Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Aktivis 98
Aktivis 98 Dukung Gerakan Mahasiswa Revolusi, Tolak BBM Naik !
Sunday 16 Jun 2013 16:14:07

Siaran pers di Safe Venus Cikini Jakarta Pusat, Minggu (16/6), hadir; Andrian Napitupulu (Bendera) Haris Rusli (Aktivis Petisi 28) Salamudin Daeng (AEPI Jakarta), Agus Jabo (PRD), Adhie Massardie (GIB), Masinton Pasaribu (Repdem), Neta S Pane (IPW).(Foto: BeritaHUKUM.com/put)
JAKARTA, Berita HUKUM - Mantan para Aktivis Reformasi 1998 mendukung rencana besar gerakan mahasiswa Indonesia untuk melakukan aksi demo penolakan kenaikan Bahan Bakar Minyak BBM. Bahkan untuk melakukan aksi demo hingga Revolusi.

Dalam siaran persnya di Safe Venus Cikini Menteng Jakarta Pusat, Minggu (16/6) Aktivis yang hadir diantaranya, Andrian Napitupulu (Bendera) Haris Rusli (Aktivis Petisi 28) Salamudin Daeng (AEPI Jakarta), Agus Jabo (PRD), Adhie Massardie (GIB), Masinton Pasaribu (Repdem), Neta S Pane (IPW) dan lainnya.

Dalam sepanduk backdrop yang mereka pampangkan tepat dibelakang mereka tertera dengan jelas," Tolak BBM Naik!!, Dukung Gerakan Mahasiswa Revolusi.

Para aktifis ini juga mengangap Pemerintahan Presiden SBY, sudah tidak kredible, serta pemerintah mereka anggap sudah tidak bekerja untuk kepentingan rakyat.

"Dan bila argumentasi kenaikan BBM Pemerintah, untuk mensejahterakan rakyat, sudah dimentahkan oleh pakar ekonom, semua kebijakan ini tidak bertumpu pada kepentingan rakyat. Kita ingin pemerintah yang mengabdi pada rakyat," ujar Haris Rusli.

Para aktivis ini mengangap bahwa, kebijakan kenaikan BBM merupakan tipu-tipu pemerintah saja. Alasan subsidi BMM selama ini, dinilai memicu angka penyeludupan BBM keluar negeri yang cukup signifikan, alasan ini sangat manipulatif. Penyeludupan BBM adalah kriminilaitas murni, dan harus di tuntaskan dengan penegakan hukum yang tegas, bukan dengan menaikan harga BBM.(bhc/put)


 
Berita Terkait Aktivis 98
 
FITRA: Peneriman Negara Bukan Pajak, Dapat di Gunakan Cegah Kenaikan BBM
 
Fuad Bawazier: Pemerintah Keliru Menaikkan Harga BBM
 
Inilah Program Kompensasi Untuk Mempertahankan Kesejahteraan Masyarakat
 
Pengendara Sepeda Motor Padati SPBU Sebelum Pukul 00:00 WIB
 
Para Menteri Berkumpul Umumkan Kenaikan Harga BBM
 
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Iran bombardir pangkalan AS di Kuwait dan Bahrain
Nikita Mirzani apes kalah di pengadilan setelah gugatan Rp244 miliar pada Reza Gladys ditolak
Dikabarkan mundur, Purbaya bakal umumkan realisasi APBN Mei 2026 hari ini (5/6)
Kapal induk pertama Indonesia segera dikirim dari Italia, persiapan dipercepat
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Dirut Pengembang Emeralda Resort Dipolisikan, Diduga Tipu Konsumen hingga Rp 117 Miliar
Silmy Karim Ditetapkan Tersangka KPK dan Disebut Terima Jatah Pemerasan Urus Izin Tinggal WNA Rp 100 Juta Tiap Minggu
Wamen Imipas Silmy Karim Dicari KPK Usai OTT KaKanim Jakarta Barat
Dadan Hindayana, Sony Sonjaya dan Lodewyk Pusung Resmi Tersangka Kasus Dugaan Korupsi MBG
4 WNA asal China Ditangkap Terkait Dugaan Tambang Ilegal di Papua
Prabowo sentil 'Hijau-Cokelat' jadi beking pelanggar hukum
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]