Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Korea Utara
Donald Trump Peringatkan Solusi Militer 'Sudah Siap' jika Korea Utara Tidak Bijaksana
2017-08-12 06:53:00

Trump berbicara tentang Korea Utara selama briefing di lapangan golf Trump di Bedminster.(Foto: Reuters)
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggencarkan retorika dengan mengatakan militer Amerika Serikat sudah "terkunci dan terisi muatan" untuk menangani Korea Utara jika negara itu tidak menahan diri.

"Solusi militer sekarang sudah siap, terkunci dan terisi muatan, jika Korea Utara bertindak secara tidak bijaksana. Semoga Kim Jong-un akan menemukan jalan lain!" demikian bunyi pesan Presiden Trump lewat Twitter pada Jumat (11/8).

Pernyataan itu disampaikan presiden Amerika Serikat ketika pemerintah Korea Utara menuduhnya "mengarahkan" Semenanjung Korea ke "jurang perang nuklir".

Korea Utara sudah mengumumkan rencana untuk meluncurkan rudal ke dekat Guam, wilayah Amerika Serikat di Pasifik. Di pulau itu terdapat sekitar 6.000 prajurit AS.

Reaksi dunia

Di tengah retorika yang semakin memanas antara kedua negara, sejumlah pemimpin dunia mengatakan retorika maupun serangan militer bukan solusi tepat.

Pangkalan AS di GuamHak atas fotoVIRGILIO VALENCIA/AFP
Image captionGuam menjadi salah satu markas militer Amerika Serikat. Sekitar 6.000 tentara ditempatkan di Guam.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan ia tidak memandang serangan militer sebagai pemecahan. Ditambahkannya bahwa peningkatan retorika adalah cara yang salah untuk mengatasi krisis yang dipicu oleh serangkaian uji coba rudal dan nuklir oleh Korea Utara itu.

Demonstran di LondonHak atas fotoLEON NEAL/GETTY IMAGES
Image captionProtes digelar di depan Kedutaan Besar AS di London pada Jumat (11/08) untuk menentang eskalasi ketegangan di Semenanjung Korea.

Pemerintah Rusia mengatakan sikap saling mengancam antara Washington dan Pyongyang "sangat mengkhawatirkan kami".

Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov mengatakan risiko konflik militer "sangat tinggi".

Adapun Cina menyerukan semua pihak untuk berhati-hati. Kementerian Luar Negeri menganjurkan agar ditempuh upaya-upaya untuk meningkatkan saling percaya, dan bukannya saling unjuk kekuatan.

Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, sebelumnya juga memperingatkan Korea Utara untuk seharusnya bersikap "sangat, sangat cemas" jika melakukan sesuatu terhadap AS.

Berbicara dari klub golf miliknya di Bedminster, Negara Bagian New Jersey, Trump menolak membicarakan kemungkinan terjadinya serangan pendahuluan ke Korut.

"Kami tidak membincangkan soal itu. Saya tidak pernah mengatakannya."

Namun, dia menambahkan, "Jika Korea Utara melakukan sesuatu atau bahkan sekadar berpikir menyerang siapapun yang kami sayangi, atau yang kami wakili, atau sekutu kami, atau kami, mereka dapat bersikap sangat, sangat cemas."

"Saya katakan kepada Anda mengapa... Karena sejumlah hal akan terjadi pada mereka yang bahkan mereka pikir mustahil," papar Trump.

Trump lalu berkata lagi, "Saya katakan ini kepada Anda, Korea Utara sebaiknya bersikap bijaksana atau mereka akan dapat masalah seperti yang pernah dialami beberapa negara."

Korea Utara menanggapi ultimatum Trump dengan menyebut perkataan presiden AS itu "omong kosong".

Pada hari Rabu Korea Utara mengumumkan untuk pertama kali bahwa mereka merencanakan serangan rudal terhadap Guam.

"Roket Hwasong-12 yang akan diluncurkan oleh Tentara Rakyat Korea akan melintasi angkasa di atas Shimane, Hiroshima dan Prefektur Koichi di Jepang," kantor berita Korut KCNA melaporkan, mengutip panglima militer Jenderal Kim Rak Gyom.

"Rudal-rudal itu akan terbang sejauh 3.356,7km selama 1,065 detik dan mencapai perairan yang berjarak 30-40 km dari Guam."

North Korean leader Kim Jong-un reacts during test launch in undated photo released by North Korea's Korean Central News Agency on May 15, 2017Hak atas fotoREUTERS
Image captionKim Jong-un mengatakan keberhasilan uji coba rudal balistik antarbenua menunjukkan kemampuan Korut untuk meluncurkan rudal ke mana pun dan kapan pun.

Pada akhir Juli lalu, Korea Utara meluncukan rudal balistik antarbenua yang kedua dalam tempo satu bulan.

Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un mengatakan uji coba tersebut membuktikan bahwa seluruh wilayah AS berada dalam jangkauan serangan Korea Utara.

Selang dua hari kemudian, AS melakukan uji coba sistem pertahanan rudal yang dikenal dengan nama Terminal High Altitude Area Defence (THAAD) dan menerbangkan pesawat pengebom B-1B di atas Semenanjung Korea.(BBC/bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Korea Utara
Cina Berlakukan Sanksi Dagang terhadap Korea Utara
Korea Utara Kembali Tembakkan Rudal Lintasi Jepang
Setelah Sukses Uji 'Bom Hidrogen' Korut, Apakah Urusannya Masih Seperti Biasa?
Gawat, Korea Utara Luncurkan Rudal Melintasi Jepang, Indonesia Mengecam
Korea Utara Luncurkan 3 Rudal Jarak Pendek ke Laut
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kapuspen TNI: TNI dan Dewan Pers Sepakati Perjanjian Kerja Sama
Panglima TNI: Orang-Orang Hebat Mengambil Pelajaran dari Kekalahan
Komputer Trouble, Layanan Samsat Gunung Sahari Sempat Terganggu
4 Pilar Kebangsaan Pondasi Kuat Menangkal Bahaya Laten Komunis
Kasus Penelantaran Pasien Terjadi Lagi, Kemenkes Tidak Belajar dari Kasus Sebelumnya
Surat Terbuka JATAM untuk Presiden Jokowi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Muhajir Mengapresiasi Putusan MK terkait Larangan Praktik Monopoli dan Persaingan Usaha Tidak Sehat
Terkait Pemutaran Film G30S PKI Berikut Tanggapan Ketum Muhammadiyah
Polisi Berhasil Menangkap Pelaku Pembunuh Dini di Apartemen Laguna Pluit
Aktivis 98 Dukung Usul Panglima TNI Nobar Film G30S/PKI
Polri dan Ditjen Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 5 Konteiner Miras Senilai 26,3 Miliar
Peredaran PCC, Pemerintah Kecolongan Lagi, Aktor Intelektual Pengedar PCC Harus Diungkap
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]