Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Lingkungan    
 

BLHD Tetapkan Udara Kota Jambi Tidak Sehat
Wednesday 07 Sep 2011 20:05:30

Kabut asap di sekitar kota Jambi (Foto: Istimewa)
JAMBI (BeritaHUKUM.com) Udara di kota Jambi, beberapa hari terakhir, dinyatakan tidak sehat oleh Badan Lingkungan Hidup Daerah (BLHD) Provinsi Jambi. Hal itu diakibatkan kabut asap yang menyelimuti hampir seluruh kawasan sudut kota.

Kepala Dinas BLHD Jambi Arfan melalui Kabid Teknik dan Pemantauan Sumardi, Rabu (7/9), mengatakan sejak dilanda kabut asap, tingkat pencemaran udara atau Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) diatas angka 101 hingga 199 atau dalam kategori tidak sehat, seperti dikutip Antara.

Selama sepekan terakhir, angka ISPU di Kota Jambi terus meningkat. Pada Senin lalu (5/9) 111, kemudian pada Selasa (6/9) naik menjadi 129 dan Rabu (7/9) tercatat 117 atau sedikit lebih menurun dibandingkan kemarin.

"Namun demikian dilihat dari angka ISPU tersebut saja sudah dalam kategori udara tidak sehat dan disarankan kepada warga yang beraktifitas di luar rumah atau ruangan agar bisa mengenakan masker," kata Sumardi.

Berdasarkan keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup Nomor Kep 45/MENLH/10/1997 tentang Indeks Standar Pencemar Udara tertanggal 13 Oktober 1997 bahwa ada lima kategori tingkat pencemaran udara yakni baik dengan angka 0-15, sedang 51-100, tidak sehat 101-199, sangat tidak sehat 200-299 dan terkahir berbahaya yakni lebih dari 300.

Untuk saat ini, di Kota Jambi, angkanya masih berkisar di atas 100 hingga 199 atau dalam kategori udara tidak sehat di mana tingkat kualitas udara yang bersifat merugikan pada manusia ataupun kelompok hewan yang sensiitif atau bisa menimbulkan kerusakan pada tumbuhan ataupun nilai estetika.

BLHD Jambi berharap dalam beberapa hari ini bisa turun hujan sehingga tingkat pencemaran udara bisa berkurang dan bila tidak hujan maka bisa berkemungkinan angka ISPU terus meningkat dan ditambah lagi masih terbakarnya beberapa lahan perkebunan yang ada di beberapa kabupaten di Provinsi Jambi.

Wakil Gubernur Jambi Fachrori Umar telah mengeluarkan imbauan kepada sekolah-sekolah untuk meliburkan siswa-siswi mereka. Hal tersebut dilakukan menyusul kabut asap yang semakin tebal menyelimuti Kota Jambi sehingga dikhawatirkan kabut ini menyerang pernapasan dan mata para siswa.

"Melihat kondisi saat ini saya mengimbau kepada pihak sekolah mengambil langkah untuk meliburkan siswa-siswinya terutama pada tingkat Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), karena berbahaya bagi kesehatan balita," kata Fahrori.

Jika kualitas udara semakin buruk sebaiknya sekolah-sekolah ini diliburkan sementara waktu menjelang udara kembali normal. Selain itu juga meminta kepada orangtua siswa untuk mengurangi aktivitas anak-anaknya berada di luar rumah. (mic/irw)

Share : |

 
Berita Terkait
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Drama MRT dan 'Undertable Transaction'
Pemerintah Didesak Lakukan Upaya Nyata Atasi Masalah Sampah Plastik
Pengelolaan Dana Desa Masih Bermasalah
Kementan dan Polri Tingkatkan Sinergitas Guna Perketat Pengawasan
Sejumlah Fakta Keanehan Terungkap di Sidang Kasus PT Hosion Sejati
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0
PKS: Prabowo Bertemu Jokowi Bukan Berarti Bergabung
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]