Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Nusantara    
 
Pencari Keadilan
Autopsi Siyono Bagian dari Pencarian Keadilan dan Kejujuran
2016-04-12 10:32:34

tampak saat Konferensi pers KOMNAS HAM dan PP Muhammadiyah terkait hasil outopsi oleh tim autopsy pada jenazah Siyono.(Foto: BH/mnd)
JAKARTA, Berita HUKUM - Muhammadiyah bersama dengan KOMNAS HAM merilis hasil autopsi jenazah Siyono di Kantor Komnas HAM Senin Siang (11/4) bersama dengan elemen masyarakat. Pimpinan Pusat Muhammadiyah diwakili oleh Busyro Muqoddas dan Ketua Pimpinan Pusat Muhammadiyah Dahnil A. Simanjuntak. Konferensi pers ini juga dihadiri oleh tim dokter forensik yang dipimpin oleh dr. Gatot Suharto dari Universitas diponegoro yang juga pengurus Majelis Pembina Kesehatan Umum (MPKU) propinsi Jawa Tengah.

Tim dokter forensik ini didampingi oleh PP Muhammadiyah, Majelis Hukum dan HAM PP Muhammadiyah, dan PP Pemuda Muhammadiyah. Tim yang melaksanakan autopsy terhadap jenazah Siyono telah mnyerahkan hasil autopsy kepada PP Muhammadiyah, yang kemudian diserahkan kepada KOMNAS HAM untuk disampaikan dalam konferensi pers.

"Konferensi pers ini dilakukan sebagai komitmen kesepakatan antara PP Muhammadiyah dan KOMNAS HAM untuk memenuhi hak-hak masyarakat sebagai subyek hukum yang berdaulat berdasarkan UUD 1945," jelas Busyro. Busyro menambahkan, apa yang dilakukan semata mata soal keadilan dan kejujuran dan bukan bagian untuk mendukung gerakan terorisme yang memang harus diperangi. "Yang dipersoalkan dalam kasus ini dari sudut kemanusiaan, keadaban dan kejujuran dalam proses-proses yang dilakukan oleh aparat yang terkait," sambungnya.

Dari keterangan dr. Gatot Suharto pada konferensi pers tersebut, dan disimpulkan oleh Ketu Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah Dahnil Anzhar Simanjuntak, hasil autopsy jenzah Siyono yaitu : (1) Autopsi terhdap almarhum Siyono baru dilakukan oleh muhammadiyah, dan belum pernah dilakukan autopsi sebelumnya; (2) Penyebab kematian prosentase tertinggi adalah karena trauma di dada, ada beberapa tulang rusuk yang patah, bukan karena luka di kepala; (3)Tidak ditemukan pendarahan di otak, karena tim menemukan otak dalam keadaan putih bersih; (4) Tidak ditemukan luka atau memar di tangan yang dapat disimpulkan tidak ada perlawanan.

Selain keempat point di atas sebagai kesimpulan hasil autopsi dalam konferensi pers tersebut, juga dipublikasikan jumlah uang yang diberikan oknumkepada Bu Suratmi, istri Siyono yang belum pernah dibuka sama sekali yang setelah dibuka didepan wartawan ternyata uang tersebut berjumlah seratus juta rupiah dengan pecahan seratus ribu.

Sementara itu menurut Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah setelah konferensi pers memberikan keterangan, hasil dari autopsi tersebut akan dibawa dalam rapat tim advokasi untuk menentukan langkah selanjutnya. "Kita akan diskusikan dahulu bersama tim advokasi dan juga elemen lain untuk menentukan langkah selanjutnya," jelasnya.(mona/mac/muhammadiyah/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Pencari Keadilan
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Please, Jangan Bermain-main dengan Isu Ustadz Abdul Somad
Gerindra: Siklus Pembiayaan Utang dengan Berutang Harus Segera Diatasi
Catatan Pemilu Jadi Tekad Perbaikan Pemilihan 2020
Pemerintah Diminta Prioritaskan Pekerja Lokal
Sony dan Disney Berpisah, Spider Man Tak Bakal Muncul Lagi di The Avengers?
Belum Saatnya Memindahkan Ibu Kota
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Please, Jangan Bermain-main dengan Isu Ustadz Abdul Somad
Gerindra: Siklus Pembiayaan Utang dengan Berutang Harus Segera Diatasi
PP Muhammadiyah: 'Mafia' Rentenir, di Balik Belum Disahkannya RUU Perkoperasian
Ibu Kota Pindah ke Kalimantan, Kenapa Gak ke Beijing?
Ketua DPR Imbau Semua Pihak Tahan Diri Terkait Papua
PMJ Luncurkan Mobil SKCK Online Keliling untuk Tingkatkan Pelayanan Publik
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]