Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 
Ahmad Dhani
Datangi Sidang Eksepsi, Ahmad Dhani Pakai Style Baru Yang Lebih Keren
2018-04-25 04:15:11

JAKARTA, Berita HUKUM - Musisi Ahmad Dhani punya gaya baru saat menghadiri sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan terkait ujaran kebencian. Sekira pukul 14.00 WIB pada, Senin (23/4), suami Mulan Jameela datang dan langsung masuk ke ruang sidang utama.

Yang berbeda, kalau minggu lalu Dhani hanya mengenakan kaos oblong bertuliskan #2019GantiPresiden, kali ini dia datang mengenakan jas hitam dibalut dasi dengan warna yang sama, dipadukan dengan jeans hitam dan sepatu dengan warna sama. Sedangkan untuk penutup kepalanya, Dhani menutupinya dengan blankon.

Yang menarik, penampilannya kali ini memang sudah direncanakan dengan mencari referensi dari berbagai sumber di media sosial. Alhasil, saat persidangan, Dhani datang dengan penampilan barunya.

Penampilan unik suami Mulan Jameela ini pun menuai pujian dari hakim sidang. "Saudara sudah ganteng," kata majelis hakim saat melihat penampilan Dhani.

"Jadi selama saya mencari di google. Kok penampilan saya nggak ada yang keren. Makanya saya akhirnya peduli sama penampilan saya, biar pas diketik di google muncul foto keren," katanya.

Merasa lebih percaya diri, Dhani mengatakan akan terus mempertahankan gaya barunya tersebut, di kehidupan keseharian mapun ketika saat manggung. Dan jika ada yang meniru penampilannya itu, haruslah mendapat izin darinya.

"Ini akan dipakai dalam style saya kedepannya. Nyanyi dan politik saya akan bergaya begini. Jadi harus izin saya kalau ada yang mau niru," jelasnya.

Sementara, Musisi dan penyanyi Dhani Ahmad Prasetyo (45) juga mengatakan bahwa yang melakukan penistaan agama, merupakan tindak pidana kriminal.

Sehingga, Dhani menegaskan bahwa yang melakukan penistaan agama adalah 'bajingan'. Sehingga ungkapan kekesalannya tersebut, diutarakan di media sosial twitter miliknya @AHMADDHANIPRAST.

Ungkapan Dhani di twitter pun dilaporkan oleh berbagai pihak ke Polda Metro Jaya. Sehingga penyidik menjadikan unggahan pentolan grup band Dewa 19 itu, menjadi barang bukti yang diduga menyebar ujaran kebencian.

Dimana Dhani diduga merujukan ungkapan tersebut kepada Basuki Tjahja Purnama alias Ahok, yang dijerumuskan ke penjara atas kasus penistaan agama.

Namun Dhani membela diri. Ia menegaskan bahwa orang yang melakukan penistaan agama merupakan salah dan masuk dalam kategori pelanggaran kriminal.

"Saya tidak pernah menyebut penista agama. Oang yang menistakan agama adalah pelaku tindak kriminal. Jadi orang yang membela penista agama adalah bajingan," kata Dhani Ahmad Prasetyo.

Hal itu ia katakan ketika sebelum memasuki ruang sidang gedung Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Ampera, Jakarta Selatan, Senin (23/4).

Ayah enam anak itu merasa tidak bersalah atas ungkapan dan pendapatnya, yang malah diduga mendapatkan unsur ujaran kebencian terhadap seseorang.

"Pendapat saya dijamin oleh UU. Mengenai berkebebasan berpendapat. Pendapat saya para pembela penista agama itu bajingan, perlu diludahi. Itu pendapat saya dan pendapat saya dilindungi UU," ucap Dhani Ahmad Prasetyo.

Seperti diketahui, Ahmad Dhani didakwa pasal 28 ayat 2 Jo Pasal 45 ayat 2 UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik atau ITE.

Suami Mulan Jameela itu menjadi terdakwa usai dilaporkan Jack Boyd Lapian, pendukung Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok pada Pikada DKI Jakarta 2017.(kapanlagi/AriePujiWaluyo/ARI/serambinews/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Ahmad Dhani
Datangi Sidang Eksepsi, Ahmad Dhani Pakai Style Baru Yang Lebih Keren
Ahmad Dhani Kecewa, Kementerian Seni dan Industri Kreatif Dipertidak
Ahmad Dhani Mengadu ke Dewan Pers Ulah 15 Media Online
Ahmad Dhani Tuding Maia Estianty Ancam Anak-anaknya
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Menaker Hanif Dhakiri Membuka Seminar Kompetensi Lulusan Politeknik di Era Revolusi Industri 4.0
Polisi Menggelar 35 Adegan Reka Ulang Kasus Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi
Jenazah Dufi, Korban Dalam Drum Dimakamkan di TPU Semper Cilincing
KPU Optimis, Pemilu Siap Diselenggarakan
Perang di Yaman: 'Bencana Kemanusiaan Terburuk Selama Satu Abad'
Poster Jokowi Raja, Pasang Sendiri, Gaduh Sendiri, Copot Sendiri Lalu Tak Sudi Salahkan Diri
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Jenazah Dufi, Korban Dalam Drum Dimakamkan di TPU Semper Cilincing
Peserta Kirab Pemuda 2018 Diharapkan Mampu Berimajinasi, Jangan Berhenti Menulis dan Membaca tentang Indonesia
Jokowi Izinkan Asing Kuasai 100 Persen Saham di 54 Industri Lagi
KSPI Mendesak Semua Provinsi Tetapkan UMK di Atas PP 78/2015
Wakapolda Metro Jaya: Motif Pembunuhan Satu Keluarga di Bekasi karena Sakit Hati
Keabsahan dan Eksistensi Anggota Dewan Pers Dituding Cacat Hukum
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]