Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Uang Palsu
Ditreskrimum Polda Metro Jaya Menangkap Sindikat Upal US Dolar Senilai Rp 3,9 Miliar
2018-02-01 15:02:55

Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono dan Tim Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya saat jumpa pers di Polda Metro Jaya, Kamis (1/2).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Subdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya menangkap sindikat Uang Palsu (Upal) Dollar Amerika (USD). Polisi menyita 3.000 lembar Dolar Amerika pecahan 100 USD atau senilai Rp 3,9 miliar.

Kasus terungkap berawal dari informasi masyarakat terkait akan adanya transaksi uang palsu di depan SMP PGRI Serpong, Tangerang Selatan pada Kamis (18/1) lalu. Polisi kemudian menindak lanjuti informasi tersebut dan menangkap dua orang yakni AS dan DP.

"Saat ditangkap, kedua orang ini membawa 3.000 lembar uang kertas Dollar AS pecahan 100 USD," tutur Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Raden Prabowo Argo Yuwono kepada wartawan di Polda Metro Jaya, Kamis (1/2).

Kedua pelaku mengaku bahwa uang tersebut diperoleh dari tersangka YM. Polisi kemudian menangkap YM di rumah kontrakannya di Cibodas, Tangerang.

"Kemudian YM ini mengaku bahwa dia membeli uang tersebut dari tersangka IS seharga Rp 16 juta untuk 3.000 lembar uang Dollar Amerika palsu tersebut," tuturnya.

Dari penangkapan YM, polisi melakukan pengembangan dan menangkap tersangka R di Cibetok, Gunung Keler, Kebu, Tangerang, pada tanggal 23 Januari 2018. "R mengaku mendapatkan uang itu dari O (DPO)," lanjutnya.

Sementara itu, Wakil Direktur Reskrimum Polda Metro Jaya AKBP Ade Ary Syam Indradi mengatkan bahwa para tersangka tidak menggunakan media sosial atau 'beriklan' untuk memperjual-belika uang palsu itu.

"Jadi mereka sistemnya dari mulut ke mulut. Ini masih akan kami dalami terus untuk mencari tersangka O di mana dia memproduksi uang palsu ini," tutur Ade Ary.

Selanjutnya, Kasubdit Ranmor Ditreskrimum Polda Metro Jaya AKBP Antonius Agus mengatakan kemungkinan uang palsu itu digunakan untuk kejahatan lain. "Kemungkinannya ini digunakan untuk menipu," ujar Agus.

Akibat perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 245 KUHP Jo Pasal 56 KUHP dengan ancaman hukuman penjara selama 15 tahun.(bh/as)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Uang Palsu
Ditreskrimum Polda Metro Jaya Menangkap Sindikat Upal US Dolar Senilai Rp 3,9 Miliar
FPI Sindir Media TV Tidak Tayangkan Berita 'Biksu' China Pengedar Uang Palsu
Polda Metro Jaya Tangkap Pengedar dan Penjual Dolar Palsu Sekitar Rp 4,2 Miliar
Polisi Razia Narkoba di Apartemen Kalibata, yang Ditemukan Uang Palsu
Diduga Produksi Uang Palsu, Polisi Tangkap WNA Asal Kamerun
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Haedar: Suara Muhammadiyah Merupakan Bagian dari Sejarah Berharga
Komikus Jepang Onan Hiroshi yang Sindir Proyek Kereta Cepat Jokowi Minta Maaf
Menutup Lomba Band Piala Kapolri, Kapolri: Generasi Muda Jauhi Narkoba
Milad 1 Bang Japar: Meneguhkan Konsistensi dan Komitmen untuk Kemaslahatan Umat
Polri, Kemenhub Menggelar Pembuatan SIM A Umum Kolektif Hanya Rp 100 Ribu
DPR Apresiasi Pembatalan Penunjukan Polri Sebagai Pj. Gubernur
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Milad 1 Bang Japar: Meneguhkan Konsistensi dan Komitmen untuk Kemaslahatan Umat
Deklarasi Kaukus Pembela HRS dengan 3 Tuntutan Umat (Trituma)
Hasil Survey Elektabilitas Terus Turun, Jokowi Perlu Tebar Pesona
PDIP Usung Jokowi, Peta Kekuatan Sementara Jokowi Vs Prabowo untuk Pilpres 2019
Mukernas di Mataram, Forum Jurnalis Muslim Soroti UU MD3 dan RKUHP
Yusril Ihza Mahendra: PBB Siap Hadapi Sidang Bawaslu, Jumat 23 Feb 2018
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]