Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Eksekutif    
 
Bom KBRI Paris
Bom Meledak di Dekat Gedung KBRI Paris
Wednesday 21 Mar 2012 16:59:51

Petugas keamanan Perancis tengah melakukan investigasi di lokasi kejadian ledakan bom (Foto: AFP Photo)
JAKARTA (BeritaHUKUM.com) – Sebuah bom meledak dekat bangunan Kedutaan Besar Republik Indoensia (KBRI) di Paris, Perancis, Rabu (21/3) pukul 05.20 waktu setempat. Ledakannya cukup kuat hingga memecahkan kaca jendela gedung terdekatnya. Bahkan, sebagian bangunan rusak. Namun, tidak ada korban dalam insiden ini.

Ledakan bom dekat KBRI di Paris ini, ternyata bukanlah kali pertama kali. KBRI di Paris pernah dihantam bom pada 2004 lalu, yang hingga saat ini pelaku dan motifnya belum diketahui. ”(Insiden bom) ini sudah pernah terjadi pada 2004. Tapi tidak ada korban jiwa akibat bom itu. Saat itu, juga tidak ada hasil investigasi yang konklusif,” kata Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Rabu (21/3).

Menurut dia, dalam peristiwa bom kali ini, juga tak ada korban jiwa. saat kejadian, KBRI sedang dalam keadaan tidak aktif. Sebab, waktu bekerja belum dimulai. Tapi terjadi kerusakan pada sejumlah kaca jendela gedung KBRI. Sejumlah gedung lain yang berada di sekitarnya, juga mengalami kerusakan yang sama.

Saat ini, petugas keamanan setempat sedang menyelidiki ledakan bom yang mengakibatkan kaca bangunan KBRI pecah. KBRI sedang bekerja sama dengan pihak kepolisian agar KBRI benar-benar aman. "Kami belum bisa menyimpulkan, apakah ledakan ini diarahkan atau ditargetkan kepada KBRI Paris atau bukan," kata Marty.

Kemenlu juga meminta staf KBRI dan WNI yang berada di negara tersebut untuk meningkatkan kewaspadaannya. Hal ini menyusul terjadinya ledakan bom di dekat gedung KBRI Paris itu. Selain itu KBRI Paris juga diminta untuk terus memantau keadaan warga negara Indonesia yang berada di Perancis. “Kami masih menunggu hasil investigasi ledakan bom ini,” jelas dia.

Bukan Untuk KBRI
Sementra itu, Kepala Badan Intelejen Negara (BIN) Letjen TNI Marciano Norman mengatakan, bom di depan gedung KBRI Paris itu, diyakini bukan ditujukan untuk Pemerintah Indonesia. ”Memang sedang dalam investigasi. Tapai saya tidak yakin kalau itu ditunjukkan untuk KBRI,” tegasnya.

Marciano menambahkan, menurut informasi yang didapatkannya, ada indikasi tiga orang yang meletakkan bom tersebut. Saat ini, pemerintah RI terus berkoordinasi dengan kepolisian dan intelejen Perancis untuk melacak pelaku pengeboman dan mengembangkan kasus.

“Bapak Presiden Susilo Bambang Yudhoyono sudah dikabari mengenai kejadian ledakan bom ini. Beliau memberikan kesempatan kami (BIN) untuk mendalami. Kami akan menindaklanjutinya ,” kata Marciano, ketika ditanya soal respon Presiden SBY itu.

Sementara laporan yang mengutip saksi mata, menyebutkan bahwa ada tiga laki-laki meninggalkan sebentuk paket di dekat bangunan KBRI yang terletak di bagian barat kota Paris itu. Seseorang yang melihat bungkusan ini, kemudian memindahkannya sekitar sepuluh meter dari lokasi awal, sebelum akhirnya kabur. Bom lalu meledak beberapa menit kemudian.

Hingga kini, belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas ledakan bom tersebut. Polisi dan petugas pemadam kebakaran segera digerakkan ke lokasi dan langsung menutup area tersebut. Sejumlah petugas keamanan setempat juga disiagakan di sekitar lokasi kejadian.

Perlu diketahui, beberapa waktu ini, teror melanda Perancis. Bahkan, pemerintah setempat mengumumkan siaga merah untuk pertama kalinya dalam sejarah. Itu dilakukan, karena pada Senin (19/3) lalu, terjadi pembantaian di sebuah sekolah Yahudi yang menewaskan seorang rabi (tokoh agama Yahudi) dan sejumlah siswa. Sebelumnya, juga terjadi penembakan yang menewaskan tiga tentara.(dbs/wmr)

Share : |

 
Berita Terkait Bom KBRI Paris
Pengebom KBRI Paris Berhasil Ditangkap
Bom Meledak di Dekat Gedung KBRI Paris
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
BNNK Balikpapan Amankan Suami Istri Kurir Sabu dengan Barbuk Sabu 2 Kg
Presiden Prancis Emmanuel Macron: 'Jangan Memberi Cap Buruk kepada Muslim dan Pemakai Hijab'
KPK Tetapkan 3 Tersangka dari OTT Kasus Proyek Jalan Rp 155,5 Milyar di Kaltim
Vonis 12 Tahun Penjara dan Denda Rp 1 Milyar untuk Trisona Putra Pemilik 499,4 Gram Sabu
BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi
Beroposisi, Itu Baru High Politics?
Untitled Document

  Berita Utama >
   
BW: Sejarah Mencatat KPK Resmi 'Dihabisi' di Era Jokowi
BEM SI Kembali Gelar Aksi Siang Ini Mendesak Jokowi Terbitkan Perppu KPK
Mungkinkah Prabowo Akan Jadi Penghianat Istana?
Utang Luar Negeri RI Makin Bengkak, Naik Jadi Rp 5.553,5 Triliun
Jelang Pelantikan Presiden, DPR RI Berlakukan Sistem 'Clearance'
Pernyataan Din Syamsuddin terkait Kasus Penyerangan atas Menko Polhukam Wiranto
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]