Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Kriminal    
 
Bentrokan
Bentrok Mahasiwa dengan Polisi Saat Demo BBM di Makassar
Friday 14 Nov 2014 10:50:44

Wakaporestabes yg terkena anak panah, wartawan yang terkena pemukulan aparat Kepolisian. entrok Polisi dg Mahasiswa di Makassar yg Menolak kenaikan BBM.(Foto: twitter)
MAKASAR, Berita HUKUM - Ratusan mahasiswa UNM yang melakukan aksi unjuk rasa menolak kenaikan BBM berakhir bentrok dengan ratusan aparat Brimob dari Polda Sulsel. Aparat dengan beringas memukul mundur mahasiswa sampai ke dalam kampusnya.

Tak hanya menembakkan gas air mata, puluhan motor mahasiswa dan mobil dosen yang terparkir di dalam area kampus rusak parah dipukuli dengan pentungan dan dilempari dengan batu oleh polisi, Kamis (13/11).

Polisi juga mengejar mahasiswa sampai ke dalam kampus UNM dan memukuli beberapa mahasiswa, mahasiswi, serta dosen yang sedang melakukan perkuliahan di kelas.

Puluhan mahasiswa yang berhasil tertangkap oleh polisi diseret dan juga dipukuli hingga babak belur.

Belum diketahui penyebab kericuhan tersebut, namun dugaan bentrok akibat Wakapolrestabes Makassar AKBP Toto Lisdianto terkena busur saat melakukan pengamanan demo tersebut.

Dalam bentrokan antara mahasiswa dengan polisi ini, wartawan pun tak luput dari keberingasan aparat yang tidak hanya memukuli wartawan tapi juga merampas dan merusak beberapa alat liput media seperti kamera dan memori wartawan.

Sementara, tindak kekerasan oleh oknum anggota kepolisian kepada jurnalis televisi di Makassar, Sulawesi Selatan saat meliput unjuk rasa menolak kenaikan harga bahan bakar minyak mendapat kecaman dari elemen jurnalis Sumsel.

“Tindakan oknum polisi sangat berlebihan, mereka masuk kampus dan melakukan kekerasan terhadap jurnalis. Kekerasan ini selalu tidak berubah,” kata Ketua Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sumsel Ardiansyah Nugraha, Jumat (14/11).

IJTI mengecam hal tersebut karena tindakan kerap terjadi saat jurnalis berhadapan dengan demonstran atau polisi. Sementara itu, jurnalis video Purwantoro mengkhawatirkan apa yang terjadi di Makassar ke depan akan terjadi juga di daerah lain.

“Walau pemerintah belum menaikkan harga BBM, tapi sudah terjadi demonstrasi di beberapa daerah, termasuk di Sumatera Selatan,” katanya.

Ia pun meminta agar polisi dan jurnalis dalam melaksanakan tugasnya sama-sama menyadari telah dilindungi perundang-undangan. Sehingga tidak saling memicu kekerasan terjadi.(kem/okezone/ROL/bhc/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Bentrokan
2 Hari Bentrok Antarwarga Adonara Tengah di Flores Timur, 1 Tewas dan 3 Luka-luka
Bentrok Kembali Terjadi di Buton, 2 Warga Tewas 8 Luka-luka dan 87 Rumah Terbakar
Polres Flotim Amankan Pelaku Pemukulan H Salwa, Situasi Kini Kondusif
Diduga Kurang Respon Tuntutan Warga, Kantor Polsek Adonara Timur Dirusak Warga
Massa Bentrok dengan Brimob di Sumbawa Barat
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Menhan: Kepolisian Seluruh Dunia Ada di Bawah Kementerian Bukan di Bawah Presiden
Status Anak Perusahaan BUMN: Adalah BUMN
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Baleg DPR Harapkan Keseriusan Pemerintah Bahas Undang-undang
Perjuangan Tim Medis Muhammadiyah Menembus Blokade Banjir di Konawe Utara
Hongkun Otoh, Putra Asli Dayak Menjadi Ketua PN Samarinda Yang Baru
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Wakil Ketua DPR: Kredibilitas KPU Hancur Di Sidang MK
Respon KontraS atas Siaran Pers Polri Terkait Peristiwa 21-22 Mei 2019
Tim Hukum Prabowo-Sandi Mempermasalahkan Laporan Penerimaan Sumbangan Dana Kampanye Paslon 01
Bareskrim Polri Gagalkan Penyelundupan 37 Kg Sabu Asal Malaysia
Arief Poyuono: Paslon 01 Mesti Didiskualifikasi, KPU Enggak Paham BUMN Sih..
Sambangi MK, Tim Kuasa Hukum Prabowo-Sandi Bawa Bukti yang Menghebohkan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]