Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Mahasiswa
Demo HMI dan KAHMI Bentrok di Bengkulu, Puluhan Mahasiswa Diamankan
2018-09-19 06:14:41

Tampak para anggota HMI dan KAHMI Bengkulu saat menggelar jumpa pers, Selasa (18/9).(Foto: Istimewa)
BENGKULU, Berita HUKUM - Demo Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan Korps Alumni HMI (KAHMI) Cabang Bengkulu berahir bentrok di depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu pada, Selasa (18/9) berakhir ricuh.

Sebanyak delapan orang aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu, terluka dan terpaksa dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan. Selain itu, sebanyak 28 mahasiswa lainnya ditahan di Markas Kepolisian Daerah (Mapolda) Bengkulu. Pasca demo mahasiswa yang berlangsung ricuh di depan Kantor DPRD Provinsi Bengkulu, Selasa siang (18/9)

Ada 8 orang mahasiswa cidera dan harus dirawat di rumah sakit, 37 mengalami luka ringan akibat terkena peluru karet, gas air mata dan senjata api, serta, ada 28 mahasiswa yang ditahan polisi.

Aksi yang mengkritisi pemerintahan Jokowi-JK itu berlangsung sekitar pukul 12.30 WIB, Selasa (18/9) di kantor DPRD Provinsi Bengkulu. Aksi tersebut awalnya berlangsung damai. Mahasiswa menyampaikan kritik atas kondisi bangsa yang dianggap mahasiswa jauh dari ideal.

Polisi beberapa kali menembakkan gas air mata ke arah pendemo. Dua unit mobil Water Canon juga menyemburkan air beberapa kali ke arah pendemo.

Massa HMI memaksa masuk ke Gedung DPRD Provinsi Bengkulu. Versi Polisi, telah dilakukan mediasi agar beberapa perwakilan masuk dan diterima anggota DPRD Provinsi Bengkulu. Namun massa memaksa masuk dengan mendorong pintu pagar gerbang DPRD Provinsi.

Pada aksi ini Mahasiswa membawa replika keranda mayat yang bertuliskan "Pemerintah sing sabar", serta salah satu spanduk yang dibawa masa HMI bertuliskan "Kemana Nawacita, Kenapa Semua Menjadi Duka".

Akibat ricuh, Ketua HMI Cabang Bengkulu M Yudha dan Ketua Korps Alumni HMI (KAHMI) Bengkulu Prihatno bersama beberapa aktivis HMI diamankan oleh Polisi untuk dimintai keterangan. Mereka yang diamankan diduga menjadi dalang atau provokator kericuhan demo.

Demo yang berlangsung nyaris 4 jam tersebut mengakibatkan beberapa aktivis HMI dan Polisi mengalami luka. Dari keterangan Kapolres Bengkulu AKBP Heru Prianggodo, sebanyak 8 Polisi mengalami luka. Sementara dari HMI, dikabarkan puluhan mengalami luka.

Saat kericuhan berlangsung, ratusan massa HMI nampak kocar kacir diserang gas air mata dan tembakan Water Canon. Beberapa diantaranya bahkan bersembunyi di ruko milik warga sekitar. Namun Polisi kemudian memaksa para aktivis untuk keluar dari persembunyian di ruko warga.

HMI mengutuk kejadian yang mengedepankan kekerasan.

Sementara, Pasca terjadi chaos dalam aksi yang dilakukan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu, Selasa (18/9) malam pengurus HMI Cabang Bengkulu menggelar konfrensi pers di Kantor Cabang HMI Bengkulu

Dalam konfrensi pers yang dipimpin oleh Koordinator Aksi HMI, Zelig Ilham Hamka ini pihak HMI menyatakan dengan tegas mengecam tindakan represif yang dilakukan pihak kepolisian.

Zelig juga menyebutkan, awal dari aksi yang berakhir ricuh itu ialah terjadinya pemukulan terhadap salah satu kader HMI bernama Dodi saat menyampaikan aspirasi di depan pintu gerbang Kantor DPRD Provinsi Bengkulu.

"Selepas penutupan orasi, massa meminta untuk membuka gerbang, namun ada oknum polisi yang memukul kepala salah satu kader HMI bernama Dodi," ungkapnya.

Zelig juga menyampaikan sejumlah tuntutan dari HMI Cabang Bengkulu atas tindakan represif pihak berwajib.

