Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Legislatif    
 
Arab Saudi
Delegasi DPR RI Berjumpa Majelis Syuro Arab Saudi Ditengah Ancaman Rudal
2017-12-24 06:10:11

Delegasi DPR RI dipimpin Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah bertemu Wakil Ketua Parlemen (Majelis Syuro) Kerajaan Arab Saudi di Kompleks Istana Yamamah, Riyadh.(Foto: Dok/jk)
RIYADH, Berita HUKUM - Delegasi DPR RI yang dipimpin Wakil Ketua Fahri Hamzah, Kamis (21/12) menuntaskan pertemuan dengan Wakil Ketua Parlemen (Majelis Syuro) Kerajaan Arab Saudi di kompleks istana Yamamah, Riyadh. Pertemuan dengan Dr Yahya Al-Samman ini adalah kunjungan balasan setelah sebelumnya Ketua Parlemen Arab Saudi melakukan kunjungan resmi ke parlemen Indonesia, beberapa saat sebelum Raja Salman tiba, Maret 2017 lalu.

Dalam pertemuan dengan Majelis Syuro, Fahri Hamzah yang didampingi Dubes Luar Biasa Berkuasa Penuh RI untuk Arab Saudi Agus Maftuh Abegebriel menyampaikan persamaan perasaan antara Indonesia dan Arab Saudi. "Gangguan pada Arab Saudi adalah juga gangguan kepada Indonesia," kata Fahri Hamzah dalam percakapan.

Fahri juga mengharapkan Dubes RI diberikan akses luas ke kerajaan Arab Saudi untuk bisa meningkatkan hubungan kedua negara. Selain itu, Indonesia menegaskan sikap Indonesia menolak klaim Yerussalem ke bagian Israel, sesuatu yang disikapi sama oleh Yahya mewakili parlemen Arab Saudi.

Sementara itu yang luput dari pemberitaan adalah kedatangan Delegasi Parlemen Indonesia ke Arab Saudi terjadi beberapa saat setelah sebuah peluru kendali yang diluncurkan pemberontak Yaman ke arah Arab Saudi, Selasa (19/12) berhasil dihancurkan di langit Riyadh. Pemberontak Houthi menyebut rudal itu mengincar istana Yamamah, kediaman resmi Raja Salman. AFP melaporkan mendengar ledakan besar sekitar 10.50 GMT. Jam 12.30 waktu Riyadh, delegasi parlemen Indonesia mendarat di Bandar Udara King Khalid. Lusanya, Kamis (21/12) delegasi melakukan pertemuan di kompleks Yamamah.

Selama tiga hari 19-21 Desember Wakil Ketua DPR RI Fahri Hamzah bersama anggota delegasi yaitu Henry Yosodininingrat (FPDIP), M. Safrudin (FPAN), Nurhasan Zaidi (FPKS) dan Tengku Taufiqulhadi (FNASDEM), berada di Riyadh, Arab Saudi untuk melaksanakan muhibah dan pertemuan diplomatik dengan beberapa pihak.

Setelah pertemuan-pertemuan dengan pihak Kedubes, para pekerja migran Indonesia di shelter (RUHAMA/ Rumah Harapan Mandiri), dan berdialog dengan LSM migran, delegasi DPR melangsungkan pertemuan dengan Majelis Syuro (parlemen) Arab Saudi, membawa agenda tindak lanjut MoU Indonesia & Arab Saudi pasca kedatangan Raja Salman, dan suara Indonesia terkait Palestina.(skr,mp/DPR/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Arab Saudi
Arab Saudi Resmikan Kereta Cepat yang Hubungkan Mekkah dan Madinah
Perdana, Arab Saudi Rilis Surat Izin Mengemudi untuk Perempuan
Arab Saudi akan Buat Bom Nuklir Jika Iran Punya Senjata Nuklir
Delegasi DPR RI Berjumpa Majelis Syuro Arab Saudi Ditengah Ancaman Rudal
Rudal Yaman yang Ditembakkan ke Arab Saudi Punya 'Ciri Khas' Iran
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Fahri Hamzah Usul Lapangan Tembak Dipindah
Polisi Menangkap Penembak Diduga Peluru Nyasar di Ruang Anggota Komisi III DPR
Masyarakat Harus Lihat Peluang Baik dalam Penggunaan Teknologi Informasi
Komisi VIII Dorong Bantuan Korban Bencana Sulteng Cepat Tersalurkan
Bupati Bekasi dan Petinggi Lippo Jadi Tersangka terkait Dugaan Kasus Suap Proyek Meikarta
Diduga Peluru Nyasar, Wenny Warow Serahkan Penyelidikan pada Polisi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Polisi Menangkap Penembak Diduga Peluru Nyasar di Ruang Anggota Komisi III DPR
Bupati Bekasi dan Petinggi Lippo Jadi Tersangka terkait Dugaan Kasus Suap Proyek Meikarta
Berutang Rp15 Triliun ke Bank Dunia untuk Pemulihan Lombok dan Sulteng Sama Saja Mengatasi Bencana dengan Bencana
Poyuono: Analogi RS Ibarat Orang Bakar Ban Mobil Berteriak Rumahnya Kebakaran
Ditlantas Polda Metro Jaya Sosialisasi Sistem E-TLE dengan Pembagian Brosur dan Pembentangan Spanduk
Jiwasraya Tunda Bayar Klaim Nasabah Menunjukkan Pengelolaan BUMN yang Buruk Selama Ini
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]