Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 
Baim Wong
Digugat 100 Miliar oleh Manajemen Artis, Akhirnya Baim Wong Bongkar Ini dan Tantang Astrid
2019-07-24 10:17:39

Baim Wong.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Aktor film Baim Wong yang bernama asli Muhammad Ibrahim (38) digugat 100 miliar oleh pemilik manajemen QQ production.

Atas tuduhan itu, akhirnya Baim Wong buka suara soal pengaduan yang dilakukan Astrid pemilik manajemen QQ production.

Pada pengaduan, Astrid, dikabarkan Baim Wong bakal digugat 100 miliar.

Secara terang-terangan, Baim Wong pun mengungkap permasalahan awalnya sehingga ia bisa tersangkut kasus dugaan wanprestasi.

Astrid menduga, Baim Wong sudah langgar perjanjian karena belum membayar uang sebesar Rp 50 juta ketika mencalonkan diri sebagai calon anggota legislatif (caleg) di salah satu partai politik.

Sebelum berencana mengadukan Baim Wong, Astrid mengaku sudah mengirimkan surat somasi (peringatan) ke suami model Paula Verhoeven tersebut.

Astrid mengaku, Baim Wong tidak menggubris dan memberikan tanggapan atas surat somasinya tersebut.

Gugatan yang dilayangkan pada bulan Mei 2019 itu pun akhirnya diklarifikasi oleh Baim Wong.

Dilansir dari channel Youtube Baim Paula, edisi Selasa (23/7/2019) Baim Wong menjelaskan soal kabar dirinya menjadi caleg.

Diakui Baim Wong, dirinya sudah kenal lama oleh ketua Partai Nasdem yakni Surya Paloh.

Karenanya, jika ada pengakuan bahwa Baim Wong tahu partai Nasdem dari Astrid, maka suami Paula Verhoeven itu dengan tegas membantahnya.

Namun, Baim Wong tak menampik jika Astrid memang pernah menawarkan posisi caleg dari Partai Nasdem.

"Papa saya sudah kenal dengan Om Surya Paloh sudah lama. Sudah dekat sekali. Kalaupun saya dikenalkan sama dia ke Nasdem, itu memang karena ada penawaran jadi caleg," kata Baim Wong dilansir TribunnewsBogor.com.

"Papa saya sudah kenal dengan Om Surya Paloh sudah lama. Sudah dekat sekali. Kalaupun saya dikenalkan sama dia ke Nasdem, itu memang karena ada penawaran jadi caleg," kata Baim Wong dilansir TribunnewsBogor.com.

Lebih lanjut, Baim Wong pun mengungkap alasan kenapa dirinya tidak bersedia jadi caleg.

Padahal sebelumnya, sudah ada omongan dengan Astrid bahwa Baim Wong akan jadi caleg dari Partai Nasdem.

"Dari awal ditawarin, sudah dibilang persenan-persenan terus. Memang agak terganggu buat saya. Kenapa saya tidak jadi caleg ? Salah satunya itu karena ketidaknyamanan saya. Ketika komunikasi, selalu membicarakan persenan," ungkap Baim Wong.

Seolah geram dengan pengakuan Astrid yang menyalahkannya, Baim Wong pun meminta pihak yang menggugatnya untuk terbuka.

Termasuk dengan membeberkan chat lengkap Baim Wong dengan Astrid yang kala itu menawarkan posisi caleg.

Baim Wong rupanya ingin agar permasalahannya dengan Astrid bisa selesai dengan cara yang benar.

"WhatsApp itu doang yang Mbak Astrid kasih lihat. Sekarang supaya adil, lihatin dari awal Mbak Astrid menawarkan ke saya sampai terakhir, biar orang-orang yang melihat. Di situ bisa melihat kenapa saya mau mundur, dijabarin semuanya. Jangan yang ketika saya bilang 'iya' saja," tutur Baim Wong.

Lebih lanjut, Baim Wong juga mengungkap soal adanya dugaan pelanggaran perjanjian terkait uang.

Dianggap melanggar perjanjian

Sebelumnya, Baim Wong dianggap melanggar kesepakatan kerja sama dengan QQ Production.

Kata kuasa hukum QQ Production, Didit Wijayanto, Baim Wong dan Lucky berjanji membagi hasil pendapatan dari honor sebagai pengisi kegiatan partai politik tertentu bila tak jadi maju sebagai caleg dan hanya menjadi pengisi acara partai tersebut.

Pihaknya menduga Baim Wong tetap mendapatkan honor sebagai pengisi acara partai itu meskipun ia tidak batal menjadi caleg.

Didit mengatakan Baim Wong tetap tak memenuhi kesepakatan awal seperti yang sudah dibicarakan sebelumnya, begitu juga dengan Lucky.

"Seolah-olah tidak jadi caleg, tidak ada proyek. Padahal bukan itu. Proyeknya adalah apa yang akan dia peroleh (honor) dari (acara) partai, dari mana yang dia isi, acara-acara itu. Kalau dia dapat fee, dia sudah berkomitmen memberikan 10 persen paling tidak (kepada manajemen terkait)," ungkapnya.

