Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Internasional    
 
Uighur
Dokumen Rahasia Ungkap 'Cuci Otak' Muslim UIghur China Diminta Buka Akses kepada PBB
2019-11-28 17:53:08

CHINA, Berita HUKUM - Pemerintah Inggris meminta China untuk memberikan 'akses langsung dan tidak terbatas' kepada pengamat dari PBB di wilayah Xinjiang.

Permintaan ini disampaikan menyusul bocornya dokumen rahasia yang mengungkapkan perlakuan terhadap ratusan ribu Muslim Uighur di kamp-kamp dengan penjagaan ketat.

Dokumen-dokumen resmi itu, yang dibaca oleh BBC Panorama, menunjukkan bagaimana para tahanan dikurung, diindoktrinasi, dan dihukum.

Duta Besar China untuk Inggris menampik bocoran informasi tersebut, menyebutnya berita palsu.

Dokumen-dokumen tersebut dibocorkan kepada Konsorsium Internasional Wartawan Investigasi (ICIJ), yang bekerja dengan 17 mitra media, termasuk BBC Panorama dan surat kabar The Guardian di Inggris.

Pusat reedukasi di China
Image captionPusat reedukasi seperti ini lebih seperti penjara militer, menurut bocoran dokumen.


Investigasi menemukan bukti baru yang bertentangan dengan klaim Beijing bahwa kamp-kamp penahanan, yang dibangun di Xinjiang dalam tiga tahun terakhir, bertujuan memberikan pendidikan ulang untuk melawan ekstremisme yang diikuti secara sukarela.

"Kami sangat prihatin akan situasi hak asasi manusia di Xinjiang dan meningkatnya tindakan keras pemerintah China, khususnya penahanan di luar hukum terhadap lebih dari satu juta Muslim Uighur dan etnis minoritas lainnya," kata juru bicara Kemenlu Inggris.

"Inggris terus menyeru kepada China untuk memberi pengamat dari PBB akses langsung dan tidak terbatas ke wilayah tersebut."

Sekitar satu juta orang - kebanyakan dari komunitas Muslim Uighur - diperkirakan telah ditahan tanpa proses pengadilan.

Orang-orang Uighur bernyanyi di dalam kelas
Image captionBBC diberikan kesempatan untuk melakukan tur di kamp-kamp "reedukasi" pada tahun ini.


Di antara dokumen-dokumen pemerintah China yang bocor, yang disebut ICIJ "The China Cables", terdapat memo sembilan halaman yang dikirim pada tahun 2017 oleh Zhu Hailun, yang saat itu menjabat wakil sekretaris Partai Komunis Xinjiang dan merupakan pejabat keamanan tertinggi di kawasan tersebut, kepada para pengelola kamp.

Instruksi tersebut jelas mengatakan bahwa kamp-kamp harus dijalankan sebagai penjara dengan keamanan tinggi, dengan disiplin ketat, hukuman, dan tidak ada yang boleh keluar.

Memo tersebut mencakup perintah-perintah untuk:

> "Jangan biarkan ada yang lolos"

> "Tingkatkan disiplin dan hukuman atas pelanggaran perilaku"

> "Dorong pertobatan dan pengakuan"

> "Jadikan pelajaran Bahasa Mandarin sebagai prioritas utama"

> "Dorong siswa untuk benar-benar berubah"

> "[Pastikan] video pengawas mencakup seluruh asrama dan ruang kelas tanpa titik buta"

Dokumen-dokumen rahasia itu mengungkapkan cara pengelola kamp memantau dan mengendalikan setiap aspek kehidupan tahanan: "Para siswa harus memiliki posisi tempat tidur tetap, posisi antrean tetap, kursi kelas tetap, dan posisi yang tetap selama pekerjaan keterampilan, dan ini sangat dilarang untuk diubah.

"Terapkan norma perilaku dan aturan disiplin untuk bangun, absensi, mencuci, pergi ke toilet, menata dan membereskan kamar, makan, belajar, tidur, menutup pintu dan sebagainya."

