Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Kasus MPLIK
Dirut Telkom Enggan Tanggapi Kasus MPLIK
Wednesday 24 Apr 2013 19:33:43

Arief Yahya, Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Tbk.(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Direktur Utama PT Telkom Indonesia, Tbk, Arief Yahya enggan memberikan komentar terkait laporan adanya dugaan pelanggaran dalam proyek Program Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK).

"Sekarang kita bahas RUPS (Rapat Umum Pemegang Saham) saja. Jangan yang lain," ujarnya saat ditemui pewarta BeritaHUKUM.com beberapa waktu lalu.

Sebelumnya, Lembaga Swadaya Masyarakat Simpul Komunitas Anti Korupsi (SKAK) menuntut Kejaksaan Agung segera menuntaskan kasus proyek senilai Rp 1,4 triliun yang diduga melibatkan Dirut PT Telkom Indonesia Tbk, Arief Yahya.

SKAK menuntut agar Kejagung segera menahan Dirut PT Telkom Indonesia,Tbk Arief Yahya demi penegakkan supremasi hukum Indonesia, karena dinilai korup.

SKAK berkeyakinan, pelaksanaan proyek MPLIK senilai Rp 1,4 triliun ini syarat dengan muatan korupsi. Proyek ini juga dikerjakan tanpa pengawasan maksimal sehingga terbuka peluang terjadinya kerugian negara.

"Kami melihat, Program Mobil Pusat Layanan Internet Kecamatan (MPLIK) disinyalir terdapat penyimpangan dan penyalahgunaan wewenang," ungkap Koordinator SKAK Andry Kurniawan di Jakarta, Senin (8/4).

Lanjut Andry, banyak Program Pusat Layanan Internet Kecamatan (PLIK) yang ditinggalkan setelah diresmikan. Bahkan, banyak mobil-mobil MPLIK yang tidak sesuai dengan spesifikasi yang seharusnya.

Berdasarkan laporan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkoinfo) per 31 Desember 2011 mengungkapkan bahwa realisasi penyediaan MPLIK baru tercatat 846 unit. Sedangkan target yang seharusnya adalah 1.907 unit MPLIK di seluruh Kecamatan di Indonesia.(bhc/riz)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Kasus MPLIK
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Penyedia Seks Anak di Bawah Umur Ditangkap
Berdalih Masih Ekspansif, Pemerintah Dipastikan akan Utang Lagi Rp296 Triliun
KRI Bung Tomo-357 Bawa Nama Harum Bangsa Indonesia
Kaskostrad Terima Brevet Para Utama dari Kopassus
Istri Pahlawan Nasional Bung Tomo Wafat, Inna Lillahi..
Beredar, Surat Teguran MUI ke Menteri Agama atas Insiden AJI Pilih Tasrif Award untuk LGBTIQ
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Berdalih Masih Ekspansif, Pemerintah Dipastikan akan Utang Lagi Rp296 Triliun
Istri Pahlawan Nasional Bung Tomo Wafat, Inna Lillahi..
Dana Alokasi Umum (DAU) Jika Tertunda, Jokowi Bisa Dipidanakan oleh PNS
Berdasarkan Hasil Tes Urin, Reza Positif Narkoba
Tindak Pelanggar Ganjil Genap Secara Humanis
Duta Yusril Deklarasi Siap Memenangkan Bang Yusril Menuju DKI 1
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]