Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Pembunuhan
Chiko Terbukti Membunuh di THM, Hakim Vonis 15 Tahun Penjara
2019-01-10 08:21:45

Suasana sidang vonis pembunuhan terdakwa Chiko pada, Rabu (9/1) di PN Samarinda.(Foto: BH /gaj)
SAMARINDA, Berita HUKUM - Majelis Hakim Pengadilan Negeri Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) yang dipimpin Yoes R Hertyarso, SH didampingi Joni Kondolele, SH dan Edy Toto Purba, SH pada sidang yang di gelar pada, Rabu (9/1) menjatuhkan vonis 15 tahun penjara terhadap terdakwa Chiko (25) yang melakukan pembunuhan terhadap Elia di tempat hiburan malam (THM) Mitra Samarinda pada, Senin (30/7/2017) lalu.

Sebelum mengucapkan amar putusannya, Ketua Majelis Hakim Yoes R Hertyarso terlebih dahulu menyampaikan hal-hal yang memberatkan dan hal-hal yang meringankan. Dalam pertimbangannya Ketua Majelis Hakim mengatakan hal-hal yang memberatkan adalah terdakwa telah menghilangkan nyawa orang lain, sedangkan tidak ada hal yang meringankan bagi terdakwa.

"Terdakwa silahkan berdiri, menyatakan terdakwa Chiko terbukti secara sah dan meyakinkan melanggar Pasal 338 KUHP sesuai dakwaan ke 1 Jaksa Penuntut Umum, menjatuhkan pidana selama 15 tahun penjara," ujar Yoes dalam amar putusannya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum Melany dari Kejaksaan Negeri Samarinda juga menuntut terdakwa Chiko melanggar Pasal 338 KUHP dengan hukuman selama 15 tahun penjara. Sehingga vonis yang dijatuhkan majelis hakim selama 15 tahun penjara sama dengan tuntutan Jaksa Penuntut Umum tersebut.

Setelah mendengar vonis yang dibacakan Ketua Majelis Hakim selama 15 tahun penjara tersebut, Chiko diam dan tertunduk. Setelah berkonsultasi dengan penasihat hukumnya Suryani dan Helena, mengatakan akan pikir-pikir.

Sidang yang dipadati pengunjung yang kebanyakan dari keluarga korban Elia mendapat pengawalan ketat dari petugas kepolisian.

Saat usai sidang yang dikawal oleh petugas Brimob untuk kembali ke tahanan PN, tampak keluarga korban Elia rupanya tidak puas dan berupaya menyerang terdakwa namun dihalau oleh petugas Brimob yang mengawal terdakwa.(bh/gaj)

Share : |

 
Berita Terkait Pembunuhan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Menhan: Kepolisian Seluruh Dunia Ada di Bawah Kementerian Bukan di Bawah Presiden
Status Anak Perusahaan BUMN: Adalah BUMN
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Baleg DPR Harapkan Keseriusan Pemerintah Bahas Undang-undang
Perjuangan Tim Medis Muhammadiyah Menembus Blokade Banjir di Konawe Utara
Hongkun Otoh, Putra Asli Dayak Menjadi Ketua PN Samarinda Yang Baru
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Arief Poyuono: Paslon 01 Mesti Didiskualifikasi, KPU Enggak Paham BUMN Sih..
Sambangi MK, Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi Bawa Bukti yang Menghebohkan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]