Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Penipuan
Dugaan Kasus Penipuan, Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif Ditahan Bareskrim Mabes Polri
2018-10-11 17:20:48

Ilustrasi. Ketua DPRD Samarinda, Alphad Syarif (Foto: Istimewa)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Kurang lebih tiga pekan gonjang ganjing isu tak sedap tentang keberadaan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Samarinda, provinsi Kalimantan Timur Alphad Syarif akhirnya terjawab sudah, Alphad Syarif ternyata ditahan oleh Bareskrim Mabes Polri sejak tanggal 20 September 2018.

Kabar penangkapan tersebut dibenarkan oleh Dirtipidter Bareskrim Polri, Brigjen Polisi Fadil Imran, ketika di konfirmasi wartawan pada, Kamis (11/10).

Politisi dari partai Golkar dan dikabarkan kini telah pindah ke partai Gerindra itu ditangkap dan ditahan sejak tanggal 20 September 2018 lalu.

"Benar telah kita tahan dalam perkara penipuan, tersangka memberikan janji untuk mengurus kasus di Pengadilan dengan imbalan sejumlah uang, namun pelapor akhirnya tetap dinyatakan kalah dalam kasus perdata," jelas Fadil.

Tersangka dijerat pasal penipuan dan penggelapan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHPidana dan atau Pasal 372 KUHPidana.

Pasca penahanan, secara administratif, Bareskrim telah mengirimkan pemberitahuan penangkapan kepada Gubernur Kalimantan Timur dan sejumlah pihak.

Namun Fadil tidak menjelaskan kronologis kejadian dan besarnya nilai penipuan yang dilakukan oleh Ketua DPRD kota Samarinda tersebut.

Pemberitahuan Surat Penangkapan dan Penahanan tersangka Alphad Syarip Nomor: B/1403/1X/2028/Tipidter pada tanggal 21 September 2018 yang disampaikan kepada Gubernur Kaltim tersebut ditandatangani Brigjen Polisi Dr. Mohammad Fadil Imran, M,Si yang juga bertindak selaku penyidik, dan pada, Rabu (10/10) tengah malam, pewarta BeritaHUKUM.com mendapat salinan copyannya kepastian penangkapan tersebut..

Dalam surat tersebut disampaikan bahwa, saat ini penyidik Direktorat Tindak Pidana Tertentu Bareskrim Polri sedang melakukan Penyidikan tindak pidana penipuan dan penggelapan, sebagaimana dimaksud dalam Pasal 378 KUHPidana dan atau Pasal 372 KUHPidana dengan status sebagai Tersangka Alphad Syarip, SH.

Alphad Syarip yang dikonfirmasi pewarta terkait adanya penangkapan terhadap dirinya yang konfirmasinya dikirim pewarta melalui SMS pada, Rabu (10/10) malan hingga Kamis (11/10) sore tidak mendapatkan respon, demikian juga kembali pewarta meghubungi via selularnya namun ponselnya tidak aktip.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Penipuan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Selama Pemerintahan Jokowi, Pertumbuhan Berkutat Hanya 5 Persen
DPR Harus Diberi Ruang Untuk Kritis
Pemerintah Harus Sadar Pentingnya Independensi DPR
Kubu Jokowi Maruf Menghina Wibawa dan Martabat 9 Hakim MK dan Lakukan Pembangkangan pada Peradilan
Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya
Kabar Pemprov DKI Jakarta Gratiskan Masuk Tempat Wisata Adalah Hoax
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Paslon 01 Jokowi-Ma'ruf Bisa Didiskualifikasi, Eks Penasehat KPK Sebut Alasannya
Utang Luar Negeri RI Bertambah Lagi Jadi Rp 5.528 T
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]