Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Islam
Bandingkan Presiden Prancis dan Film My Flag: Merah Putih Vs Radikalisme, Tengku Zul: Sponsornya Apa Saja?
2020-10-29 19:51:29

JAKARTA, Berita HUKUM - Presiden Prancis Emmanuel Macron baru-baru ini telah memicu kemarahan dan kecaman dari negara-negara Muslim dunia atas komentarnya yang membela sekularisme Prancis dan kritik terhadap Islam radikal, menyusul pemenggalan seorang guru di Prancis.

Bukan hanya kecaman yang didapat. Aksi boikot produk-produk Prancis pun sangat masif dilakukan di sejumlah negara Arab. Barang-barang buatan Prancis sudah banyak yang ditarik dari supermarket setempat. Hal itu merupakan buntut dari kemarahan publik Muslim dunia terhadap Presiden Macron.

Wakil Sekretaris Jenderal MUI, Ustaz Tengku Zulkarnain lantas membandingkan kasus Presiden Macron dengan kasus penghinaan agama Islam yang terjadi di Indonesia.

"Macron dikecam karena menghina Nabi, menghina Agama. Anehnya para penghina Agama di dalam negeri ada yang dibiarkan," kata Tengku Zul di akun Twitternya, Kamis (29/10).

Dia lantas menyebutkan kasus dugaan penghinaan ajaran Islam di Indonesia yang terbaru dalam film "MY Flag: Merah Putih Vs Radikalisme" yang diunggah di kanal Youtube NU Channel.

"Produk Prancis mulai diboikot di luar negeri, khususnya negara negara Arab. Bagaimana dengan sponsor film My Flag & Radikalisme? Sponsornya apa saja? Bisa didata?

Diketahui, film yang dibintangi Gus Muwaffiq itu mendapatkan kecaman dari berbagai pihak. Film My Flag: Merah Putih Vs Radikalisme itu sendiri sudah ditonton 800 ribuan dan lebih dari 29 ribu warganet ikut mengisi kolom komentar.

Kebanyakan komentar mengkritik film tersebut, yang menurutnya memecah belah bangsa.

Warganet menganggap film yang sedianya mengangkat nasionalisme dan melawan radikalisme itu justru tampak menyudutkan ummat muslim lain dan berpotensi menimbulkan perpecahan.

Sementara, Film sadis, jahat dan tidak bermoral, penuh fitnah dan sarat hasutan. Banyak permintaan dari warga NU agar film itu dicabut dari Youtube," kata alumni Pondok Pesantren Tebuireng, Tjetjep Muhammad Yasin atau akrab dipanggil Gus Hasyim kepada Kantor Berita RMOLJatim, Rabu (28/10). Setelah melihat film 'My Flag-Merah Putih Vs Radikalisme', Gus Hasyim menilai ada upaya mengadu domba umat Islam.

"Film 'My Flag-Merah Putih Vs Radikalisme' adalah film pendek murahan yang tidak ada mutunya. Di situ ada maksud jahat pembuatnya yang dengan keji hendak mengadu domba umat Islam," tegasnya. Ia melanjutkan, pembuat film tersebut seakan menjustifikasi muslimah bercadar dan memakai celana cingkrang tidak nasionalis.

"Pembuat film My Flag dan yang terlibat di dalamnya sengaja membuat vonis keji dan sadis kepada saudara muslimah pemakai cadar dan mereka yang memakai celana cingkrang," urainya.

Gus Hasyim yang juga seorang advokat ini menilai, pembuat film tersebut terlihat tidak memahami secara utuh tentang arti Islam, termasuk hukum berpakaian dalam Islam. "Saya heran, di situ (dalam film) ada Gus Muwafiq. Padahal sejarah para penjuang kemerdekaan Republik Indonesia, dulu itu banyak yang bangga dengan celana cingkrang. Dan maaf saja, saya sampai sekarang tidak pernah melihat orang bercelana cingkrang dan cadar menghasut orang. Mereka justru tawadhu menjalankan sunnah Rasulullah," tandasnya.

Pun demikian soal penggunaan cadar bagi perempuan beragama Islam. Ia menjelaskan, hukum memakai cadar sudah banyak ditafsirkan dalam Islam. "Ada yang menghukumi wajib, silakan. Ada menanggap sunnah, monggo. Ada yang berpendapat, muka wanita itu bukan aurat, silakan. Semua memiliki hujjah tersendiri. Warga NU sendiri jijik melihat film itu. Terbukti banyak respon negatif jauh lebih besar ketimbang yang mendukung (film tersebut)," pungkasnya.

Seperti diberitakan sebelumnya film My Flag Merah Putih vs Radikalisme menjadi sorotan publik. Film yang kabarnya bertujuan mengajak masyarakat melawan radikalisme justru oleh sebagian masyarakat dianggap bernarasi adu domba sesama muslim.

Pada film yang diunggah pada 23 Oktober 2020 untuk memperingati Hari Santri Nasional itu terdapat adegan pelecehan cadar. Serta menggiring opini jika yang bercadar adalah orang tidak benar.

Pada menit ke tiga film yang dibintangi Gus Muwaffiq tersebut terjadi perkelahian antara dua kelompok perempuan. Satu kelompok menggunakan bercadar yang direpresentasikan sebagai kelompok radikal, pengusung bendera bukan merah putih.

Sedangkan satu kelompok lawannya tidak bercadar yang disebut sebagai kelompok pengusung bendera merah putih. Kemudian perempuan bercadar berhasil dijatuhkan dan cadarnya ditarik paksa oleh lawannya.

Lihat video Youtube: MY FLAG - MERAH PUTIH VS RADIKALISME
https://www.youtube.com/watch?v=R9d5-QY0ZBw
atau Klik disini.

(dbs/msn/fajar/RMOL/voa-islam/bh/sya)



 
Berita Terkait Islam
 
Haedar Nashir; Jangan Sampai Semarak Keagamaan Terhenti pada Ranah Formalitas Semata
 
Belgia Usir 5 Aktivis Sayap Kanan Asal Denmark yang Berencana Membakar Al-Quran
 
Bamsoet Dukung Sikap Presiden Erdogan dan Presiden Jokowi Kecam Keras Pernyataan Presiden Perancis
 
Protes terhadap Presiden Prancis Berlanjut: Ribuan Orang 'Marah' atas Pernyataan Macron
 
MUI Minta Khutbah Jum'at Diisi Materi Mengecam Penghinaan Atas Nabi
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Satgas COVID-19: Pengalaman Libur Panjang Sebelumnya Jadikan Pelajaran
Resmob Polda Metro Ringkus Komplotan Penipu yang Dikendalikan Warga Negara Afrika
Otsus Papua Milik Rakyat, Saatnya Harus Dievaluasi
Kasus Kerumunan Massa Acara Akad Nikah Putri HRS Disebut Ada Unsur Pidana
Gara-gara Benur, Gerindra Babak Belur
Polres Metro Jaksel Amankan 26 Tersangka Narkoba Periode 19-26 November 2020
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Resmi Jadi Tersangka, Edhy Prabowo Nyatakan Mundur dari Waketum Gerindra dan Menteri KKP
PKS Tolak Rencana Pemerintah Hapus Premium di Kawasan Jawa Bali
Wagub Ahmad Riza Patria Ditanya 46 Pertanyaan Soal Kerumunan Massa Acara HRS
BMKG: Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Sepekan ke Depan
Bareskrim Polri: Peredaran Sabu Ditengah Pandemi Meningkat Hingga 2 Ton
Presidium KAMI: Anies Menuai Simpati Rakyat Sebagai Pemimpin Masa Depan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]