Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 
Muhammadiyah
Bermuhammadiyah Harus Miliki Spirit Menggembirakan
2019-11-30 05:40:02

GOA, Berita HUKUM - BerMuhammadiyah itu harus memiliki spirit menggembirakan, juga siap meramaikan pengajian. Karena pengajian adalah sebagai indikator sederhana hidup atau matinya kepengurusan pada kepemimpinan di Muhammadiyah.

Hal tersebut disinggung oleh dr. Agus Taufiqurrahman, Ketua Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah pada Jum'at (29/11) dalam acara Tabligh Akbar Cabang dan Ranting Expo III di Kecamatan Limbung, Gowa, Sulawesi Selatan.

"Mulai sekarang Cabang dan Ranting harus ekstra dalam pembinaan, dan mengembangkan pengajian berkemajuan. Ngajinya sesuai dengan yang dilakukan oleh KH Ahmad Dahlan, bukan cuma membaca dan menghafal tapi juga diamalkan," jelasnya.

Mengulang cerita santri Ahmad Dahlan yang protes karena surat yang diajarkan berulang-ulang hanya Al Ma'un. Dokter Spesialis Saraf ini mengajak untuk semua pembelajar meneladani metode yang digunakan oleh Ahmad Dahlan. Karena metode yang dipakai terbilang unik, sehingga dampak dari ngaji agama bisa dirasakan begitu luas dan bertahan sampai sekarang.

"Sudah faham, sudah ngerti, dan hafal. Maka pertanyaan yang disampaikan Kiai yang terakhir adalah, sudah kamu amalkan belum ? Karena ngaji Qur'an itu bukan hanya untuk di baca berkali-kali, tapi lebih dari itu harus difahami kemudian diamalkan," terangnya.

Karena melalui amalan yang telah ditunjukkan di dalam Al Qur'an, maka Al Qur'an berfungsi sebagai spirit kehidupan. Sehingga refleksi yang berasal dari Al Qur'an bisa menerangi peradaban, diterapkan di setiap sektor kehidupan yang belum tercerahkan. Melalui ini, Muhammadiyah berhasil menjaga eksistensinya dan bahkan terus berkembang Amal Usahanya (AUM).

Sehingga ngaji yang digelar oleh Cabang dan Ranting mampu menangkap spirit maksud dari Al Qur'an dan mampu membangkitkan semangat umat Islam. Pengajian yang menghidupkan, menyegarkan, dan mengembirakan umat. Bukan hanya mengenyangkan ruhani tapi juga menyehatkan jasmani dan termasuk ekonomi.

"Saat ini Muhammadiyah ketika bidang penyantunan dan kesehatan telah bertahan sekain lama. Yang kemudian untuk sekarang adalah berfokus untuk pengerakkan ekonommi umat, yang dilakukan pada setiap level pimpinan dan ortom," tambahnya.

Oleh karena itu, Cabang dan Ranting harus terus melakukan pemberdayaan umat, khususnya Cabang dan ranting yang apabila telah mampu memberikan pelayanan bukan hanya kepada anggota tapi juga kepada umat secara umum.

"Setelah membidik pembaharuan dalam bidang pendidikan, karena Muhammadiyah tahu bahwa untuk memperbaiki peradaban adalah melalui pendidikan. Bahkan dahulu gedung Madrasah Mu'allimin, Yogyakarta sempat ketika pagi dipakai oleh Sekolah Mu'allimin tapi ketika sore dipinjam dan digunakan oleh Sekolah Negeri," ungkapnya.

Hal ini menunjukkan Muhammadiyah berbuat kepada umat dan masyarakat telah ada lebih dahulu daripada pemerintah atau Negara. Karena saat itu dakwah bil hal dalam pandangan Muhammadiyah lebih dibutuhkan oleh umat, karena umat sedang berada dalam tekanan penjajah.(a'n/Muhammadiyah/bh/sya)



 
Berita Terkait Muhammadiyah
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Harapan SBY Kepada Jokowi: Kekuasaan Itu Bukan untuk Menakut-nakuti Rakyat!
Volume Sampah Saat Lebaran di DKI Jakarta Capai 2.195 Ton
Wawancara Deddy Corbuzier dengan Siti Fadilah Tak Kantongi Izin Kemenkumham
Jelang Penerapan 'New Normal', Pemerintah Perketat PSBB di 4 Provinsi dan 25 Kabupaten/Kota
Amien Rais Sebut New Normal Itu Pengelabuan dan Menyesatkan
Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu Mulai Diadili dalam Kasus Dugaan Korupsi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Anies: Perpanjangan PSBB Jakarta Jadi Penentu Transisi Memulai 'New Normal'
Polri Tutup Pintu Masuk Arus Balik Menuju Jakarta
Polri Tangkap 2 WNA dan Sita 821 Kg Sabu
Hadiri Rapat Panja Omnibus Law Cipta Kerja, Fraksi PKS Nyatakan Oposisi
Muhammadiyah Menolak Berdamai dengan Covid-19
Netty Prasetiyani: 'Indonesia Terserah' Muncul karena Pemerintah Plin-Plan Soal PSBB
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]