatan hasil produksi Grasberg sebesar porsi 40% juga. Ini yang disebut dengan partisipating interest yang dimiliki RIO di Freeport. Semenjak JV disepakati sampai 2021, jatah 40% untuk RIO hanya berlaku jika produksi mineral Grasberg Freeport di atas 118.000 ton per hari.

Dengan kata lain 100% uang dari penjualan 118.000 ton hasil tambang masuk Freeport Indonesia. Lalu, baru kalau ada kelebihan produksi di atas ambang volume itu, 40%-nya menjadi hak RIO.

Kemudian, kemuka Hidayat bahwa setelah 2021, RIO akan memperoleh 40% hasil penjualan bahan tambang produksi Freeport, tanpa ada batasan volume minimal produksi lagi. Padahal, tercatat melakukan pinjaman untuk ekspansi Freeport (PTFI) sebesar 450 juta USD pada 1998. Dalam waktu dua tahun kemudian PTFI melunasinya berikut dengan bunganya.

"Analis memperkirakan selama 22 tahun (1996-2018) RIO telah berinvestasi sebesar 1.49 miliar USD dan memperoleh keuntungan selama 22 tahun sekitar 1 miliar USD dengan rincian 477 juta (1997-2007) dan 523 juta USD (2007-2018)," jelas ekonom jebolan UI tersebut.

Tahun 2017, RIO mengalami kerugian besar. Disebutkan laporan tanggal 31 Desember 2017 kerugian ditanggung RIO atas operasional tambang Grasberg Papua sebesar USD 169 juta. Disebutkan pula bahwa nilai aset kotor (gross asset) milik RIO yang ditransaksikan dalam release ini adalah bernilai USD 1.49 Milyar. Inalum harus membayar RIO 258% dari nilai aset 1.49 miliar USD yaitu 3.85 miliar USD agar RIO mau melepaskan PI 40%nya.

Langkah tersebut adalah nilai jual yang terlalu mahal yang dilakukan INALUM. Dapat dibayangkan bahwa RIO sudah rugi di tambang Grasberg di 2017 dan kini mendapatkan uang 258% dari nilai aset bukunya, papar Matnoer kembali.

Ditambah, "RIO tidak akan dikenakan kerugian Rp185 triliun setara 13 miliar USD akibat kerusakan lingkungan hasil investigasi kementerian LHK dan BPK. RIO untung besar sementara Indonesia buntung dari sisi negosiasi konversi PI RIO 40% menjadi milik INALUM. Namun, Indonesia harus diakui selama RIO investasi di Grasberg (1996-2018) mendapatkan pendapatan negara dari kontribusi pajak, royalti, pajak ekspor, deviden dan pungutan lain," urai Mathoer.

Rata-rata pertahun Indonesia memperoleh Rp10,8 triliun atau 744 juta USD (kurs Rp.14.500), meski tidak sebanding dengan dampak kerusakan sebesar Rp185 triliun, hasil audit BPK dan LHK 2018.

Sejarah Participant Interest RIO Masuk ke PTFI tahun 1996, Menteri ESDM menyetujui skema konsesi Grasberg ke Rio Tinto atas permintaan Freeport McMoRan (FCX) yang kemudian dikenal participating interest (PI).

Rio Tinto Plc. merupakan perusahaan pertambangan global berdiri tahun 1873 ketika sekelompok investor multinasional membeli kawasan pertambangan di Rio Tinto, Huelva, Andalusia, Spanyol dari pemerintah Spanyol. Rio Tinto secara harfiah bermakna sungai merah. Sejak itu perusahaan berkantor pusat di London itu telah melakukan berbagai merger dan akuisisi. Saat ini saham Rio Tinto diperjual-belikan secara paralel di London Stock Exchange, New York Stock Exchange, dan Australian Stock Exchange dengan kode saham RIO. Tahun 2017 nilai kapitalisasi saham RIO adalah 89,6 miliar USD dengan dividen 4,95 persen dari nilai saham.

Dalam perjanjian JV intinya adalah memberikan hak atas hasil produksi dan kewajiban atas biaya operasi PTFI sebesar 40% sampai dengan tahun 2022, dengan kondisi produksi di atas level atau ambang yang sudah disepakati bersama, yang dikenal dengan istilah metal strip. Hak partisipasi yang dimiliki Rio Tinto membuat perusahaan tersebut berhak atas 40% bagian hasil dari tambang yang dihasilkan PTFI. Di sisi lain, Rio Tinto juga ikut menanggung sebesar 40% biaya operasi tambang di Papua tersebut.

Setelah itu, PTFI menerbitkan saham baru yang diborong pemerintah, sehingga porsi sahamnya bisa mencapai 51% sekaligus mendilusi struktur kepemilikan saham sebelumnya. Dalam konversi PI menjadi Saham, Inalum harus merelakan 82% keuntungan PTFI untuk McMoran sampai 2022 agar PI 40% dikonversi menjadi saham 40% dengan perbandingan 1:1.

Sedangkan, 82% economic interest sampai 2022 diberikan kepada Freeport adalah bentuk kekalahan pertama. INALUM menjadi pemegang saham mayoritas akhir tahun 2018 tapi baru menikmati kepemilikannya setelah tiga tahun yaitu pada tahun 2022 nanti.

