Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Selebriti    
 

Belajar dan Menghapal Lawakan
Saturday 23 Jul 2011 17:0

Istimewa
JAKARTA-Komeng identik dengan kelakuannya yang ‘ngocol’. Meski tidak berada di panggung, lawakannya tetap mengalir deras. Maklum, pelawak yang satu ini benar-benar suka bikin orang gampang geeerrr… sebab, ia tak pernah serius bila diajak bicara. Selalu ada saja guyonan yang dilontarkannya, sehingga lawan bicaranya itu dibuat tertawa hingga terpingkal-pingkal.

Namun, ketidakseriusannya itu, menunjukan bahwa Komeng sudah berpengalaman mengocok perut orang. Untuk mencapai tahap tersebut, ia mengaku, tetap belajar untuk mencari materi-materi baru. Kemudian, materi tersebut disimpannya dalam ingatan. "Manusia harus belajar dan menghafal. Jadi, pas belajar, itu kaya di-save. Nah, pas keluar lawakannya itu sebenarnya. Itu hasil saya belajar dan ke-save di otak saya. Setiap hari pasti ada yang dipelajari," jelas dia kepada wartawan, usai jumpa pers di Plaza FX Sudirman, Senayan, Jakarta Pusat, Sabtu (23/7).

Ketika ditanya mengenai bakat anaknya, Komeng sedikit agak bersikap serius. Menurut dia, anaknya tak mau mengikuti jejaknya sebagai seorang pelawak. Sang buah hatinya malah menginginkan menjadi presiden. “Dia tak mau jadi pelawak, maunya jadi presiden. Saya tidak tahu nanti, apa jadi presidennya pelawak ya,” selorohnya mencoba mengocok perut.

Saat ini, Komeng sibuk mendidik anaknya untuk berpuasa di bulan Ramadan. Untuk mendidik anak-anaknya berpuasa bukanlah perkara mudah. Komeng sampai kebingungan bagaimana lagi membuat anaknya paham dengan ucapannya. "Dia tahu puasa itu tidak makan dan minum. Tapi, dia malah makan permen,” kata Komeng sambil senyum yang tak menyadari anaknya sudah memiliki bakat sang ayah itu.(tnc/biz)



 
Berita Terkait
 
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Murid-Murid Tak Punya Handphone Kepsek PAUD SAAJA Minta Kadisdik Turun Kelapangan
Sekjen GNPF: KAMI Punya Keprihatinan, Kegelisahan Dan Kemarahan Yang Sama Tentang Situasi Negeri
Ledakan Dahsyat Lebanon: Puluhan Meninggal, Ribuan Luka-luka, 'Seluruh Beirut Terhantam, Orang-orang Berlumur Darah'
Komisi X Akan Panggil Mendikbud Terkait Dana Kuota
Pemimpin Sejati Itu Memaafkan
Kejari Gunungkidul Tahan Lurah AG karena Dugaan Korupsi
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Para Tokoh Bangsa Deklarasikan Koalisi Aksi Menyelematkan Indonesia (KAMI)
Besok!! Ganjil Genap Kembali Berlaku, Polda Metro: Penindakan atau Tilang Mulai 6 Agustus 2020
Buronan Djoko Tjandra Akhirnya Ditangkap Bareskrim Polri di Malaysia
Polri Berhasil Gagalkan Peredaran 200 Kg Sabu Jaringan Internasional
Anggota DPR Dukung Sikap NU, Muhammadiyah dan PGRI Mundur dari POP Kemendikbud
Kader Gus Dur Kecewa Jokowi Tak Adil pada Relawan Pilpres 2019
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]