Teks dari memo resmi pemerintah China tentang penahanan orang-orang Uighur
Image captionTeks di memo berbunyi: "Jangan pernah biarkan (tahanan) kabur"


Teks dari memo resmi pemerintah China tentang penahanan orang-orang Uighur
Image captionTeks di memo berbunyi: "Tingkatkan disiplin dan hukuman"


Teks dari memo resmi pemerintah China tentang penahanan orang-orang Uighur
Image captionTeks di memo berbunyi: "Jaga kerahasiaan"


Dokumen lain mengonfirmasi skala luar biasa dari penahanan. Satu dokumen mengungkapkan bahwa 15.000 orang dari Xinjiang selatan dikirim ke kamp hanya dalam satu minggu pada 2017.

Sophie Richardson, direktur China di Human Rights Watch, mengatakan memo yang bocor itu harus digunakan oleh jaksa penuntut.

"Ini adalah bukti yang dapat ditindaklanjuti, mendokumentasikan pelanggaran HAM berat," katanya.

"Saya pikir adil untuk menggambarkan semua orang yang ditahan setidaknya sebagai subyek penyiksaan psikologis, karena mereka benar-benar tidak tahu berapa lama mereka akan berada di sana."

Liu Xiaoming, duta besar China untuk Inggris mengatakan kebijakan reedukasi di kamp telah melindungi warga lokal dan tidak ada satu pun serangan teroris di Xinjiang dalam tiga tahun terakhir.


A Uighur man studying at a camp
Image captionPemerintah China mengatakan kamp-kamp bertujuan untuk reedukasi yang dilakukan secara sukarela.

"Wilayah ini sekarang menikmati stabilitas sosial dan persatuan di antara kelompok-kelompok etnis. Orang-orang di sana menjalani kehidupan yang bahagia dengan rasa kepuasan dan keamanan yang jauh lebih kuat.

"Dengan sepenuhnya mengabaikan fakta, beberapa orang di Barat telah dengan keras memfitnah dan mencemarkan nama baik China terkait Xinjiang dalam upaya mencari-cari alasan untuk ikut campur dalam urusan internal China, mengganggu upaya kontra-terorisme China di Xinjiang dan menggagalkan perkembangan China yang stabil."

Lihat Video Youtube: Kamp Rahasia' China: 'Mereka ingin menghapus budaya Uighur dari muka Bumi' :
(BBC/bh/sya)


 
Berita Terkait Uighur
 
Dokumen Rahasia Ungkap 'Cuci Otak' Muslim UIghur China Diminta Buka Akses kepada PBB
 
Ungkap Isi Dokumen Pemerintah China Soal Muslim Uighur, Politikus PKS: Apa Sikap Indonesia?
 
Amerika Serikat Terapkan Pembatasan Visa bagi China terkait 'Penindasan' terhadap Minoritas Muslim Uighur
 
Krisis Politik Awali Konflik di Negara Muslim
 
DPR Usulkan Isu Uighur di Parlemen OKI
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index




  Berita Terkini >>
 
Kapolda Gorontalo: Saya akan Pecat Oknum Polisi yang Terlibat Narkoba dan Miras
Sultan HB X: Hubungan Kekhalifahan Turki Utsmani-Kesultanan Yogya
Kuota BBM Makin Menipis, Komisi II Sambangi BPH Migas
Peradilan Modern Berbasis Teknologi di PN Jakpus
Anjungan Kaltim di TMII Perlu Perbaikan Menyeluruh
Bung Karno, Muhammadiyah dan Peran Kebangsaan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Ekonomi Nyungsep, Ramalan Rizal Ramli 9 Bulan Lalu Yang Jadi Kenyataan
Reuni 212, Konsolidasi Umat atau Parade Pidato?
Pentingnya Peran DPRD Provinsi untuk Dilibatkan dalam Musrembang Desa
Polda Metro Jaya bersama Stakeholder Luncurkan Layanan Digital E-TLE Development Program
Jaksa KPK Tuntut Hakim Kayat 10 Tahun Penjara
Pengedar Sabu di Jakarta Timur Didor, PMJ: Pelaku Sempat Rebut Senjata Polisi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]