Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 
Pemanasan Global
El Nino Berpotensi Timbulkan Perang Saudara
Friday 26 Aug 2011 01:50:36

Ilustrasi badai el nino (Foto: usgs.com)
Negara yang memiliki fluktuasi iklim ekstrem akibat El Nino, berpotensi mengalami perang saudara dua kali lipat dibanding negara yang kurang terpengaruh.

Ketua peneliti Princeton University, Solomon M. Hsiang menyatakan, dirinya dan rekan-rekan mempelajari hubungan El Nino dengan kekacauan politik di 175 negara yang berbeda antara 1950-2004.

Ternyata 6 persen perang saudara terjadi di negara-negara yang terpengaruh oleh fenomena alam tersebut. Sedangkan dengan negara yang tidak terpengaruh El Nino, peluang terjadinya perang saudara hanya 3 persen.

“Penelitian ini menunjukan pola sistematik dari pengaruh iklim global terhadap konflik dan data-data menunjukkan itu,” jelasnya seperti dikutip nationalgeographic.com,

Hsiang menambahkan hasil penelitiannya tidak cukup membuat hubungan secara langsung sebab – akibatnya. Tetapi secara garis besar El Nino berkontribusi terhadap berbagai faktor yang memicu pertikaian. Sebagai contoh, produksi pertanian menurun akibat El Nino. Akibatnya, ekonomi memburuk, pengangguran meningkat, dan menimbulkan kegelisahan di dalam masyarakat.

Terbukti dalam 234 perang saudara, ternyata 30 % terjadi di negara tropis ada hubungannya dengan hadirnya El Nino. Dan peperangan tersebut terjadi bersamaan dengan hadirnya El Nino. Negara yang di pelajari adalah Sudan, El Salvador, Filipina, Uganda, Angola, Haiti, Burma, Eritrea, Indonesia, Kamboja, dan Rwanda.

Ditanya apa tujuan dari penelitian ini, rekan peneliti Hsiang, Kyle Meng menjelaskan, agar pemerintah, di negara bersangkutan dapat mempersiapkan diri mengahadapi terjadinya perang saudara pada saat El Nino melanda.

“Kami bisa memprediksikan hadirnya tahun-tahun El Nino, dan berdasarkan hasil penelitan kami, kemungkinan terjadinya kekerasan di kawasan tropik akan meningkat secara dramatis. Setidaknya, pemerintah setempat dan lembaga nasional bisa mempersiapkan diri untuk menghadapi hal tersebut,” jelasnya.

El-Nino, menurut sejarahnya adalah sebuah fenomena yang teramati oleh para penduduk atau nelayan Peru dan Ekuador yang tinggal di pantai sekitar Samudera Pasifik bagian timur menjelang hari natal (Desember). Fenomena yang teramati adalah meningkatnya suhu permukaan laut yang biasanya dingin. Fenomena ini mengakibatkan perairan yang tadinya subur dan kaya akan ikan (akibat adanya upwelling atau arus naik permukaan yang membawa banyak nutrien dari dasar) menjadi sebaliknya.

Pemberian nama El-Nino pada fenomena ini disebabkan oleh karena kejadian ini seringkali terjadi pada bulan Desember. El-Nino (bahasa Spanyol) sendiri dapat diartikan sebagai “anak lelaki”. Di kemudian hari para ahli juga menemukan bahwa selain fenomena menghangatnya suhu permukaan laut, terjadi pula fenomena sebaliknya yaitu mendinginnya suhu permukaan laut akibat menguatnya upwelling. Kebalikan dari fenomena ini selanjutnya diberi nama La-Nina (juga bahasa Spanyol) yang berarti “anak perempuan”. Fenomena ini memiliki periode 2-7 tahun.(ngi/biz)

Share : |

 
Berita Terkait Pemanasan Global
DKI Jakarta Jadi Tuan Rumah Kick Off C40 Climate Action Planning Program
5 Hal yang Bisa Anda Lakukan Membantu Mengurangi Pemanasan Global
Donald Trump Tuduh Para Ilmuwan 'Memiliki Agenda Politik' Namun Akui Perubahan Iklim Bukan Hoax
Pernyataan Menteri LHK Menanggapi Keputusan Donald Trump Mundur dari Perjanjian Paris
Makna Mundurnya AS dari Kesepakan Paris Bagi Dunia
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kepala Balai Karantina Pertanian Semarang Akan Tuntut Balik Polda Jateng dan PT Katama Surya Bumi
Sambangi Komnas HAM, LKBHMI Minta Dalang Kerusuhan 21-22 Mei di Ungkap
Amien Rais: Seorang Muslim Tidak Boleh Berpikir Kalah di Dunia, Menang di Akhirat
Mahasiswa Hukum UBK Lakukan Penelitian di PPWI terkait UKW
Pukul Hakim di Persidangan, Tomy Winata Himbau DA Agar Patuh dan Taat Hukum
Pos Indonesia Tak Boleh Ditutup
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0
PKS: Prabowo Bertemu Jokowi Bukan Berarti Bergabung
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]