Sebelum restrukturisasi, FCX memegang saham PT FI sebesar 81,28 persen secara langsung dan 9,36 persen secara tidak langsung melalui PT Indocopper Investama (PT II) alias total 90,64 persen. Namun demikian, tambang di Grasberg Papua tidak langsung dioperasikan sendiri oleh PT FI, melainkan melalui sebuah Joint Venture (JV) antara PT FI dengan RIO. Dalam JV ini RIO berhak atas 40 persen dari hasil tambang. Dalam kesepakatan transaksi restrukturisasi, Inalum membeli keseluruhan hak RIO pada JV seharga 3,5 miliar dolar AS secara tunai dan membeli seluruh saham PT II dari FCX seharga 350 juta dolar AS secara tunai. Hak di JV tersebut selanjutnya akan dikonversi menjadi saham di PT FI. Dengan demikian, pasca divestasi, JV menjadi tidak eksis.

Eksekusi kesepakatan kedua transaksi tersebut menjadikan Inalum sebagai pemegang 51,2 persen saham PT FI dan FCX memegang 48,8 persen sisanya. Selain itu, disepakati bahwa FCX tetap menjadi pengendali operasional PT FI. Ini merupakan kekalahan kedua.

Apabila, restrukturisasi tidak berjalan maka pendapatan dividen ke negara berkurang mulai 2022 karena RIO akan langsung mendapatkan 40% hak atas produksi Grasberg hingga 2041.

Nyatanya, RIO telah dianggap merusak lingkungan Papua atas operasi di Grasberg yang tidak ramah lingkungan. Hal tersebut diketahui dari audit Bapak dan surat LKH kepada Freeport.

Menurut Matnoer menjelaskan Kekalahan Indonesia dalam divestasi freeport diantaranya adalah yang pertama (1), Konversi Participant Interest menjadi Share Interest (SAHAM) dengan perbandingan 1:1 dimana McMoran masih mendapatkan 82% economical interest sampai 2022. Harusnya, McMoran hanya mendapatkan jatahnya saja 48,8% deviden sejak 2019. (2) Freeport tetap menjadi pengendali operasional sampai 2022.

Selanjutnya, yang ketiga (3), Struktur Direksi Strategis PTFI masih dikuasai pemilik lama. (4) Diperpanjangnya Freeport Sampai 2041 Tanpa keuntungan berarti bagi Indonesia di jangka pendek. (5) Kerusakan Lingkungan Rp185 triliun dinegosiasikan. (5) Inalum tidak mendapatkan Deviden sampai 2022, sementara FCX tetap dapat meski terjadi penurunan laba PTFI 2019-2022 (6) RIO Untung besar lebih dari 258% dari aset 2017 yang seharusnya aset RIO sudah mendekati nol karena kontrak 2021 hampi habis. (7) INALUM harus mengeluarkan aset lancarnya (cash) sebesar Rp5,1-10,4 triliun atau 351 juta-720 juta USD dari perusahaan holding untuk membayar kupon global bond 4 miliar USD dalam kurun 2019-2022. Belum termasuk membayar pokok utang jatuh tempo 3 tahun (2019-2022) senilai 1 miliar USD.

Tak pelak para analis menduga bahwa pemilik global bond sebesar 4 milar USD itu adalah pemilik lama para investor dari RIO dan FCX..

"Cukup disayangkan, publik tak mendapatkan informasi siapa sebenarnya pemilik dari global bond tersebut? Mungkin jika ada audit investigasi yang melibatkan multinasional baru akan terkuak. Namun hal tersebut sangat kecil kemungkinannya dapat terjadi,: ungkap Matnoer.

"Inalum hanya 'cangkang' keuangan, keuntungan pemilik lama sekarang diperoleh dari 6% kupon diterima Inalum sebagai dividen PTFI. Sebuah konspirasi keuangan paling dasyhat terjadi di dunia, setelah 'watergate' di Amerika," pungkas Matnoer.(bh/mnd)

Share : |

 
Berita Terkait Garbi
Wacana Pembentukan Pansus Freeport Mulai Mengemuka
Wahh, Sudirman Said Ungkap Pertemuan Rahasia Jokowi dan Bos Freeport terkait Perpanjangan Izin
Komisi VII Kawal Masalah Kerusakan Lingkungan Akibat Tambang Freeport
Pendapatan Anjlok, Freeport Tak Bakal Bagi Dividen Hingga 2020
Otto Hasibuan: Ada Potensi Kerugian Negara Dalam Pembelian 51% Saham Freeport
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Jelang Pengumuman KPU 22 Mei, Kapushidrosal: Tetap Bersikap Netral
BNN Menangkap 4 Tersangka Sabu 50 Kg dan Ekstasi 23 Ribu Butir dari Malaysia
Resmob PMJ Menangkap Wanita Pengemar Game Mobile Legend yang Bobol Bank Rp1,85 M
Apakah AS Akan Berperang dengan Iran?
Komisi IX Psertanyakan Kinerja Pemerintah Atasi Pengangguran
KSBSI DKI Jakarta Pastikan Tidak Lakukan Aksi Pada 22 Mei
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Resmob PMJ Menangkap Wanita Pengemar Game Mobile Legend yang Bobol Bank Rp1,85 M
BPN Menang 2 Gugatan di Bawaslu: Bukti Konstitusional, Bukan Makar
Bawaslu Akhirnya Putuskan Sistem Input Situng KPU Ada Pelanggaran
Perlawanan dan Surat Wasiat Prabowo
Amien Rais: Sekarang Kita Tak Lagi Pakai People Power, Tapi ....
Pemerintah Didesak Segera Investigasi Tragedi Pemilu 2019
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]