Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Korea Utara
Donald Trump Ke Kim Jong-un: Tombol Nuklir Saya Lebih Besar dan Lebih Kuat
2018-01-03 15:31:42

AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan tombol nuklirnya "lebih besar" dan "lebih kuat" ketimbang tombol nuklir milik Pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un.

Donald J. Trump @realDonaldTrump menulis, "North Korean Leader Kim Jong Un just stated that the "Nuclear Button is on his desk at all times." Will someone from his depleted and food starved regime please inform him that I too have a Nuclear Button, but it is a much bigger & more powerful one than his, and my Button works!" tulis Trump pada Rabu (3/1).

"Bisakah seseorang dari rezimnya yang terkuras dan kelaparan pangan menginformasikan kepadanya bahwa saya juga punya tombol nuklir, tapi ini lebih besar dan lebih kuat dari miliknya, dan tombol saya berfungsi!"

Pernyataan Trump melalui Twitter muncul menanggapi pidato Kim Jong-un bahwa dia memiliki sebuah tombol untuk meluncurkan nuklir yang selalu ada di mejanya sehingga AS "tidak akan dapat memulai sebuah perang".

Saling ancam senjata nuklir antara Trump dan Kim Jong-un ditanggapi sejumlah warganet dengan komentar tajam. Beberapa di antaranya menyoroti bagaimana ego kedua figur itu bisa mengorbankan nyawa puluhan juta orang.

Tweet tersebut mengacu pada alamat tahunan Tahun Baru Kim dimana dia memperingatkan bahwa dia memiliki "tombol nuklir" di mejanya, namun mempermanis ucapannya dengan mengungkapkan ketertarikannya pada dialog dan ikut serta dalam Pyeongchang Games bulan depan.

Korea Selatan telah menanggapi secara positif pembukaan Kim, yang menunjukkan 9 Januari sebagai tanggal untuk perundingan langka yang bertujuan mengurangi ketegangan di Semenanjung Korea.

Namun AS mempertanyakan apakah pembicaraan bisa dianggap serius.

Korea Utara telah mengguncang masyarakat internasional dalam beberapa bulan terakhir dengan peluncuran beberapa rudal dan uji coba nuklir keenam dan paling kuat - yang konon merupakan bom hidrogen.

Ini telah mengabaikan serangkaian sanksi baru dan retorika yang meningkat dari Washington saat mendorong program senjata, yang dikatakannya untuk pertahanan terhadap agresi AS.

Pyongyang mengklaim perlu senjata nuklir untuk melindungi dirinya dari Washington yang bermusuhan dan telah berusaha menciptakan hulu ledak yang mampu menargetkan daratan AS dengan hulu ledak atom.(BBC/bh/sya)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Korea Utara
Korut dan Korsel Sepakat Gelar Perundingan Militer
Donald Trump Ke Kim Jong-un: Tombol Nuklir Saya Lebih Besar dan Lebih Kuat
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un Mengancam 'Tombol Nuklir Ada di Meja Saya'
Rudal Korea Utara Melesat 'Lebih Tinggi' dan 'Bisa Menghantam Seluruh Wilayah AS'
Uni Eropa Dijadwalkan Siap Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Korea Utara
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Tiga Pejabat Bank Mandiri Jadi Tersangka Pembobolan Rp 1,47 Triliun
Pemerintah Indonesia Mengusulkan BPIH 2018 Naik 2,58 Persen
Kasatpol PP DKI Jakarta Gebuk Anak Buah Sampai Memar
Komisi IV DPR Tolak Kebijakan Impor Garam
Gerindra: Usut Tuntas Penembakan Kader Gerindra Oleh Oknum Brimob
Zulhasan dan Pat Gulipat Pasal LGBT
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Ketua DPR Tegaskan Tidak Ada Fraksi DPR Setujui LGBT
Musim Pilkada di Daerah, BUMD Terancam Jadi 'ATM'
Satu Lagi Janji Ditunaikan: Ini Syarat untuk Miliki Rumah DP Nol Rupiah
Tambang Minyak, Mineral dan Batubara Jangan Dijadikan Komoditas Politik
Tidak Boleh Ada Penjualan Pulau Kepada Asing
Pasca Kebakaran, Sekitar 100 Koleksi Museum Bahari Hangus Terbakar
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]