Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Narkoba
Bila Tak Terbukti Edarkan Narkoba, Old City Wajib Dibina
2018-10-23 17:40:55

Pemerhati tempat hiburan malam (THM), S. Tete Marthadilaga.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berta HUKUM - Pemerhati tempat hiburan malam (THM), S. Tete Marthadilaga mengapresiasi kinerja Badan Narkotika Nasional Provinsi DKI Jakarta, dalam melakukan razia narkoba di tempat hiburan malam Diskotik Old City (OC) di Jl. Kali Besar Selatan, Tambora Jakarta Barat, Minggu (21/10) lalu.

Dalam razia narkoba dengan dilakukan test urine tersebut, ada 52 pengunjung positif menggunakan narkoba jenis ekstasi dan sabu. Mereka sesuai pemeriksaan langsung digelandang ke kantor BNNP DKI Jakarta di kawasan Kuningan Jakarta Selatan, guna pemeriksaan lebih lanjut. Razia tersebut cukup efektif dan sesuai prosedur (SOP) dan tentunya harus lebih profesional.

Terkait adanya desakan untuk menutup Diskotik OC, Pemprov DKI harus bertindak ekstra hati-hati dan jangan ada kesan main segel atau asal cabut izin usaha pariwisata. Disamping akan berdampak bertambahnya pengangguran, Pemda DKI selama ini belum mampu memberikan solusi bagi karyawan tempat hiburan malam yang terkena pemutusan hubungan kerja (PHK) maupun yang di rumahkan.

Namun demikian, lanjut Mas Tete, apabila tempat hiburan yang bersangkuitan terbukti mengedarkan narkoba, hal itu tidak bisa ditolelir lagi, tetapi apabila baru sebatas indikasi maka pemerintah DKI, dalam hal ini gubernur, jangan sampai berkuping tipis hingga pada akhirnya merugikan pengusaha hiburan dan “mematikan” karyawan THM.

"Bila terbukti edarkan narkoba, ya tak bisa ditolelir lagi. Tapi bila tak terbukti edarkan narkoba, OC wajib dibina, " ujar Tete, Selasa (23/10).

Adanya desakan penutupan itu kemungkinan besar masyarakat belum tahu apabila pengelola OC adalah manajemen baru. Jadi, tidak ada sangkut pautnya dengan kesalahan yang dilakukan manajemen sebelumnya. Sebab, ketika dilakukan razia, ternyata OC baru grand opening. Sementara yang terbukti positif salahguna narkoba ( sesuai hasil test urine) semuanya pengunjung dan tidak melibatkan karyawan.

“Secara pribadi saya sangat mendukung pembrantasan salahguna narkoba. Bukan saja di THM jenis diskotik, tetapi perlu pengawasan ketat di tempat karaoke, hotel, rumah kost, apartemen dan bahkan di perumahan,” tandas Tete.

Peredaran dan salahguna narkoba di Tanah Air, khususnya di Ibukota Jakarta sudah mencapai titik nadir. Mengkomsumsi pil setan dan kristal putih ini tentu akan merusak generasi bangsa. Untuk itu seyogyanya dicarikan cara yang tepat dan efektif guna mencegah peredaran dan salahguna narkoba di tempat hiburan.

“Misalkan kalau memungkinkan, bisa saja digunakan alat deteksi atau petugas BNN dan Satuan Narkoba Polda ditempatkan disitu. Nah, bila perlu anjing pelacak di tempat di sekitar pintu masuk sesuai kebutuhan,” tuturnya.

Melihat bisnis THM belakangan ini yang hidup segan mati tak mau alias mati suri, akan berdampak luas khususnya masalah sosial dan PAD Pemprov DKI Jakarta, pemerhati THM ini ikut prihatin. Karena menghidupkan sebuah kota, terlebih membuat kota yang tak pernah tidur itu tidaklah mudah. Namun begitu tidak juga harus menabrak berbagai aturan yang ada.

Masyrakat sekarang ini semakin cerdas, terlebih di era canggihnya tehnologi informasi saat ini. Gerak gerik petugas mudah diawasi, begitu pula penyelenggaraan bisnis hiburan malam. Apabila ada pelanggaran ataupun penyimpangan yang dilakukan baik aparat di lapangan maupun pengusaha, secepatnya bisa diketahui.

“Sekarang ini wartawan sungguhan jumlahnya kalah banyak dan kalah cepat dengan ‘wartawan medsos’ yang nota bene kapan saja, dimana saja, klik langsung tayang,” kata Mas Tete berseloroh.(bh/as)

Share : |

 
Berita Terkait Narkoba
Aris Idol Ditangkap Lagi Nyabu di Apartemen dengan 4 Temannya
Polres Jakarta Utara Musnahkan Barang Bukti Narkotika Shabu Seberat 11 Kg
Ditresnarkoba PMJ Menangkap 4 Tersangka Kasus Narkotika dengan 2,3 Kg Shabu
TNI AL, BNN, Bea Cukai Gagalkan Penyelundupan 73 Kg Sabu dan 10 Ribu Butir Ekstasi
Polsek Kembangan Jakbar Menangkap 3 Orang Pengedar Narkoba di Lingkungan Sekolah
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Dosen UI: Jika Sebar Hoaks, Tokoh Agama Paling Berdosa
Mulai Besok Jalur 10 Stasiun Kereta Manggarai Bakal Ditutup Selama 45 Hari
HMPI: Hoaks Buat Netizen Lebih Hebat dari Quraish Shihab
Guntur Romli: Hoaks Sebabkan Kualitas Demokrasi Turun
Abdul Basyid Has: Pemkot Batam Harus Tunjukan Komitmen Berantas Korupsi, Bukan Sebaliknya.
Sumdaling PMJ Menangkap 6 Tersangka 'dokter' Penyunting Gas Oplosan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Netralitas TNI dan Polri pada Pemilu Tentukan Kualitas Demokrasi
Inilah Deretan Penghargaan Diraih Pemrov DKI Jakarta Dibawah Kepemimpinan Anies Baswedan
Ditlantas Polda Metro Jaya Gelar Acara Millennial Road Safety Festival 2019
LIPI: Ada 3 Provinsi di Indonesia Rawan Hoaks
Polri Siap Meluncurkan Gebrakan Milenial Road Safety Festival Guna Menekan Angka Kecelakaan
Kaku dan Kurang Menarik, Format Debat Pilpres Berikutnya Harus Dievaluasi
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]