Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Kesehatan
Diduga Lakukan Malpraktik, RS Swasta di Bekasi Cuma Jawab Waalaikumsalam
2019-03-04 04:22:28

Ilustrasi.(Foto: Istimewa)
BEKASI, Berita HUKUM - Seorang warga Kota Bekasi diduga menjadi korban malpraktik setelah mendapatkan tindakan medis dari sebuah Rumah Sakit (RS) swasta yang terdapat di Kota Bekasi.

Adapun dugaan malpraktik itu menimpa
Ira Puspita Rahayu (38), warga Perumahan AL, Jalan Bonang Baru, Blok A2, Kecamatan Jatiasih, Kota Bekasi.

Ira yang dalam kesehariannya berprofesi sebagai pengemudi Transjakarta ini menuturkan, bahwa mulanya pada 11 Januari 2019, ia menjalani operasi usus buntu yang berbuntut dugaan malpraktik.

Lalu, lanjut Ira, dugaan malpraktik muncul ketika Ira selesai menjalani operasi usus buntu di Rumah Sakit Anna Bekasi. Usai keluar dari ruang operasi, Ira merasakan panas pada bagian perut sebelah kiri.

"Udah kurang lebih dua bulan saya enggak kerja, karena kondisinya masih belum membaik," kata Ira saat ditemui di kediamannya, Sabtu, (2/3).

Ira menjelaskan, karena merasa teramat sakit, dia kemudian memberitahukan kepada perawat maupun dokter yang menangani operasinya. Setelah itu kemudian dia diperiksa oleh dokter tersebut, dan dikatakan bahwa dia didiagnosa menderita herpes.

Dia kemudian mempertanyakan pihak manajemen RS Anna, karena luka yang timbul paska operasi, berbeda dengan lokasi bagian tubuh yang dioperasi.

Kini, ia meraskan bahwa penyakit usus buntunya telah membaik, tetapi di sisi lain, luka bakar pada perut sebelah kiri yang muncul usai operasi. Kondisianya kian parah, muncul nanah.

Berbagai upaya sudah ia lakukan untuk meminta kejelasan serta pertanggungjawaban dari RS Anna. Pihak rumah sakit justru menegaskan tidak ada yang salah dengan prosedur medis yang dilakukan saat menangani Ira.

"Manajemen sampai owner dari RS Anna selalu mengelak ketika kami minta penjelasan lebih lanjut," ucap Ira.

Ia kemudian memilih berkonsultasi dengan dokter di rumah sakit lain. Hasilnya, pihak rumah sakit tempat ia konsultasi menyebutkan hasil diagnosa pada luka bakar di perut sebelah kirinya merupakan kerusakan jaringan kulit dan harus segera dioperasi.

Atas dasar itu, dia dan keluarga bersepakat untuk melaporkan kejadian yang ia alami dengan mengirimkan surat yang antara lain ditujukan kepada Menteri Kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Ketua DPR RI, Ombudsman, Gubernur Jawa Barat,Walikota Bekasi, dan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia Cabang Kota Bekasi.

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, BeritaHUKUM.com mencoba menghubungi pihak Rumah Sakit Anna Bekasi, namun tidak ditanggapi lebih jauh.

"Waalaikumsalam," singkat Sri,Humas Rumah Sakit Anna Bekasi, saat dihubungi pewarta Beritahukum.com.(bh/mos)

Share : |

 
Berita Terkait Kesehatan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Ikut-ikutan Kota Bekasi, Ternyata Depok Juga Pengin Gabung Jakarta
PMJ Luncurkan Mobil SKCK Online Keliling untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
Perluasan Ganjil Genap Beri Dampak Positif Perbaikan Kualitas Udara
Perusahaan BUMN Waskita Karya Siap Jual 5 Jalan Tol Semester II 2019
Citra Kirana Merasa Lebih Tenang Setelah Berhijab
Ini Tanggapan Majelis Tabligh PP Muhammadiyah Soal UAS
Untitled Document

  Berita Utama >
   
PMJ Luncurkan Mobil SKCK Online Keliling untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
Polri Gelar Police Movie Festival 2019: 'Together We are Strong'
Wakil Ketua DPR Minta Kerusuhan Manokwari Ditangani Cepat dan Tepat
Polda Metro Jaya Musnahkan Sabu 71,8 Kg dan 15.326 Butir Ekstasi, Kasus Juni-Agustus 2019
AJI Jakarta Kecam Kekerasan dan Intimidasi Polisi terhadap Jurnalis Meliput Demo di DPR
Pemindahan Ibu Kota Butuh Kajian Mendalam
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]