Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Cyber Crime    
 
Media Sosial Twitter
Akun CEO dan Pendiri Twitter Jack Dorsey Diretas
2019-09-02 11:55:20

Ilustrasi. Akun Dorsey mencuit sejumlah pernyataan ofensif dan rasis ketika diretas.(Foto: @jack)
AMERIKA SERIKAT, Berita HUKUM - Akun Twitter pendiri sekaligus CEO platform media sosial tersebut, Jack Dorsey, sempat diambil alih selama beberapa saat oleh peretas.

Sebuah kelompok yang menyebut diri mereka sebagai Chuckling Squad mengaku berada di balik aksi peretasan tersebut.

Akun yang diikuti oleh lebih dari empat juga followers itu mengunggah sejumlah pernyataan yang sangat ofensif dan bersifat rasis selama sekitar 15 menit.

Twitter menyatakan bahwa sistem mereka tidak terganggu, alih-alih menyalahkan operator seluler yang tidak disebutkan namanya.

"Nomor telepon yang terkait dengan akun itu disusupi akibat kelalaian keamanan oleh penyedia jasa selular," ujar pihak Twitter dalam pernyataannya.

"Hal ini memungkinkan orang yang tidak berwenang menulis dan mengirim cuitan melalui pesan teks dari nomor telepon itu. Masalah itu kini telah diatasi."

Bagaimana kejadiannya?
Sebuah sumber di Twitter mengonfirmasi kepada BBC bahwa para peretas telah menggunakan teknik yang dikenal dengan nama "simswapping" (atau "simjacking") untuk mengendalikan akun Dorsey.

Ini adalah teknik di mana nomor telepon yang digunakan - dalam hal ini yang terkait dengan akun Twitter Dorsey - ditransfer ke kartu SIM baru, biasanya setelah si peretas menipu atau menyuap staf penyedia jasa selular.

Dengan mengambil kendali atas nomor itu, para peretas dapat mengunggah tweet melalui pesan teks langsung ke akun Twitter Dorsey.

Meski kini banyak pengguna Twitter yang menggunakan aplikasi mobile untuk mengunggah cuitan, dulu Twitter dikembangkan dengan pendekatan pesan singkat untuk membuat unggahan status - itu sebabnya ada batas karakter - dan Twitter tetap menggunakan metode itu, sebagiannya karena penggunaan Twitter di banyak negara berkembang dengan ongkos data yang tinggi.

Apa yang diunggah para peretas?
Unggahan-unggahan bersifat ofensif - beberapa di antaranya diunggah langsung melalui akun @jack, sedangkan lainnya di-retweet dari akun lain - mengandung kata 'n****' yang merujuk pada warga kulit hitam dan pernyataan anti-Semit yang merujuk pada tragedi Holocaust.

Salah satu unggahan statusnya menyebutkan bahwa ada bom di kantor pusat perusahaan media sosial tersebut.

Sebuah kanal obrolan di situs web Discord dibuat kelompok peretas itu untuk mendiskusikan dan menertawakan apa yang mereka perbuat terhadap akun Dorsey - namun dengan cepat dihapus.

Chuckling Squad telah melakukan aksi peretasan terhadap beberapa akun Twitter populer baru-baru ini, termasuk vlogger kecantikan James Charles dan sebuah akun yang dimiliki seorang YouTuber, Desmond Amofah yang dikenal sebagai @Etika, yang awal tahun ini tewas bunuh diri.

Meskipun kelalaian keamanan tampaknya ada pada pihak di luar perusahaan, hal ini tetap menjadi insiden memalukan bagi Twitter, yang digunakan oleh banyak tokoh-tokoh dunia.(BBC/bh/sya)

Share : |

 
Berita Terkait Media Sosial Twitter
Akun CEO dan Pendiri Twitter Jack Dorsey Diretas
Klarifikasi Soal Foto Ustadz Somad, tvOneNews Tepis Tuduhan pada Karni Ilyas
Twitter Menguji Batas Kicauan Maksimal 280 Karakter
#Tagar, Selamat Ulang Tahun yang ke-10
Gugatan Twitter atas Pemerintah AS terkait Akun Anti-Trump
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban
KPK Salah Jalan
DPR dan Pemerintah Sepakat Revisi UU MD3
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR
Festival Budaya Bahari Internasional Bakal Digelar di Pulau Tidung
Gubernur Anies Gowes Sepeda Temui Anak Yatim di Ancol
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Label Halal Dilidungi UU, MUI: Kebijakan Menteri Enggar Adalah Kemunduran Peradaban
RUU Perkoperasian Sepakat Dibahas di Paripurna DPR
Wakil Ketua DPR: UU Otsus Papua Perlu Direvisi
DPR RI Pilih Firli Bahuri sebagai Ketua KPK Baru Periode 2019-2023
BJ Habibie Wafat, Pemerintah Ajak Kibarkan Bendera Merah Putih Setengah Tiang
Tenaga Kerja Asing (TKA) Semakin Dipermudah, Masa Depan Rakyat Indonesia Semakin Suram
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]