Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Jakarta
DPRD DKI Tak Mau Jual Saham DLTA Anker Bir, Gubernur Anies Lapor ke Warga
2019-03-07 23:19:13

JAKARTA, Berita HUKUM - Polemik kepemilikan saham PT Delta Djakarta Tbk (DLTA) oleh Pemerintah Provinsi Daerah Khusus Ibukota Jakarta kembali mencuat. Kali ini, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Gubernur DKI Jakarta yang beda pendapat.

Seperti dilansir dari detikfinance, Ketua DPRD DKI Jakarta Prasetio Edi Marsudi (Pras) menolak penjualan saham Pemprov di produsen Anker Bir, Delta Djakarta.

Sementara Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan menyebut tetap akan menjual saham tersebut.

"Ya kita coba terus. Kita berniat melaporkan itu, kita laporkan kepada rakyat Jakarta bahwa wakil-wakil Anda ingin tetap memiliki saham bir biar nanti warganya juga yang ikut menyampaikan aspirasi," kata Anies di Balai Kota, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Selasa (5/3) seperti dikutip dari detikfinance.

Pras menuturkan tidak ada keuntungan berarti dari penjualan saham bir tersebut. Dia ingin Anies Baswedan tidak setengah-setengah menghentikan peredaran alkohol.

Namun Anies malah akan melaporkan anggota Dewan DKI yang menolak penjualan saham produsen Anker Bir kepada warga DKI Jakarta.

"Kalau menurut warga memang sesuai aspirasi wakilnya, kita akan jalan terus. Tapi kalau warga tidak setuju, sampaikan ke Dewan. Jadi Dewan itu kan wakilnya rakyat ya. Jadi ketika wakil rakyat tidak menyetujui, ya kami lapor ke rakyat," jelas dia.

"Ini Dewan Anda ingin punya saham bir terus, ingin punya untung dari uang bir," imbuh Anies.

Anies mengatakan alasan menjual saham minuman beralkohol tersebut adalah karena pendapatan yang diperoleh tidak terlalu besar dan minuman ber alkohol yang diproduksi PT Delta Djakarta adalah produsen dan distributor beberapa merek bir di bawah Anker, Carlsberg, San Miguel, dan Kuda Putih. Ia ingin penjualan saham tersebut segera terealisasi.

DPRD DKI Tak Mau Jual Saham Anker Bir, Anies Lapor WargaGubernur DKI Jakarta Anies Baswedan (Foto: CNBC Indonesia/Ester Christine Natalia)

"Ya itulah. Nambahnya cuma segitu-segitu juga uangnya. Dana itu jauh lebih bermanfaat bila kita gunakan untuk pembangunan bagi masyarakat kita. Apalagi dengan ukuran APBD kita sekarang, itu menjadi kecil sekali dari situ," tuturnya.

Sebelumnya, Pras mengatakan akan tetap menolak penjualan saham produsen Anker Bir, Delta Djakarta. Pras menuturkan tidak ada keuntungan berarti dari penjualan saham bir tersebut.

"Dikatakan setahun dapat Rp 50 miliar, terus mau dijual Rp 1 triliun. Kita makan riba, itu buat saya. Saya sebagai orang muslim, ya mohon maaf ya, lebih jahat riba daripada orang minum bir. Coba itu dipikirkan lagilah," kata Pras di kantornya, gedung DPRD DKI Jakarta, Jalan Kebon Sirih, Jakarta Pusat, Senin (4/3).

Lihat Video Youtube penjelasan yang rasional dari Anies Baswedan mengapa dirinya tetap akan menjual saham produsen Anker Bir, Klik disini.(hps/prm/cnbcindonesia/bh/sya)


 
Berita Terkait Jakarta
 
Bapenda DKI Jakarta Terapkan Sistem Online Pajak Reklame
 
Dana KJP Cair, Bank DKI Imbau Nasabah Patuhi PSBB
 
Kabar Melegakan, Gubernur Anies Baswedan Jamin Warga Non KTP DKI Juga Dapat Paket Bantuan
 
Gubernur Anies Tanggapi Pemandangan Umum Fraksi DPRD DKI Jakarta Atas Raperda Retribusi Daerah
 
Sekda DKI Apresiasi Keputusan Ketua Komisi Pengarah Soal Formula E
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Harapan SBY Kepada Jokowi: Kekuasaan Itu Bukan untuk Menakut-nakuti Rakyat!
Volume Sampah Saat Lebaran di DKI Jakarta Capai 2.195 Ton
Wawancara Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah Tak Kantongi Izin Kemenkumham
Jelang Penerapan 'New Normal', Pemerintah Perketat PSBB di 4 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota
Amien Rais Sebut New Normal Itu Pengelabuan dan Menyesatkan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Mulai Diadili dalam Kasus Dugaan Korupsi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Polri Tutup Pintu Masuk Arus Balik Menuju Jakarta
Polri Tangkap 2 WNA dan Sita 821 Kg Sabu
Hadiri Rapat Panja Omnibus Law Cipta Kerja, Fraksi PKS Nyatakan Oposisi
Muhammadiyah Menolak Berdamai dengan Covid-19
Netty Prasetiyani: 'Indonesia Terserah' Muncul karena Pemerintah Plin-Plan Soal PSBB
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]