Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Hacker
Bank Sentral Australia Jadi Target Serangan Hacker
Tuesday 12 Mar 2013 10:28:52

Ilustrasi.(Foto: Ist)
AUSTRALIA, Berita HUKUM - Bank sentral Australia atau The Reserve Bank of Australia (RBA) telah menjadi target serangan hacker (peretas). RBA mengakui serangan hacker tersebut telah mencoba menerobos masuk ke dalam jaringan komputer internal.

Tetapi RBA mengklaim tak ada satupun data yang hilang dari serangan tersebut. Demikian seperti yang diberitakan BBC, Senin (11/3).

"Bank (RBA) telah memiliki pengaturan keamanan yang komprehensif dan serangan ini telah terisolasi. Dipastikan bahwa virus belum menyebar di seluruh jaringan Bank atau sistem," jelas RBA.

"Serangan juga tidak menyebabkan data Bank atau informasi hilang atau menyebabkan sistem rusak," jelas RBA lagi.

Serangan hacker kepada bank sebelumnya juga pernah terjadi. Organisasi pelacak terorisme dunia maya, The Search for International Terrorist Entities (SITE) Intelligence Group mengungkapkan bank-bank di AS akan menjadi target sasaran serangan cyber (cyber attack) yang diduga dilancarkan oleh kelompok Islam. Menurut organisasi tersebut, hal ini dilakukan sebagai bentuk respons terhadap film anti islam yang tengah menuai kontroversi.

Para 'hackers' tersebut mengaku sebagai 'Cyber Fighters of Izz al-Qassa'. Pekan lalu, US Bank Chase (bank yang terafiliasi JP Morgan) dan Bank of America telah lebih dulu mendapatkan serangan cyber yang diduga dilakukan oleh kelompok yang sama.

Dalam laporannya, manajemen RBA menyatakan email-email berisi virus itu dirancang untuk bisa mengelabui dan melewati peranti keamanan. Hal ini diperkuat dengan teknik pengelabuan yang cerdas, lantaran email-email itu dikirim secara spesifik untuk orang-orang tertentu.

"Serangan virus ini berpotensi mengganggu pelayanan, serta merusak data dan informasi dan reputasi," demikian kutipan laporan tersebut.

Sebagai kostum penyamaran, para hacker memberi email tersebut judul yang cukup memancing: Strategic Planning FY2012. Email-email itu dikirim pada staf hingga Kepala Departemen di RBA. Serangan ini pun sukses, lantaran email ini dibuka oleh enam staf. Walhasil komputer mereka terganggu seketika setelah virus yang dikemas dalam aplikasi zip menyebar.

Beruntung enam komputer yang terinfeksi itu tidak mengganggu seluruh jaringan RBA. Sebab, keenam komputer tersebut dioperasikan oleh para staf yang tidak memiliki hak sebagai administrator. Setelah berhasil melacak virus tersebut, para teknisi RBA langsung membuangnya dengan software khusus.

Kini RBA bekerja sama dengan sejumlah produsen software untuk memperbarui pertahanan anti-virus. Kabarnya, anti-virus yang baru bisa melacak dan memblokir email atau hyperlink di situs tertentu yang terinfeksi virus.(dbs/bhc/opn)

Share : Facebook |

 
Berita Terkait Hacker
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Arief Poyuono: Kader Parpol Pendukung Ahok Sebenarnya 'Tidak akan Memilih Ahok'
Rizal Ramli dan Resiko Sebuah Konsistensi
Pilpres AS: Obama Himbau Pemilih Demokrat Dukung Hillary Clinton
Ini 5 Aplikasi yang Wajib Dihapus dari Android
Kasal Gelar Halalbihalal, dengan Ngopi Bareng Bersama Awak Media
Siap Amankan KTT WIEF ke-12, TNI Kerahkan 10.150 Personel
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Arief Poyuono: Kader Parpol Pendukung Ahok Sebenarnya 'Tidak akan Memilih Ahok'
Rizal Ramli dan Resiko Sebuah Konsistensi
Pilpres AS: Obama Himbau Pemilih Demokrat Dukung Hillary Clinton
Polres Jakarta Barat Musnahkan Sabu di Blender dengan Air Aki
Mayat di Serpong Korban Pembunuhan, Motif Utang
Inilah Menteri Yang Bergeser dan Menteri Baru Kabinet Kerja
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]