Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Narkoba
FOKAN Minta Para Capres-Cawapres 2019 Serius Canangkan Program P4GN
2018-12-12 20:04:15

Ketua Umum FOKAN Jefri Tambayong bersama dengan insan institusi dari berbagai kalangan menyatakan Tolak Narkoba.(Foto: BH /amp)
JAKARTA, Berita HUKUM - Ketua Umum Forum Organisasi Kemasyarakatan Anti Narkoba Nasional (FOKAN) Jefri Tambayong menekankan pentingnya program Pencegahan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkoba atau disingkat P4GN di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Jefri, program tersebut sebagai upaya secara bersama-sama dalam memberantas peredaran dan kejahatan narkoba di Indonesia yang sudah sangat memprihatinkan dan berbahaya, terlebih bagi generasi muda, generasi masa depan bangsa. Oleh karena itu, kata Jefri, generasi bangsa Indonesia sekarang harus segera diselamatkan dari kejahatan narkotika.

Jefri menegaskan dan sekaligus meminta kepada para calon pemimpin bangsa, baik bagi pasangan calon presiden dan wakil presiden nomor urut 01 maupun 02, yang akan bertarung dalam kontestasi Pilpres 2019, agar secara lebih serius mengimplementasikan program P4GN, sehingga Indonesia tidak kehilangan generasi bangsa masa depan.

"Ditahun 2019, tahun politik ini, kami harapkan baik pak Jokowi dan pak Prabowo mempunyai statmen yang jelas tentang program P4GN," kata Jefri kepada rekan media disela-sela acara 'Spirit Gapai Pelajar Bersih Narkoba', yang diselenggarakan di Gedung BPMJ Polda Metro Jaya, Jalan Jend. Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (12/12).

"Saat ini, pak Jokowi sudah berani melakukan hal itu. Tetapi di tahun 2019 ini kami harapkan adalah tindakan kongkrit yang lebih nyata dengan melibatkan masyarakat secara benar untuk bersinergi. Karena kalau tidak kita akan mengalami lose generation (kehilangan generasi)," cetusnya.

Jefri mencontohkan kejahatan peredaran narkotika di negara Cina. "Seperti
kehancuran yang dialami oleh Cina. Tanpa sadar akhirnya negara itu hancur, diambil oleh Taiwan, diambil oleh Hong Kong. Nah kita nga rela, kalau sampai terjadi. Seperti pak Arman Depari (Kepala Deputi Penindakan BNN) tadi ngomong, apabila generasi kita pecandu semua, nanti pemimpin kita impor. Karena banyak generasi yang sakit alias sakau akibat narkoba," ujarnya.

"Harapan kami agar lebih serius lagi, seluruh tokoh agama, tokoh masyarakat bergerak bersama untuk P4GN, perang terhadap narkoba dan merehabilitasi pecandu narkoba," lugasnya.

Lebih lanjut, Jefri menambahkan, untuk mewujudkan generasi bangsa yang bebas dan bersih dari narkoba, Fokan yang terdiri dari gabungan organisasi masyarakat anti narkoba, tahun 2019 mendatang akan lebih intens melakukan komunikasi antar organisasi, dan bersinergi dengan semua pihak serta pemerintah.

"Kedepan di tahun 2019, kami yang terdiri dari berbagai organisasi masyarakat anti narkoba, lebih memaksimalkan organisasi yang ada untuk sama-sama perang terhadap narkoba dan lebih banyak lagi memotivasi teman-teman organisasi untuk mewujudkan P4GN ini," tandasnya.

Selain itu, FOKAN ingin Undang-Undang Nomor 35 segera diratifikasi dan diundangkan.

"Kami pun setuju hukuman mati harus dipercepat, jangan lagi lama ditunda tunda. Oleh karena itu penanganan (narkoba) harus hulu dan hilir," pungkasnya.(bh/amp)

Share : |

 
Berita Terkait Narkoba
Polda Metro dan Bea Cukai Tanjung Priok Mengungkap 30 Bungkus Teh Cina Berisi Sabu 31,7 Kg
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Kejari Samarinda Musnahkan Barang Bukti Sabu dan Kosmetik, Obat-Obatan
BNN Menangkap 4 Tersangka Sabu 50 Kg dan Ekstasi 23 Ribu Butir dari Malaysia
Sat Narkoba Polres Jakbar Bersama Bea Cukai dan DEA AS Menangkap 4 Tersangka Narkoba WNA Cina
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Selama Pemerintahan Jokowi, Pertumbuhan Berkutat Hanya 5 Persen
DPR Harus Diberi Ruang Untuk Kritis
Pemerintah Harus Sadar Pentingnya Independensi DPR
Kubu Jokowi Maruf Menghina Wibawa dan Martabat 9 Hakim MK dan Lakukan Pembangkangan pada Peradilan
Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya
Kabar Pemprov DKI Jakarta Gratiskan Masuk Tempat Wisata Adalah Hoax
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]