Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Hoax
Amien Rais Selesai Diperiksa Jadi Saksi dengan 30 Pertanyaan oleh Penyidik
2018-10-10 19:22:48

Politisi senior Prof. Dr. H. Muhammad Amien Rais saat di Polda Metro Jaya, Rabu (10/10).(Foto: BH /as)
JAKARTA, Berita HUKUM - Penyidik Ditreskrimum Polda Metro Jaya memberi 30 pertanyaan kepada Amien Rais sebagai Ketua Dewan Kehormatan Partai Amanat Nasional (PAN) terkait kasus penyebaran berita bohong Ratna Sarumpaet.

"Persisnya 30 pertanyaan saat diperiksa sebagai saksi," kata Amien di Polda Metro Jaya, Rabu (10/10).

Amien enggan menjelaskan lebih rinci terkait materi pertanyaan yang diajukan. Ia hanya menilai pertanyaan langsung menyinggung pokok perkara.

"Tanya penyidik ya. Pertanyaannya smooth dan straight tidak muter-muter apalagi menjebak. Jadi saya terima kasih sekali," ujarnya.

Sekitar 6 jam diperiksa, Amien mengaku diperlakukan wajar selama proses pemeriksaan. Ia menuturkan waktu pemeriksaan relatif lama. Namun, sebagian waktu digunakan untuk makan siang dan shalat.

"Tadi siang makan gudeg ayam kampung," ucapnya.

Sebelumnya, pada 2 Oktober 2018, Amien bersama calon Presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon sempat bertemu Ratna Sarumpaet.

Saat itu, Ratna mengaku dianiaya pada 21 September 2018 oleh sejumlah orang tak dikenal, di sekitar Bandara Internasional Husein Sastranegara, Bandung, Jawa Barat.

Namun, pada Rabu (3/10) sore, Ratna dalam konferensi pers mengakui bahwa cerita penganiayaan yang dialaminya adalah cerita bohong. Sedangkan, Polisi mengirim surat panggilan kepada Amien Rais satu hari sebelumnya, yakni pada. Selasa (2/10) lalu.(bh/as)


Share : |

 
Berita Terkait Hoax
Ketum PPP: Serangan Jokowi Ke Prabowo Bisa Dipidanakan
Deklarasikan Pemilu Damai, JAI Tenjowaringin Tasikmalaya Sepakat Tangkal Hoaks
Jubir BPN: Polisi Diam, Pidato 'Marah' Jokowi Soal Saracen Hanya Pura-pura
Fahri Hamzah: Sekarang Ketua Biang Keroknya Sudah Ketahuan Ya Tangkap Dong
Abu Janda (Permadi Arya) dan Ratusan Akun Saracen Penyebar Hoax di Hapus Facebook
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Bagaimana Paus Fransiskus Tangani Skandal Seks di Gereja Katolik?
Kebakaran Dahsyat Lalap Kota Tua Ibu Kota Bangladesh, 78 Korban Tewas Terus Bertambah
Komunitas Peradilan Semu Universitas Jayabaya Deklarasikan Pemilu Damai Tanpa Hoaks
Wakil Ketua DPR: Dana Desa Perintah UU Bukan Jokowi
Anggota DPRD Kaur dari Partai Golkar Ditangkap Polisi terkait Narkoba
BAPPEDA Kaur Lakukan Sosialisasi Arah Pembangunan di Musrenbang 2019
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Wakil Ketua DPR: Dana Desa Perintah UU Bukan Jokowi
Bareskrim Polri Ungkap Penyelundupan Shabu 30 Kg dalam Lampu Downlight Asal Malaysia
PMJ Memusnahkan Shabu 127 Kg, Ekstasi 92 Ribu Butir dengan 15 Tersangka Ditangkap
Pandangan Dr Rizal Ramli Pasca Debat Capres Kedua
BPN 02: Tuduhan Jokowi Soal Tanah Prabowo Bernuansa Fitnah, Berbahaya!
LPSK Siap Lebih Responsif, Efektif dan Transparan
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]