Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Peradilan    
 
Penipuan
Dituding Tipu Hingga 4 Miliar Lebih, Suhendra Chudiharja Diadili
2019-11-07 10:23:16

Tampak Suhendra Chudiharja alias Ahwat saat disidang Pengadilan Negeri.(Foto: BH /sas)
JAKARTA, Berita HUKUM - Tindak pidana dugaan penipuan dan penggelapan yang dilakukan Suhendra Chudiharja alias Ahwat (54) warga Kompleks Cemara Asri, Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang, bergulir di Pengadilan Negeri Medan, Rabu (6/11).

Dalam sidang perdana pembacaan dakwaan Jaksa penuntut umum (JPU) Anwar Ketaren yang dibacakan Randi Tambunan, terungkap bahwa korban, Juwan Chandra selaku Direktur PT Bumi Sari Prima harus merugi hingga Rp4,082 miliar.

Dalam dakwaan JPU menjelaskan, pada 2016-2018 terrdakwa dan korban melakukan kerja sama secara lisan bergerak di bidang tepung tapioka. Terdakwa sebagai rekanan kerja mencari konsumen-konsumen untuk memasarkan atau menjualkan hasil produksi tepung tapioka PT Bumi Sari Prima.

"Setiap ada pengantaran barang orderan maka yang menentukan dan menyediakan angkutan untuk pengantaran barang orderan tersebut adalah terdakwa," ungkapnya.

JPU menambahkan, batas waktu penyerahan uang hasil penjualan barang yang diorder terdakwa wajib 20 hari dengan masa waktu tenggang selama 10 hari setelah barang diantar ke konsumen.

Nantinya, terdakwa akan mendapatkan keuntungan dari hasil penjualan tersebut sebesar 2,5 %.

Namun kenyataannya, seluruh bon faktur orderan tertera dengan jumlah nilai penjualan lebih kurang Rp4,082 miliar dan sudah habis masa waktu penyerahan uang tersebut sesuai batas waktu yang ditentukan secara lisan, sehingga seluruh uang hasil penjualan barang sudah wajib diserahkan.

"Tetapi terdakwa tidak menyerahkannya sehingga orderan barang pada Oktober 2018 tersebut mencapai Rp4,082 miliar dan jumlah orderan mencapai 455,5 ton yang mana ada sebanyak 24 bon pengantar barang yang belum diserahkan," sebut JPU.

Saksi korban pun bertemu dan menanyakan kepada terdakwa tentang pembayaran hasil orderan tepung tapioka tersebut. Ternyata terdakwa mengakui jika para konsumen sudah membayarkan tagihan pembelian tepung tapioka.

Terdakwa juga mengakui seluruh uang itu digunakan terdakwa. Korban yang merasa tidak senang dan dirugikan melaporkan terdakwa kepada pihak yang berwajib.

"Perbuatan terdakwa diatur dan diancam pidana melanggar Pasal 372 dan 378 KUHP," sebut JPU.

Usai mendengarkan dakwaan JPU, majelis hakim diketuai Jarihat Simarmata, menunda sidang hingga pekan depan dengan agenda keterangan saksi.(bh/sas)


 
Berita Terkait Penipuan
 
Dirut PT KCN dan Pengacaranya Dipolisikan oleh PT KBN
 
Presiden RI dan DPR Diminta Campur Tangan Soal Dugaan Penipuan Investasi PT MPIP
 
Koperasi Indosurya Dipolisikan Nasabah Atas Dugaan Penipuan dan Penggelapan
 
Polda Metro Tangkap Pria Penipu yang Pakai Akun Facebook Palsu dengan Profil Wanita
 
Gagal Eksekusi Advokat Senior Melaporkan Hakim PN Jakbar Ke Bawas MA
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kekhawatiran Surabaya Jadi Wuhan Buntut Dari Pusat Yang Mencla-mencle
Sosialisasi Jamu Herbal Kenkona di Depok, Ketum HMS Centre Yakin Tak Sampai 5 Persen Terpapar Covid19 di Indonesia
Kabaharkam Serahkan Ribuan APD Covid-19 Bantuan Kapolri untuk RS Bhayangkara Polda Jawa Timur
Kasus Kondensat BP Migas - TPPI, Terdakwa: Pemberian Kondensat Kepada PT TPPI Berdasarkan Kebijakan Pemerintah
Dekan FH UII: Guru Besar Hukum Tata Negara Kami Diteror!
Lindungi Warga DKI, Anies Pasang Badan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Ternyata Sebelum Ruslan Buton, Khoe Seng Seng Juga Sudah Lebih Dulu Minta Jokowi Mundur
Inilah Pernyataan Pers PP Muhammadiyah Tentang Pemberlakuan New Normal
Polri Siap Masifkan Protokol New Normal
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Polri Tutup Pintu Masuk Arus Balik Menuju Jakarta
Polri Tangkap 2 WNA dan Sita 821 Kg Sabu
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]