Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index

Politik    
 
Pemilu
Aher Serukan Hadapi Pemilu Damai dengan Sejuk dan Gembira
2019-03-25 18:02:34

Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan.(Foto: BH /mos)
BANDUNG, Berita HUKUM - Mewujudkan Pemilihan Umum (Pemilu) 2019 dengan aman dan damai dapat diciptakan dengan berbagai sikap maupun tindakan yang bernilai positif.

Menurut Mantan Gubernur Jawa Barat Ahmad Heryawan (Aher) salah satu sikap positif yang dapat dilakukan ialah dengan turut mendukung pihak terkait khususnya aparat TNI-Polri dalam menjaga situasi kamtibmas mendekati perhelatan politik 5 tahunan tersebut.

"Saya mendukung ajakan aparat baik Polri maupun TNI menyambut pesta demokrasi baik Pilpres (Pemilu Presiden) maupun Pileng (Pemilu Legislatif) dengan aman dan damai," ujar Aher, Senin (25/3).

Dijelaskannya, Pemilu merupakan pesta, sehingga masyarakat yang ikut serta harus merayakan dengan cara yang baik dan membangun.

"Karena ini sebuah pesta, maka kita sambut pesta ini dengan suka cita. Mari kita jadikan pesta demokrasi ini sebagai wisata demokrasi. Jadi betul-betul damai, sejuk, gembira dan bahagia," tuturnya.

Pemilu yang kondusif dinilai Aher penting, karena hajatan tersebut menentukan nasib bangsa lima tahun ke depan. Jika ajang kontestasi berlangsung gaduh, upaya memilih pemimpin terbaik bangsa dipandang bisa terganggu. Ia pun mengimbau masyarakat tak terpecah-belah karena pilihan politik masing-masing.

"Nasib bangsa Indonesia ke depan kita tentukan melalui pemilu yang kita laksanakan lima tahun sekali itu. Karena itu masyarakat harus melaksanakannya dengan baik, pilih yang terbaik, rasional, menurut pengamatan masing-masing. Dan ketika ada pilihan yang berbeda, setiap orang harus menghormati pilihan tersebut sebagai bagian toleransi dan demokrasi," tuturnya.

Mantan Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta itu turut mengingatkan agar seluruh pihak tak membuat dan menyebar hoaks, memfitnah, menyampaikan ujaran kebencian, politisasi suku, agama, ras dan antargolongan (SARA) dan politik uang. Karena hal-hal itulah yang menentukan damai-tidaknya Pemilu 2019.

"Kita harus mengajak masyarakat memerangi hal-hal negatif seperti itu. Ketika kita perangi hoaks, kita juga perangi fitnah, kita juga perangi ujaran kebencian, kita tidak setuju politik uang. Insya Allah jika tidak ada hoaks, politik uang, politisasi SARA, insya Allah Pilpres dan Pileg kita berjalan sejuk," tandas Gubernur Jawa Barat 2008-2018 itu.(bh/mos)

Share : |

 
Berita Terkait Pemilu
Untitled Document

 Beranda | Berita Utama | White Crime | Lingkungan | EkBis | Cyber Crime | Peradilan | Pidana | Perdata | Pledoi | Politik | Legislatif | Eksekutif | Selebriti | Pemilu | Nusantara | Internasional | ResKrim | Gaya Hidup | Opini Hukum | Profil | Editorial | Index


  Berita Terkini >>
 
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Drama MRT dan 'Undertable Transaction'
Pemerintah Didesak Lakukan Upaya Nyata Atasi Masalah Sampah Plastik
Pengelolaan Dana Desa Masih Bermasalah
Kementan dan Polri Tingkatkan Sinergitas Guna Perketat Pengawasan
Sejumlah Fakta Keanehan Terungkap di Sidang Kasus PT Hosion Sejati
Untitled Document

  Berita Utama >
   
Arsip Statis Presiden Soeharto Diserahkan Mbak Tutut ke ANRI
Pertemuan Prabowo - Jokowi, Amien Rais: Jangan Pernah Sangka Prabowo Gadaikan Prinsip!
Kemnaker: Pentingnya Memaknai Perkembangan Revolusi Industri 4.0
PKS: Prabowo Bertemu Jokowi Bukan Berarti Bergabung
KPK Tetapkan Gubernur Kepri Tersangka Dugaan Suap Proyek Reklamasi Pulau
Kubu Prabowo Ajukan Permohonan Kedua Ke MA, Begini Ceritanya
Untitled Document

Beranda | Tentang Kami | Hubungi | Redaksi | Partners | Karir | Info Iklan | Disclaimer

Copyright2011 @ BeritaHUKUM.com
[ View Desktop Version ]