Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Mapala
Berhasil Menggelorakan Nama Indonesia, KSP Sambut Tim WISSEMU
2018-06-10 01:03:40

Foto bersama 2 Pendaki wanita Indonesia, Tim Support bersama Moeldoko.(Foto: Istimewa)
JAKARTA - Berita HUKUM - Setelah pekan lalu tiba di Tanah Air dan disambut dengan meriah oleh Menpora di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tim The Women of Indonesia's Seven Summits Expedition Mahitala-Unpar (WISSEMU) disambut oleh Kepala Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko, di Bina Graha Kantor Staf Presiden pada Jumat (8/6) kemarin.

"Selamat atas prestasi luar biasa. Kalian telah menjadi kebanggan bangsa, menggelorakan nama Indonesia di dunia internasional, sehingga orang luar tak bisa lagi menyepelekan negara kita." Kata Moeldoko.

Panglima TNI 2013-2015 ini juga menegaskan, perjuangan seperti yang dilakukan Didi dan Mathilda tidaklah mudah. "Mereka ini orang-orang hebat, yang selalu menjadikan tantangan sebagai kebutuhan. Semangat menghadapi tantangan ini harus diviralkan kepada generasi millenial," papar Moeldoko.

Dua pendaki perempuan Indonesia, Fransiska Dimitri Inkiriwang (24) dan Mathilda Dwi
Lestari (24) berhasil mengibarkan bendera Merah Putih di puncak Everest Kamis, 17 Mei 2018 pukul 7.15 WIB dan menggenapi rangkaian pendakian 7-summits -- rangkaian tujuh gunung tertinggi di tujuh belahan lempeng benua, sering disalah artikan sebagai tujuh gunung tertinggi di dunia --. yang telah di mulai sejak tahun 2014.

Ini artinya Tim WISSEMU menjadi tim wanita pertama dari Indonesia yang menorehkan prestasi ini. Di dunia sendiri baru ada 31 orang wanita yang pernah mencatatkan diri masuk dalam daftar 7-summiteers.

General Manager WISSEMU Sebastian Karamoy menyatakan, ekspedisi Seven Summits ini dijalani dengan 'jatuh bangun' selama empat tahun, baik dalam mempersiapkan pendaki, tim, maupun juga sumber daya ekonominya. "Tak banyak yang mau jadi sponsor atau berinvestasi pada kegiatan ini, karena termasuk olahraga berisiko tinggi," jelasnya.

Dengan kebersamaan, Tim WISSEMU menyatukan tekad mengatasi perbedaan yang ada. Apalagi Tim terpacu karena jumlah pendaki perempuan yang berhasil mencapai tujuh puncak gunung di dunia ini tak sampai 100 orang. "Kami dalam tim ini berbeda agama, beda umur, beda generasi, tapi punya satu mimpi dan tujuan yang sama," ungkapnya.

Sementara, Didi dan Mathilda menyatakan rasa syukurnya karena Sang Merah Putih dapat berkibar di tujuh puncak dunia. "Keberhasilan ini kami persembahkan untuk persatuan bangsa. Untukmu Indonesia," kata Mathilda.

Oleh karenanya kedua pendaki juga menyampaikan harapan agar dapat memberikan langsung prestasi ini kepada Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo. "Semoga prestasi dan sejarah bagi Indonesia ini dapat kami serahkan langsung kepada Bapak
Presiden," Sambung Mathilda kepada Moeldoko.

Dalam penyambutan tersebut, kedua pendaki sempat menyampaikan bahwa keberhasilan tersebut tidak terlepas dari dukungan seluruh warga Indonesia, UNPAR, Mahitala, PT Bank BRI Tbksebagai sponsor utama, PT Multikarya Asia Pasifik Raya dan segala pihak yang turun membantu kelancaran ekspedisi ini.(rls/nap/bh/sya)


Share : |

 
Berita Terkait Mapala
Berhasil Menggelorakan Nama Indonesia, KSP Sambut Tim WISSEMU
Menpora Berikan Sambutan Hangat Kepulangan Tim WISSEMU dari Puncak Dunia
Tim WISSEMU: Merah Putih di Puncak Tertinggi Dunia untuk Persatuan Indonesia!
Di Ketinggian 7000an, 2 Perempuan Pendaki Tim WISSEMU Hampir Menyelesaikan Puncak Everest
Pendaki Irfan yang Jatuh di Gunung Slamet Bukan Anggota Mapala UI
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Pembangunan Jembatan dari Dana Desa Dorong Ekonomi Masyarakat Semakin Baik
Masuki Tahun Politik, Perlunya Persatuan antar-Elemen Bangsa
Helikopter TNI Dauphin HR-3601 Onboard KRI Usman Harun-359 di Laut Mediterania
Petugas BLH Cepat Tanggap Demi Kaur Bersih dan Indah
Rencana Pembongkaran Masjid di Cina oleh Aparat 'Mengancam Perdamaian'
Lombok Gempa Berulang, Legislator Minta Jadikan Bencana Nasional
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Lombok Gempa Berulang, Legislator Minta Jadikan Bencana Nasional
Ketua DPR Berharap Asian Games Rekatkan Persaudaraan Negara-negara Asia
Demi Sang Merah Putih Berkibar Aksi 'Heroik' Anak SMP di Atambua Panjat Tiang Bendera
Yusril Ihza Mahendra: PBB Tidak Akan Netral di Pilpres 2019
Desa Air Long Membangun Gudang Desa dari Program Dana Desa
Komjen Pol Syafruddin Dilantik Menjadi Menteri PAN-RB Gantikan Asman Abnur
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]