HMI Cabang Bengkulu pun menuntut :

- Bebaskan anggota HMI yang ditahan di Mapolda Bengkulu.
- Copot jabatan Brigjen Pol Coki Manurung sebagai Kapolda Bengkulu.

Sementara itu, Majelis Daerah Korp Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (MD KAHMI) Bengkulu juga mengeluarkan pernyataan sikap yakni:

- Mengutuk keras sikap arogan pihak keamanan dalam aksi mahasiswa di DPRD provinsi Bengkulu yg berujung pada penangkapan, penganiayaan dan penembakan terhadap peserta aksi. Sikap tersebut merupakan pelanggaran HAM dalam menyampaikan pendapat dimuka umum.

- Meminta Kapolda Bengkulu untuk membebaskan peserta aksi yang diamankan baik yang berada di Polda Bengkulu maupun di Polresta Bengkulu, serta bertanggung jawab terhadap seluruh biaya pengobatan peserta aksi yang sampai saat ini masih dirawat di RSUD Bengkulu.

- Meminta Kapolri mencopot Kapolda Bengkulu yang bertanggung jawab atas peristiwa ini.
Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun tim BETV, tercatat 28 orang yang diamankan di Mapolda Bengkulu.

Menyesal dan Prihatin

Sementara itu, Kabid Humas Polda Bengkulu, AKBP Sudarno mengatakan sangat prihatin dan menyesalkan demo anarkis yang berujung pembubaran massa dengan menggunakan water canon dan gas air mata yang menimbulkan korban dari pihak Polri dan mahasiswa.

"Korban tak hanya dari para mahasiswa saja, tapi 9 anggota kita, 1 diantaranya dirawat," ujarnya.

Disisi lain, ia pun membantah isu yang menyatakan aksi penembakan yang dilakukan oleh pihak kepolisian kepada para demostran. Hal ini pun diperkuat dengan hasil keterangan dokter yang menyatakan luka robek di kaki sudah dijahit.

"Kami himbau mahasiswa dan civitas akademika agar dalam menyampaikan aspirasinya untuk lebih santun dan tunjukan intelektualitas sehingga aspirasi yg disampaikan lebih bagus dan masyarakat jangan terprovokasi dengan apa yang beredar di media sosial yang belum jelas sumbernya," pintanya.

Sedangkan, dari informasi berita yang di himpun pewarta, unjuk rasa para Mahasiswa dari berbagai elemen sebagai bentuk protes terhadap kepemimpinan Jokowi-JK pada, Selasa (18/9) dilakukan di 10 Kota di Indonesia, diantaranya; Bengkulu, Langsa Aceh, Bandar Lampung, Jakarta, Bandung, Surakarta, Pamekasan Jawa Timur. Kota Makassar, Maros Sulawesi Selatan, Kendari Sulawesi Tenggara.(dbs/JS/bengkulutoday./bengkuluekspress/betvnews/bh/sya)


Share : |

 
Berita Terkait Mahasiswa
Demo HMI dan KAHMI Bentrok di Bengkulu, Puluhan Mahasiswa Diamankan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Kejari Barito Selatan Gelar Perkara Bersama KPK Kasus Dugaan Korupsi Proyek Senilai Rp 300 M
Polisi Melakukan 20 Adegan Rekonstruksi Pengeroyokan Anggota TNI oleh Juru Parkir
Demo SP JICT ke BUMN: Kembalikan JICT Koja ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Kapolri Tito Karnavian Meminta Seluruh Jajaran Divisi Humas Polri Mendekatkan Diri dengan Media
Palestina jadi Isu Utama Agenda Diplomasi Parlemen
Ikut Gerad Pique, Shakira Didakwa Menggelapkan Pajak di Spanyol Rp 233 M
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polisi Melakukan 20 Adegan Rekonstruksi Pengeroyokan Anggota TNI oleh Juru Parkir
Demo SP JICT ke BUMN: Kembalikan JICT Koja ke Pangkuan Ibu Pertiwi
Kapolri Tito Karnavian Meminta Seluruh Jajaran Divisi Humas Polri Mendekatkan Diri dengan Media
Gedung Sasono Utomo TMII Akan Menjadi Saksi Sejarah Pembentukan Dewan Pers Independen
Prabowo Naik Ojol Ikut Kopdar Forgab Roda 02 di Sirkuit Sentul
Diskusi Publik: Menyoal Kejahatan Korporasi terhadap Reklamasi Teluk Jakarta
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]