Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Cyber Crime
Cyber Crime Bareskrim Polri Menangkap 4 Pelaku Defacing Situs Pemerintah Maupun Swasta
2018-11-09 18:36:24

Kasubdit II Cyber Bareskrim Polri Kombes Ricky Naldo Chairul saat jumpa pers di Bareskrim, Mabes Polri, Jumat (9/11).(Foto: BH /as)
JAKARTA< Berita HUKUM - Cyber Crime Bareskrim Polri menangkap 4 pelaku defacing, yang melakukan illegal akses terhadap situs milik pemerintah maupun swasta yang lemah dan rentan atas aksi hacking.

Kasubdit II Cyber Bareskrim Polri Kombes Ricky Naldo Chairul menyampaikan grup Blackhat sangat aktif melakukan tutorial, sharing knowledge, sharing informasi situs-situs yang lemah dan muda untuk di hacking.

"Pelaku yang ditangkap LYC alias Mr. l4m4 (19), MSR alias GO3NJ47 (14), JBKE alias Mr. 4lone (16) dan HEC alias S3CD3C/DAKOCH4N (13). Dari 4 pelaku yang ditangkap, 3 masih dibawah umur," ujar Ricky Naldo di Bareskrim, Mabes Polri, Jumat (9/11).

Pelaku LYC ditangkap di Mojokerto, Jawa Timur. MSR ditangkap di daerah Cirebon, JBKE ditangkap di daerah Surabaya dan HEC ditangkap di tangkap di Jambi.

Para pelaku mendapat ajaran atau tutorial dari para Tutor. Bagaimana cara melakukan hack atau deface dengan teknik-teknik tertentu, dilatih dan tes dimasukan dalam grup WA.

"Mereka diberi target, apabila sudah berhasil membajak situs. Hasil bajakan di share ke grup WA," terangnya.

Dengan adanya pengungkapan kasus ini, Ricky Naldo berharap kepada orang tua agar selalu untuk mengawasi kegiatan anak-anak mereka, agar tidak terjerumus dalam kelompok kepentingan dalam paham radikalisme.

Para perentas cyber dijerat hukuman dengan pasal 46 ayat 1,2,3 jo pasal 30 ayat 1,2,3 jo pasal 48 ayat 1 jo pasal 32 ayat 1 UU No.19 tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No.11 tahun 2008 tentang ITE.(bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Cyber Crime
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Amien Rais Diperiksa sebagai Saksi terkait Kasus Dugaan Makar Eggi Sudjana
Komisi V Tinjau Kesiapan Pemerintah Antisipasi Mudik Lebaran
Muhammadiyah Kecam Aksi Unjuk Rasa 21-22 Mei yang Berujung Rusuh
Ciptakan Generasi Berkarakter Islam MIN 1 Gelar Pesantren Kilat
Dana BOS Triwulan ke II 2019 Sudah Cair untuk Peningkatan Kualitas Pendidikan
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Untitled Document

  Berita Utama >
   
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]