Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

White Crime    
 
Kemendag
Arief Poyuono: Karena Sudah 'Cukup Bukti', Segera Saja KPK Menyeret Menteri Perdagangan
2019-04-30 12:36:46

Ilustrasi. Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto.(Foto: Istimewa)
JAKARTA, Berita HUKUM - Waketum Partai Gerindra Arief Poyuono mengomentari terkait penggeledahan di ruang kerja kantor Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita pada Senin (29/4) pagi oleh tim KPK, karena adanya pengakuan tersangka dugaan suap dan gratifikasi anggota DPR RI dari fraksi Golkar Bowo Sidik Pangarso yang mengaku mendapatkan uang Rp.2 milyar dari Mendag tersebut, Arief mengatakan, "kalau sudah begini, segera saja karena sudah cukup bukti, KPK segera menyeret Menteri Perdagangan."

"Apalagi yang memberikan uang ke Bowo Pangarso sudah dipastikan uang tersebut diduga dari hasil ngegarxxx duit negara di departemen Perdagangan. KPK harus seret Enggartiasto Lukita terkait pengakuannya itu," tegas Arief Puyono, Senin (29/4).

Arief mengutarakan, mudah mudahan KPK juga bisa membongkar kasus pratek mafia kuota impor gula dan garam.

"Selain itu juga, KPK bisa mengungkap kasus pengadaaan gerobak dan tenda Pedagang serta box pendingin Ikan yang jadi cover untuk bantuan Presiden untuk kampanye," ungkap Arief.

Kemudian, ungkap Arief yang juga menjabat sebagai juru bicara BPN pasangan 02 Prabowo - Sandi itu menambahkan, agar jangan cuma Bowo Pangarso yang jadi kambing hitam dalam kasus amplop cap jempol sebanyak 400 ribu amplop senilai Rp. 8 milyar dengan pecahan Rp.50 ribu dan Rp.20 ribu tersebut, yang disinyalir akan digunakan "serangan fajar" merupakan bukti nyata sebagai alat kecurangan dalam Pilpres 2019.

Bowo yang mengaku kepada penyidik bahwa Enggar memberikan uang senilai Rp2 miliar. Uang dari Enggar itu menjadi bagian dari Rp8 miliar yang dia siapkan untuk serangan fajar saat pencoblosan Pemilu 2019.

Kepada penyidik saat diperiksa, Bowo menyebut uang Rp2 miliar itu diterima dari Enggartiasto agar dia mengamankan Peraturan Menteri Perdagangan Nomor 16/M-DAG/PER/3/2017 tentang Perdagangan Gula Kristal Rafinasi Melalui Pasar Lelang Komoditas, yang akan berlaku akhir Juni 2017.

Sementara, sudah dari awal satu hari setelah Bowo Pangarso ditangkap KPK jadi tersangka, diketahui Aruef Poyuono sudah sempat mengatakan di media bahwa Bowo Pangarso cuma jadi orang suruhan, yang otaknya adalah seorang Menteri.

Selain itu juga adanya dugaan pencucian uang sebesar Rp.8 milliar yang dilakukan oleh Bowo Pangarso di Bank BTN untuk ditukarkan uang pecahan Rp 20 ribu dan Rp.50 ribu.

"Maka KPK juga harus panggil Dirut Bank BTN diperiksa. Karena Bank BTN diduga kuat turut membantu kejahatan korupsi. Padahal, Bowo Pangarso itu orang baik dan bersih yang saya kenal selama ini," pungkas Arief Puyono.(bh/mnd)


 
Berita Terkait Kemendag
 
Dirut PT Pupuk Kaltim Hari Ini Diperiksa KPK sebagai Saksi
 
Dirut PT PILOG Dijadwalkan Diperiksa KPK
 
Kasus Suap Bowo Sidik, KPK Periksa Komisaris PT Humpuss Transportasi Kimia Theo Lykatompesy
 
Arief Poyuono: Karena Sudah 'Cukup Bukti', Segera Saja KPK Menyeret Menteri Perdagangan
 
Dari Kantor Mendag Enggartiasto Lukita, KPK Sita Dokumen Perdagangan Gula
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Komisi IV DPR Kritisi Soal Kalung Anti Corona Kementan
Cadangan Emas Menipis, RI Sempat Impor dari Singapura
Travelling pada Masa Adaptasi Kebiasaan Baru, Ini Pesan untuk Traveller
Grab Didenda Puluhan Miliar, Pengamat Hukum: Investor Asing Tidak Boleh Rugikan Pengusaha Lokal
Pertamina dan Dinas LH DKI Jakarta Gelar Uji Emisi Gratis
Idul Adha: Muhammadiyah Dorong Kurban untuk Ketahanan Pangan dan Ekonomi Berkelanjutan
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Bupati Kutai Timur Ismunandar Beserta Istri Yang Menjabat Ketua DPRD Kena OTT dan Jadi Tersangka KPK
Pembakaran Bendera PDIP Dibawa Ke Jalur Hukum, Edy Mulyadi: Silakan, Loe Jual Gue Borong!
Hadiri Pemusnahan Barang Bukti, Kapolri: Kita Bukan Tempat Transit Perdagangan Narkoba
Presiden PKS: Pak Jokowi Mestinya Marah Dari Dulu, Bukan Sekarang
Operasi Halilintar 2020 Sinergi Polri dan Bea Cukai Berhasil Ungkap Peredaran Narkoba Jaringan Internasional
Tangkap Pedofil WNA, Polda Metro Jaya Terima Penghargaan dari KemenPPPA dan FBI Amerika
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]