Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Gaya Hidup    
 

Akibat Digugat Apple, Samsung Pangkas Fitur
Tuesday 04 Oct 2011 00:32:48

Apple menuduh Samsung memakai beberapa fitur yang telah mereka patenkan (Foto: Reuters Photo)
Samsung bersedia memangkas beberapa fitur di komputer tablet Galaxy Tab 10.1 dalam upaya untuk mengakhiri larangan penjualan di Australia. Permintaan larangan penjualan Galaxy Tab diajukan oleh Apple dengan alasan komputer tablet Samsung memakai fitur yang telah dipatenkan Apple.

Seperti dikutip laman BBC, Samsung juga dilaporkan mengajukan tawaran ganti rugi untuk menyelesaikan sengketa dengan Apple sehingga bisa meluncurkan produk tablet di Australia.

Namun, Apple masih merasa perlu waktu untuk mempertimbangkan proposal Samsung. Kedua pihak akan kembali dipertemukan di pengadilan di Sidney, Selasa (4/10) ini.

Jika Apple menerima proposal Samsung, kasus yang ditangani pengadilan Sidney ini bisa selesai dan Galaxy Tab bisa diluncurkan dalam waktu dekat di Australia.

Apple meminta pengadilan melarang penjualan Galaxy Tab dengan alasan Samsung secara ilegal memakai 13 paten yang dimiliki Apple.

Kasus ini memaksa Samsung melakukan berbagai modifikasi dengan harapan tidak lagi dianggap memakai paten Apple.

Dalam kasus terbaru, Samsung dituduh menggunakan tiga paten Apple. Samsung tadinya berharap bisa meluncurkan Galaxy Tab di Australia pada 11 Agustus lalu.

Langkah Apple mengajukan permintaan ke pengadilan memaksa Samsung memundurkan peluncuran ke tanggal 30 September, yang lagi-lagi dibatalkan oleh Samsung karena masih ada kasus yang ditangani pengadilan.

Selain di Australia, Samsung dan Apple juga terlibat sengketa di pengadilan Amerika Serikat, Jerman, dan Belanda.(bbc/sya)

Share : |

 
Berita Terkait
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Dompet Dhuafa Benarkan 3 Tim Medis Serta 2 Mobil Diamuk Oknum Polisi
Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh
Rekam Aksi Beringas Brimob Saat demo, Wartawan CNN Dianiaya
Korban Aksi 21/22 Mei, Anies Baswedan: Enam Orang Meninggal Dunia
FPI: Ada Pihak Ketiga Yang Ingin Mengadu Domba
Untitled Document

  Berita Utama >
   
AJI: Ada 7 Jurnalis Menjadi Korban Saat Meliput Aksi Demo 22 Mei
Pemerhati Hukum Siber: Pembatasan Akses Media Sosial Adalah Kebijakan Yang Aneh
Mengapa Situng Baru 92 %, KPU Tiba-Tiba Menyahkan Rekapitulasi Pilpres?
Pesan Aksi Damai, Prabowo: Kami Ingin Menegakkan Kebenaran dan Keadilan
Potret Pemilu 2019, LKPI: Ada 72,8 Persen Mengatakan Ada Banyak Kecurangan
Bawaslu Sebut 6,7 Juta Pemilih Tak Dapat C6 dan 17 Ribu TPS Telat Dibuka
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]