Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Hoax
Fahri Hamzah: Sekarang Ketua Biang Keroknya Sudah Ketahuan Ya Tangkap Dong
2019-02-10 06:35:42

JAKARTA, Berita HUKUM - Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah turut mengomentari Seracen sebagai penyebar berita bohong/ hoax yang kembali mencuat di Tanah Air. Dimana baru-baru ini, Facebook mengumumkan telah melakukan pemblokiran terhadap beberapa akun terkait Saracen.

Dalam keterangannya, Facebook menyertakan halaman dari Permadi Arya atau yang dikenal dengan nama Abu Janda kedalam sindikat tersebut dan akun media soial facebooknya telah dihapus oleh Facebook.

Grup Saracen juga dikenal mengunggah konten ujaran kebencian dan berbau SARA berdasarkan pesanan. Tujuan mereka menyebarkan konten tersebut semata alasan ekonomi.

Para pelaku menyiapkan proposal untuk disebar kepada pihak pemesan. Setiap proposal ditawarkan dengan harga puluhan juta rupiah.

Melalui akun Twitternya Fahri Hamzah yang juga sebagai Pendiri Gerakan Arah Baru Indonesia (GARBI) yang kini Ormas berkembang pesat, mengatakan sebaiknya penegak hukum segera bertindak. Isu Saracen yang dituduhkan kepada kelompok lain dan tidak terbukti telah mencoreng nama penegak hukum.

Sekarang, lanjut Fahri "ketua biang keroknya sudah ketahuan ya tangkap dong" tegas Fahri.

Terkait data resmi yang dirilis Facebook tersebut, Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah menuntut aparat bertindak.

Berikut pernyataan Fahri Hamzah di akun twitternya #2019AwalPerubahan @Fahrihamzah pada, Sabtu (9/2) menulis:

"Pagi2 saya berpikir sebaiknya penegak hukum segera bertindak. Isu #Seracen yg dituduhkan kepada kelompok lain dan tidak terbukti itu telah mencoreng nama penegak hukum. Sekarang ketua biang keroknya sudah ketahuan ya tangkap dong. #SaveAPH".

Dalam hingar bingar pertarungan politik ini, yang paling harus kita jaga dan pertahankan adalah Aparat Penegah Hukum (APH). Jangan sampai mereka diseret masuk gelanggang dan ikut bertarung. Jangan mau dipuji oleh orang gila yang punya motif uang dibalik politik.

Ada kelompok, yang setiap hari memuji APH lalu menjejali keharusan advokasi kepada suatu kelompok yang kadang fiktif. Dan APH kita terseret memburu pepesan kosong. Dari luar lalu kita melihat, kok ada yang tidak adil dan tidak benar. Kita harus ingatkan.

Biarlah kita mengambil resiko dianggap tidak mendukung APH kita daripada terlibat merusaknya. Kecintaan kita pada APH adalah cinta mati. Karena kita tidak punya alternatif. Bangsa dengan APH tidak dihormati adalah bangsa diambang perang saudara. Kita gak mau.

Saya mohon maaf akan membuat kritik terus kepada penegak hukum jika nampak mulai terseret arus seperti dalam kasus #Seracen yang bahkan telah membawa presiden @jokowi bikin komentar seolah ada. Sekarang malah berbalik. Ada orang gila rupanya di sebelah sana.

Orang gila jangan dibiarkan berkeliaran, apalagi yang telah mengumumkan diri sebagai orang gila, dengan mengumumkan berita bohong yg dia ciptakan sendiri, bukan karena dibohongi orang. Banyak yg beginian sepertinya dibiarkan, sementara seniman dan politisi kena buru.

Mari kita dukung penegak hukum kita untuk segera bergeser ke tengah. Hadirlah di tengah rakyat sendiri. Jangan hidup dalam fantasi yang dibuat orang lain. Mari luruskan yang nampak bengkok dan jangan takut berkata benar apapun resikonya. Ini jihad, jangan takut!

Kita sayang polisi, kita cinta jaksa yang bersih dan lurus mandiri. Kita cinta hakim yang punya integritas dan tegak lurus sebagai wakil Tuhan di muka bumi. Tapi, caranya adalah dgn berkata benar bukan dgn memuji meski salah dan salah arah. Kita hrs ikhlas mencintai!

Apabila karena mencintai kita terluka, biarlah. Keikhlasan diuji di situ. Asalkan negara ini tetap ada bersama aparat yang dihormati dan dihargai. Apa gunanya pesta hura2 dibatas kematian jiwa bangsa berupa aparat negara yang culas dan berkhianat pada kebenaran sejati.

"Inilah yang diingatkan #BungKarno dulu, "Perjuanganku lebih mudah karena melawan penjajah. Tapi perjuangan kalian akan lebih berat, karena melawan saudara sendiri," itulah yang pernah dikatakan Ir. Soekarno, presiden pertama Kita. Bersabarlah bangsaku. Sekian. #SaveAPH" tulis Fahri.(dbs/tw/bh/sya)


Share : |

 
Berita Terkait Hoax
Boni Hargens: Politik Indonesia Sudah Masuk era 'Post-Truth Society'
Siarkan Berita Hoax Prabowo Kampanye di Padang, Andre Rosiade Akan Laporkan Metro TV ke Dewan Pers
Arief Poyuono: Pertengkaran dan Adu Domba Dirinya di Twitter dengan Ferdinan Hutahaean Adalah Hoax
FSP LEM SPSI DKI Jakarta Deklarasikan Pemilu Damai Tanpa Hoax
Khilafatul Muslimin Dukung Pemilu 2019 Damai Tanpa Hoaks
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
DKPP Mesti Periksa Komisioner KPU Yang Coba Curangi Perhitungan Suara Pilpres
Korea Utara Klaim Uji Coba 'Senjata Baru'
Sebut Ada Kecurangan Massif, Fahri Hamzah: Kita Harus Serius dan Bersatu
Real Count C1 TPS oleh BPN Sudah 600 Ribu Lebih, Prabowo-Sandi Menang 62 Persen
Pasca Pemilu, Muhammadiyah Memandang Perlunya Rekonsiliasi Nasional untuk Tegaknya Kedaulatan dan Persatuan Indonesia
Gus Fahrur: Siapapun Presiden Terpilih Harus Kita Hormati dan Dukung
Untitled Document

  Berita Utama >
   
DKPP Mesti Periksa Komisioner KPU Yang Coba Curangi Perhitungan Suara Pilpres
Sebut Ada Kecurangan Massif, Fahri Hamzah: Kita Harus Serius dan Bersatu
Prabowo: Saya Akan Jadi Presiden Untuk Semua Rakyat, Termasuk Pendukung Jokowi
Warisan Yang Akan Ditinggalkan Prabowo Untuk Indonesia
Prabowo Resmikan Masjid Nurul Wathan yang Dibangunnya
Fahri Hamzah Tegaskan Pentingnya Independensi Lembaga Perwakilan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]