Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
FPI
FPI Minta Aparat Profesional Soal Penyerangan Rumah Simpatisannya di DIY
2019-04-08 08:26:08

Tampak Markas FPI di Gamping Jogjakarta diserbu gerombolan massa brutal.(Foto: Istimewa)
YOGYAKARTA, Berita HUKUM - Beredar video melalui media sosial yang berisikan cuplikan-cuplikan tindakan aksi brutal premanisme yang diduga dari anggota dan relawan salah satu partai politik peserta Pemilu di Yogyakarta.

Dalam video tersebut, disebut-sebut bahwa "Markas FPI Yogyakarta diserbu" dan dalam gambar video terdapat mobil bertuliskan Laskar Pembela Islam.

Atas kejadian tersebut, Dewan Pimpinan Pusat Front Pembela Islam (DPP FPI) menyampaikan pernyataan sikapnya, sebagai berikut:

Pertama, kata Ketua Umum DPP FPI Ustadz Ahmad Shabri Lubis, bahwa aksi premanisme yang dilakukan oleh oknum partai peserta Pemilu pengusung 01 tersebut merupakan tindakan di luar batas, melanggar norma hukum dan keadaban serta kesantunan politik.

"Tindakan tersebut sudah merupakan tindakan kriminal terorganisir serta pidana Pemilu yang semestinya berimplikasi pada sanksi pembatalan partai yang bersangkutan sebagai peserta pemilu," ujarnya dalam siaran persnya di Jakarta kemarin sebagaimana yang dilansir hidayatullah.com semalam, Minggu (7/4).

Kedua, DPP FPI menyatakan, walaupun keberadaan DPD - FPI Yogyakarta sudah dibekukan sejak 3 tahun yang lalu, namun masih banyak simpatisan FPI di Yogyakarta.

"Sehingga wujud kecintaan para simpatisan ke FPI adalah dengan adanya atribut dan kalimat yang terasosiasi dengan FPI di rumah maupun di kendaraan simpatisan tersebut," jelasnya.

Terakhir, DPP FPI mendesak aparat penegak hukum untuk mengambil tindakan hukum yang tegas terhadap pelaku tindakan premanisme tersebut.

DPP FPI meminta aparat keamanan agar bertindak profesional.

"Mesti dipraktikkan oleh aparat hukum untuk menunjukkan bahwa aparat hukum tetap profesional, modern, dan terpercaya," pungkasnya.

Sebelumnya diketahui, beredar video diduga penyerangan sejumlah massa yang diperkirakan simpatisan PDIP terhadap rumah simpatisan FPI DIY, menimbulkan terjadinya bentrokan dengan massa lainnya di Jl Wates-Yogya, Minggu siang (7/4).

Pantauan media, akibat bentrok itu satu unit mobil Jeep bertulis FPI di bagian kap depan tampak hancur bagian kaca depannya.

Ratusan personil kepolisian bersenjata lengkap tampak masih berjaga dan mengamankan area masuk gang menuju "markas" FPI itu juga Jl Wates-Yogya.

"Sempat terjadi bentrok dua massa di lokasi ini ("markas" FPI) tadi, tak ada korban luka atau jiwa, hanya kerusakan mobil itu ("milik" FPI)," ujar Kapolres Sleman Ajun Komisaris Besar Polisi Rizky Febriyansah yang ditemui di lokasi kutip Tempo.co, Minggu.

Dari informasi yang dihimpun, massa yang bentrok dengan warga itu merupakan simpatisan PDIP yang melintasi jalan Wates-Yogya untuk menghadiri kampanye akbar terbuka Tim Kampanye Daerah (TKD) calon presiden-wakil presiden nomor urut 01 Joko Widodo-Ma'ruf - Amin DIY di Alun Alun Wates Kulonprogo.

Lihat Video Youtube saat gerombolan massa brutal melakukan pengrusakan: https://www.youtube.com/watch?v=9JqEYlNsqmE (SKR/mas/hidayatullah/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait FPI
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pemboikotan Sawit Indonesia Oleh Uni Eropa Tidak Bisa Diabaikan
Bencana Asap Karhutla Coreng Diplomasi Sawit Indonesia
Tafsir 6A dan Tekanan Politik
Dr Jan Maringka: Penegakan Hukum Tidak Sama dengan Industri
Arab Saudi: Puing-puing Senjata 'Membuktikan Iran Berada di Balik' Serangan Kilang Minyak
Kejari Gunung Mas Tangkap Kontraktor Terduga Korupsi Dana Desa
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polda Metro Jaya Bekuk Pengedar Narkoba Jaringan Malaysia-Batam-Jakarta
Willem Wandik: Usai Pulkam, Mahasiswa Harus Kembali Kuliah
Indonesia Darurat Asap, Presiden Segeralah Bertindak!
Jokowi Tolak Penyadapan KPK Seizin Pihak Eksternal, Padahal Memang Tak Ada di Draf Revisi UU KPK
Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]