Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Pidana    
 
Penipuan
Alamaak, Mengaku Cucu Prof Moeslim Taher, Pramugari Cantik Menipu
2017-11-26 06:26:59

JAKARTA, Berita HUKUM - Pramugari cantik Maskapai Penerbangan Batik Airline akhirnya dilaporkan Syamsudin (korban) ke Bareskrim Mabes Polri, Kamis (23/11) kemarin.

Pelapor yang didampingi kuasa hukumnya, Surya Darma Simbolon SH dan Franky Simbolon SH mendatangi Bareskrim Mabes Polri setelah mendapati keterangan dari Menar selaku HRD Batik Airline tentang kebenaran Anis Priliyanti sebagai pramugari aktif sejak enam (6) bulan lalu.

Laporan diterima dengan Nomer LP: 878/XI/2017/BARESKRIM, dimana Syamsudin menjelaskan kepada wartawan saat gelar konferensi pers di Taman Ismail Marjuki (TIM) Jakarta, Kamis (23/11), bahwa Anis Priliyanti (AP) diawal perkenalannya memakai nama Yasminda dan berusia 36 tahun, hal itu diperkuat dengan bukti KTP Yasminda yang dikirim via WhatsApp dari pelaku ke korban.

Modus operandi AP tidak hanya sampai disituh, AP juga mengaku cucu dari Prof.Dr.H. Moeslim Taher seorang mantan DPA.

"Pengakuan Anis Priliyanti (AP) tahun 2014 - 2015 saat itu adalah sebagai Yasminda cucu dari seorang pria terkenal Moeslim Taher. Pengakuannya terkesan membius dan AP juga mengaku sering sakit-sakitan bahkan telah divonis 4 bulan lagi hidupnya, bahkan AP berharap agar Syamsudin mau menikahinya yang kelak akan membangun bisnis dimana keuntungannya bisa diteruskan/warisan untuk keluarganya," beber Syamsudin.

Berdasarkan perkara yang diungkap, Surya Darma Simbolon SH selaku kuasa hukum pelapor menerangkan, kasus ini sudah dibawa ke proses hukum dan akan dilakukan upaya-upaya penyelesaian hukum, agar pihak kepolisian yang menentukan penegakan hukum dalam kasus ini, tadi dalam laporan kepolisian, AP dijerat Pasal 372 dan 378 KUHP.

"Permasalahan kasus ini bukan hanya merugikan kliennya dalam sisi materi saja, tetapi imateriil. Kerugian yang dialami klien saya sangat jelas mencederai privasi, dan menghancurkan reputasinya sebagai Direktur Balai Lelang Property. Bahkan hampir saja rumah tangga klien kami berantakan," papar Surya.

Diakui Surya, bukti-bukti transferan dari Syamsudin (kliennya) mengalir ke beberapa nama (ada lima nomor rekening yang berbeda), AP mengakui bahwa nama-nama nomor rekening itu adalah milik dari suster dan dokter yang merawatnya juga milik dari rekening ibunya bahkan nomor milik bibinya.

Total berjumlah hingga Rp118 juta dan dijadikan alat bukti yang sah sebagai alat laporan ditambah bukti-bukti dari percakapan via alat elektronik.(bh/db)

Share : |

 
Berita Terkait Penipuan
Sidang Dakwaan Alphad Syarif Ketua DPRD Samarinda Dipadati Ratusan Pendukung
Mabes Polri Limpahkan Kasus Tersangka Ketua DPRD Alphad Syarif ke Kejari Samarinda
Kasus Penipuan Mata Uang Virtual Bitcoin Marak di Indonesia
Polisi Menangkap Albert Pelaku Penipuan Modus Spripim Kapolri
Dugaan Kasus Penipuan, Ketua DPRD Samarinda Alphad Syarif Ditahan Bareskrim Mabes Polri
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Prancis Rusuh Lagi: 125.000 Demonstran Turun, Toko Dijarah, 1.000 Ditahan
Kemampuan Menembak Merupakan Tuntutan Profesionalisme Prajurit
Mantan Ketua Forum Wartawan Polri Jadi Caleg DPR RI Hanura Dapil Jatim
Ditemukan Berceceran 2.158 KTP Dimainkan Anak di Pondok Kopi, Duren Sawit
Kampanyekan Antikorupsi Lewat Film, KPK Anugerahi Pemenang ACFFEST 2018
Tim Futsal Direktorat Sabhara Polda Metro Jaya Menjuarai Kapolda Cup 2018
Untitled Document

  Berita Utama >
   
E-KTP Diperjual Belikan, Mardani: Ini Kejadian Luar Biasa
Ketum PPAD Kiki Syahnakri Sebut Aksi Penembakan di Nduga Papua Melebihi Terorisme
Ditlantas Polda Metro Jaya Telah Melakukan Tilang Elektronik, Sebanyak 193 Kenderaan Diblokir
Ledakan Terjadi Saat Simulasi Kecelakaan Mobil Pembawa Radioaktif Bocor
Menanggulangi Kebangkrutan Ekonomi Masyarakat di Koridor Jalan Pantura Akibat Pengoperasian Jalan Tol Trans Java
Ketum FSP BUMN Bersatu: Skandal JICT, Harus Disidangkan Dahulu RJ Lino Biar Jelas !
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]