Meski tak menyertakan perjanjian secara tertulis, Didit yakin bukti yang ada sudah cukup untuk melaporkan Baim Wong dan Lucky atas kerugian yang dialami oleh kliennya.

"Itu tidak perlu harus ada perjanjian. Di mana yang harus bilang ada perjanjian? Perdata pun tidak harus ada perjanjian. Ada komitmen, ada fakta, kita ajukan sebagai bukti. Kan ada komunikasi dari chat. Kan sudah kita kasih tempo hari, sudah kita jelaskan berulang kali," ucapnya.

Atas dugaan tersebut, Baim Wong memberikan penjelasannya.

Menurut Baim Wong, ia sebenarnya adalah kader dari Partai Nasdem.

Bahkan, Baim Wong pun memperlihatkan kartu anggotanya sebagai kader Partai Nasdem.

Karenanya, jika ada kegiatan dari Partai Nasdem yang memintanya sebagai pengisi acara, Baim Wong menganggap itu adalah urusan pribadinya.

Baim Wong pun selama ini menganggap bahwa semua kegiatan yang melibatkan dirinya di Partai Nasdem ia lakukan dengan total.

Sebab, Baim Wong sadar bahwa ia adalah bagian dari Partai Nasdem.

"Saya itu anggotanya, kader Nasdem. Jadi, mau saya di acaranya dia, apapun itu, bukan berarti saya ada ikatan kerja atau apa. Walaupun memang lazim saja seorang artis ada di satu partai. Kalaupun enggak atau ada dia dibayar, itu urusan mereka. Tapi sekarang, saya itu adalah kader. Ini (seperti menduga) saya ini sudah dibayar sama Nasdem untuk iklan atau apa. Saya kadang-kadang bingung," ungkap Baim Wong.

Tudingan menipu dari Astrid pun buru-buru dibantah Baim Wong.

Menurut Baim Wong, jika ia penipu, maka tak mungkin dirinya membuat giveaway berupa mobil seharga ratusan juta untuk orang lain.

"Kalau saya nipu, mungkin enggak akan ada itu giveaway mobil. Uangnya buat gue lah, buat bayar KPR. Kalau penipu kan satu juta, puluhan juta dia perhitungan banget. Saya ini ratusan juta saya kasih," jelas Baim Wong.

Lebih lanjut, Baim Wong pun kembali membuat ultimatum untuk Astrid dan pihaknya.

Yakni untuk membuktikan tudingan yang selama ini mengarah pada Baim Wong.

Guna meluruskan dugaan adanya wanprestasi, Baim Wong pun dengan tegas menyebut bahwa dirinya adalah kader Partai Nasdem.

Bahkan diakui Baim Wong, pendiri Partai Nasdem sendiri kenal dengan ayahnya yakni Johny Wong.

"Saya itu bukan caleg. Saya itu kader. Dan saya bisa kapanpun membantu mereka. Sebelum Mbak Astrid kenal sama Nasdem saya sudah jauh kenal, keluarga saya sudah kenal sama Nasdem. Semuanya sudah seperti keluarga," imbuh Baim Wong.

Karenanya, Baim Wong bahkan meminta Astrid untuk bertanya langsung kepada Surya Paloh apakah beliau mengenal sosok ayahnya yakni Johny Wong.(tribunnews/bh/sya)


 
Berita Terkait Baim Wong
 
Digugat 100 Miliar oleh Manajemen Artis, Akhirnya Baim Wong Bongkar Ini dan Tantang Astrid
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index




  Berita Terkini >>
 
Komisi II DPRD Kaltim Konslutasi ke Kementrian ESDM
Kapolda Targetkan Ada Perwakilan Putra Putri Gorontalo Diterima di AKPOL
First Travel: Aset-aset Dirampas Negara, Pengacara Korban: 'Ini Uang Jamaah, Kok Jadi Tidak Ada Solusi?'
Palestina Kecam AS Soal Permukiman Yahudi di Tepi Barat: Ancaman Keamanan dengan Terapkan 'Hukum Rimba'
Fahri Hamzah: Pilkada Langsung Cukup di Tingkat II
Pasal 7 UUD 1945 Diusulkan Juga Diamandemen, Ini Alasan Suhendra Hadikuntono Agar Jokowi 3 Periode
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Wahh, Total Utang Rp 40 Triliun, Benarkah Kasus BUMN Jiwasraya Seseram Ini?
Aturan Munas Partai Golkar Tidak Boleh Bertentangan dengan Pasal 50
Komentar Beberapa Tokoh terkait Penolakan Ahok Menjadi Pejabat BUMN
ASPEK Indonesia: Menaker Mau Hapus UMK Kabupaten/ Kota, Dipastikan Rakyat Makin Miskin
Tuntaskan PR BPJS Kesehatan, Rakyat Jangan Dibebani Defisit BPJS
Baru Dipolemikkan, Tiba-tiba Sri Mulyani Sebut Desa Fiktif Sudah Hilang
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]